Oleh CNA Bern, Swiss

Parlemen Swiss telah mengambil keputusan untuk membatalkan permintaan bergabung dengan Uni Eropa yang sudah mereka sampaikan 24 tahun silam.

Daily Mail Inggris melaporkan, 27 orang anggota Majelis Tinggi Swiss memberikan suara  mendukung Swiss menarik kembali aplikasi untuk bergabung dengan Uni Eropa yang sudah dikirimkan pada tahun 1992, mendukung hasil keputusan yang sudah dibuat oleh Majelis Rendah di waktu yang lalu. Hanya 13 orang anggota yang menentang, 2 orang memberikan suara abstain.

Perwakilan Schaffhausen, anggota kongres Hannes Germann membandingkan keputusan ini dengan keputusan Islandia menarik aplikasi untuk bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2015.

Hannes Germann mengatakan : “Islandia memiliki keberanian untuk menarik aplikasi, sehingga tidak ada gunung berapi yang meletus”.

Swiss pernah mengadakan referendum untuk menentukan apakah akan masuk menjadi anggota dari European Economic Area (EEA). Setelah oposisi hampir memenangkan pemungutan suara, otoritas pada tahun 1992 langsung memutuskan untuk menangguhkan perundingan topik tersebut. Selama lebih dari 20 tahun penangguhan aplikasi hanya berdampak kecil terhadap politik dalam negeri Swiss.

Beberapa politikus bahkan mengatakan bahwa sebenarnya parlemen tidak perlu lagi untuk mengambil sikap, karena Uni Eropa sudah tidak lagi menganggap Swiss sebagai negara kandidat.

Filippo Lombardi dari Christian Democratic People Party mengatakan, rasanya kurang bijaksana untuk membahas kembali masalah tersebut. Ia mencelah seluruh proses yang dilakukan Majelis sebagai hal yang konyol.

Meskipun Swiss bukan negara anggota Uni Eropa tetapi negara tersebut dapat menikmati perdagangan bebas dengan Uni Eropa, juga kebebasan wisata  dalam area Schengen.

Inggris akan mengadakan referendum Brexit pada 23 Juni mendatang untuk menentukan apakah akan tetap sebagai anggota Uni Eropa atau tidak. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular