Kabar santer beredar bahwa Jiang Zemin telah dibawa paksa dari tempat tinggalnya oleh sejumlah anggota polisi bersenjata menuju sebuah bekas markas Komando Daerah Militer di Beijing. Kemudian Jiang dibawa lagi oleh beberapa orang perwira militer dari Kodam tersebut menuju suatu tempat yang belum diketahui. Media Epoch Times sedang mencoba untuk melakukan verifikasi terhadap berita tersebut.

Beberapa hari lalu, seorang sumber dari dinas pengawalan dan pengamanan para mantan pejabat tinggi senior Tiongkok memberitahu Epoch Times bahwa pada Jumat (10/6/2016) sekitar pukul 4 pagi, komandan berwenang dari dinas tersebut mengeluarkan instruksi untuk membawa paksa Jiang Zemin dari tempat tinggalnya.

Di bawah komando seorang kepala staf kepolisian bersenjata daerah, Jiang Zemin dibawa dari tempat tinggalnya menuju sebuah tempat bekas markas Kodam di Beijing. Sampai di sana Jiang dijemput oleh beberapa perwira untuk dibawa ke suatu tempat yang belum diketahui.

Salah satu perwira yang menjemput itu berpangkat letnan, seorang kolonel dan seorang lagi berpakaian preman. Operasi berjalan cukup rahasia. Kabarnya perintah penjemputan Jiang ini dikeluarkan oleh aspek dari Komisi Militer Pusat.

Akhir-akhir ini berita tentang Jiang Zemin bersama anaknya sudah dalam pengendalian pihak yang berwenang, sedang menjalani tahanan rumah memang santer beredar di masyarakat.

Majalah Hongkong ‘ Chengming’  baru-baru ini mengungkapkan, Komisi Pengawas Kedisiplinan telah secara resmi mewawancarai putra Jiang Zemin pada 14 Mei lalu, mendesak Jiang Mianheng untuk mempertanggungjawabkan seluruh kekayaan pribadi dan keluarga.

Ada pula sumber elit dari kota Shanghai yang memberitahu Epoch Times bahwa Jiang Mianheng sudah ditahan di suatu tempat di luar kota Shanghai yang dirahasiakan. Sedangkan netizen menyebarkan isu bahwa Jiang Mianheng menjalani tahanan rumah di Huangpu River District, Shanghai.

Informasi publik menunjukkan bahwa Jiang Zemin telah berturut-turut absen penampilan diri pada event-event penting Partai Komunis Tiongkok/ PKT selama Maret – April 2016. ‘Suara Amerika’ pada 25 April 2016 lalu melaporkan bahwa nama Jiang Zemin sudah 3 kali tidak dicantumkan lagi dalam daftar mantan pejabat tinggi nasional yang biasa disertakan pada karangan bunga atau ucapan-ucapan belasungkawa atas meninggalnya mantan pejabat senior. Ini menjadi informasi politik yang menarik perhatian. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular