Oleh : Carol Maher

Diperkiraan 100.000 aplikasi kesehatan dan kebugaran yang tersedia pada plaform telepon pintar terkemuka, iOS dan Android, tampaknya ada sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengetahui segala hal – dari pelacakan pergerakan usus sampai berlatih teknik mengeluarkan isi jerawat.

Namun, sejumlah aplikasi mulai menimbulkan kemarahan pejabat di pemerintah. Lumosity, suatu perusahaan aplikasi yang besar untuk melatih otak baru-baru ini didenda 2 juta dollar AS, karena berbohong bahwa aplikasinya dapat meningkatkan kinerja kerja dan menunda timbulnya Alzheimer.

“Ultimeyes”, suatu aplikasi untuk melatih penglihatan disebut-sebut dapat “memutar kembali waktu pada penglihatan” dan mengurangi kebutuhan untuk memakai kacamata dan lensa kontak, didenda 150.000 dollar AS, karena memberikan penelitian ilmiah yang keliru dan diperintahkan untuk berhenti membuat iklan pemasaran yang menipu.

“MelApp” diklaim mampu menilai melanoma berdasarkan tahi lalat pada sebuah foto, dianalisis dengan menggunakan “algoritma matematika dan teknologi pengenalan pola citra gambar yang sangat canggih yang hak patennya dilindungi “. The US Federal Trade Commission (FTC) menemukan klaim tersebut tidak memiliki bukti ilmiah, yang memberi denda yang besar dan mengeluarkan instruksi untuk membuat klaim yang jujur di masa mendatang.

Sampai saat ini, pihak berwenang terutama telah mengejar aplikasi kesehatan yang nakal yang melanggar hak konsumen, karena memberi iklan yang menyesatkan – yaitu, aplikasi yang mengaku bermanfaat tapi ternyata tidak bermanfaat dari segi kesehatan .

Di Amerika Serikat, Food and Drug Authority (FDA) bertanggung jawab untuk menyetujui perangkat medis.Hanya sebagian kecil dari aplikasi yang tersedia di Apple dan Google Play yang disetujui FDA.

Kebanyakan aplikasi yang menampilkan diri sebagai pengganti perangkat medis mengeluarkan pernyataan yang tidak dapat dituntut, seperti “tidak disetujui oleh FDA” dan “untuk tujuan hiburan”. Informasi ini dipendam dalam deskripsi yang dapat diperluas dari aplikasi di toko aplikasi, yang sebagian besar pengguna tidak akan pernah membacanya.

Kasus yang menarik adalah aplikasi “Tekanan Darah Instan” yang sangat populer, yang terjual sekitar 148.000 buah . Aplikasi ini dan aplikasi lainnya yang mirip mengklaim dapat membaca tekanan darah – “tanpa memerlukan manset tensimeter” (aplikasi menggunakan mikrofon telepon genggam yang ditekankan pada dada dan sebuah jari di atas kamera).

Pengujian independen yang diterbitkan di March’s JAMA Internal Medicine menemukan bahwa aplikasi tersebut gagal untuk mengidentifikasi tekanan darah tinggi pada sekitar 80% kasus tekanan darah tinggi yang sebenarnya. Hal ini mengganggu, karena aplikasi tersebut menarik perhatian penderita tekanan darah tinggi. Betapa bahayanya bila penderita tekanan darah tinggi menunda memeriksakan tekanan darahnya pada petugas medis akibat percaya pada hasil tekanan darah yang salah.

Jika hal seperti ini dibiarkan terus berkembang, bagaimana Anda dapat membedakan mana aplikasi yang baik untuk kesehatan dengan mana yang buruk?

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa dipakai untuk bahan pertimbangan sebelum Anda mengunduh aplikasi tersebut.

1. Apakah aplikasi pada hardware telepon genggam berfungsi untuk diagnosis medis?

Peralatan diagnostik medis sangat khusus dan spesifik, teruji dan biasanya ditafsirkan oleh profesional yang terampil. Oleh karena itu sangat meragukan bahwa aplikasi telepon pintar dapat menyamai kemampuan diagnostik seorang profesional, berdasarkan mikrofon dan kamera di dalam telepon pintar, dan interpretasi oleh algoritma komersial (yang biasanya tidak dipublikasikan dan belum terbukti).

2. Apakah aplikasi pada hardware telepon genggam berfungsi untuk mengobati kondisi medis?

Ada ribuan pemakai telepon pintar yang telah membayar download aplikasi yang mengklaim dapat mengobati sakit, jerawat dan gangguan afek musiman melalui getaran telepon pintar dan/atau cahaya layar, padahal hasil pengobatannya kurang terbukti secara ilmiah dan tidak bermutu.

3. Apakah aplikasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya?

Hati-hati, pembuat aplikasi telah tertangkap bahwa aplikasinya tidak ada hubungan dengan universitas terkemuka (kenyataannya, mereka hanya belajar di sana tahun sebelumnya).

4. Apakah aplikasi menggunakan metode yang membantu diri sendiri?

Pemantauan diri, penetapan tujuan dan umpan balik adalah teknik yang mapan untuk meningkatkan motivasi dan memfasilitasi perubahan perilaku. Teknik seperti biasanya ditawarkan dalam aplikasi kesehatan dan cenderung berguna untuk individu yang ingin sehat di mana biasanya mereka tidak berkonsultasi dengan dokter (untuk meningkatkan kebugaran) dan inividu yang menjaga kesehatannya yang konsultasi dengan dokter.

5. Apakah aplikasi memiliki ulasan yang buruk?

Jika aplikasi memiliki ulasan yang buruk, berarti aplikasi tidak bekerja dengan baik. Namun, ulasan yang baik belum tentu merupakan tanda bahwa sebuah aplikasi dapat dipercaya.

6. Apakah anda lebih mempercayai nasehat aplikasi daripada nasihat dokter?

Banyak aplikasi berisi informasi medis suara. Ini bukanlah untuk meniadakan konsultasi dengan dokter. Jika Anda mempunyai masalah kesehatan, maka Anda harus konsultasi dengan dokter umum. Bukan dengan aplikasi.

Aplikasi kesehatan telepon pintar berkembang dengan cepat, dan pengatur aplikasi sedang berjuang untuk mengikutinya. Ada banyak aplikasi yang sangat membantu orang untuk meningkatkan kesehatannya. Saran saya adalah bersenang-senanglah untuk bereksperimen dengan aplikasi kesehatan dan kebugaran, serta pastikan minum sesuai dosis yang diterima oleh akal sehat.

Ingatlah bahwa aplikasi tidak menempatkan seorang dokter dan ahli laboratorium medis di dalam saku Anda.( (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular