Fungsi lidah ternyata lebih dari sekedar merasakan kelezatan makanan dan mengartikulasikan kata-kata. Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), lidah menjadi alat pendiagnosa kondisi tubuh yang akurat.

Sebelum ditemukannya sinar-X, MRI dan pemindai CT, dokter kuno memiliki metode untuk memeriksa kondisi kesehatan internal pasien. Mendiagnosa lidah merupakan cara yang masih digunakan secara luas hingga hari ini. Bagi mereka yang mengetahui bagaimana membaca rahasia lidah, dapat mengetahui tanda-tanda penyakit dan ketidak seimbangan dalam tubuh yang tidak dikatakan oleh pasien, atau bahkan yang tidak diketahui pasien.

Dalam pengobatan Tiongkok, lidah menjadi sebuah peta kesehatan organ dalam manusia. Ujung lidah mewakili organ-organ yang berada di bagian atas dada, seperti paru-paru dan jantung. Area tengah lidah mewakili organ-organ yang berada di tengah tubuh, seperti liver dan kantung empedu yang terletak di pinggang dan perut tengah. Area lidah bagian atas mewakili organ yang berada dibagian dalam tubuh, seperti usus, kandung kemih dan ginjal.

Ketidaknormalan yang tampak di peta lidah, dapat memberikan petunjuk bagi dokter akupunktur tentang di mana letak ketidak seimbangan dalam tubuh pasien, dan langkah terbaik untuk menyembuhkannya.

Menurut Eric Baker, seorang ahli akupunktur yang berpraktik di Chicago dan profesor di Pacific College of Oriental Medicine, konsep sistem diagnosa batang lidah berasal dari sebuah pandangan holografik yang sangat meresap dalam budaya Tiongkok kuno.

“Dalam sebuah hologram setiap bagian dari gambar adalah refleksi dari keseluruhan,” jelas Eric. “Dalam pengobatan Tiongkok setiap bagian tubuh, memiliki miniatur seluruh tubuh. Dalam budaya ilmiah Barat Anda mungkin menyebutnya kesamaan diri. Ini semacam cara fraktal dalam memandang sesuatu.”

Selain sifat holografiknya, lidah adalah organ yang unik karena ada di dua alam. Ia kurang sesuai apabila dikategorikan sebagai organ internal, demikian juga organ eksternal. Anda harus membuka mulut lebar-lebar dan menjulurkan lidah untuk dapat melihatnya dengan jelas.

Biasanya tanda-tanda di peta lidah terlihat halus, dan tidak mudah ditemukan oleh mata yang tak terlatih. Tapi pada kasus yang ekstrim dapat menghasilkan contoh-contoh yang tak terbantahkan.

Eric Baker menceritakan tentang pasiennya, seorang wanita berusia 40 – 50-an yang menderita hepatitis-C yang tidak dapat sembuh dengan pengobatan Barat modern. Dia mengeluh sakit di perut sisi kanannya, di mana livernya berada. Hebatnya, lidah juga menunjuk ada masalah hati yang parah. Eric melihat titik hitam di tepi kanan, persis letak liver seperti yang ada di peta lidah.

“Saya memberitahu siswa untuk masuk dengan pikiran terbuka tetapi Anda juga ingin menjadi kritis. Anda tidak ingin percaya begitu saja dengan yang dikatakan dalam buku teks. Tapi kemudian Anda mendapatkan kasus seperti ini yang begitu sempurna,” kata Eric. “Ia seorang wanita dengan liver yang bermasalah dan dia memiliki indikasi tepat yang sesuai harapan Anda – sebuah titik hitam yang menunjukkan kerusakan hati yang parah akibat infeksi yang tidak terkontrol. Ini persis apa yang seharusnya dilakukan pengobatan Tiongkok.”

Warna, lapisan, retakan, dan bergetar

Julurkan lidah Anda di depan seorang ahli akupunktur, maka warna akan menjadi hal pertama yang mereka perhatikan.

Lidah yang sehat berwarna merah muda kemerahan, suatu tanda sirkulasi yang baik. Jika sirkulasi terbatas, dalam kasus nyeri haid misalnya, lidah akan berwarna lebih ungu. Lidah pucat merupakan tanda dari kekurangan darah, seperti anemia. Jika warna lidah terlalu merah, mungkin menunjukkan demam atau tekanan darah tinggi. Jika lidah berwarna ekstra merah di daerah tertentu dari peta lidah, ini menunjukkan panas internal di organ yang sesuai. Misalnya, ujung lidah merah bisa menjadi tanda infeksi di paru-paru atau apa yang pengobatan Tiongkok sebut sebagai “api hati”, suatu kondisi yang ditandai oleh kecemasan dan insomnia.

Ciri-ciri pada lidah lainnya, adalah mempertimbangkan lapisannya. Amati lidah di cermin, Anda mungkin memerhatikan seperti dilapisi film di permukaannya. Ini disebut “lapisan lidah”, atau “bulu lidah”. Anda dapat mencoba menyikat lapisan tersebut dengan sikat gigi, tetapi segera akan tumbuh yang baru. Sebuah lapisan putih yang tipis ini dianggap sehat, suatu tanda pencernaan yang baik. Lapisan yang tebal, berminyak, atau kuning, dapat mengungkapkan tanda-tanda ketidakseimbangan.

“Jika seseorang memiliki banyak dahak dengan hidung tersumbat atau batuk, Anda akan melihat lapisan lidah orang-orang ini lebih tebal dan berat. Atau mungkin mulai terasa lengket, ini menunjukkan bahwa ada kelebihan obstruktif cairan yang mengumpulkan dalam tubuh,” jelas Eric.

Pemeriksaan lidah membutuhkan pencahayaan yang baik dan lidah yang bersih. Misalnya, Anda tidak bisa melakukan pembacaan yang akurat setelah seseorang makan beberapa permen atau es loli rasa anggur. Kopi juga terkenal dapat menguningkan lapisan lidah. makanan dan obat-obatan lainnya juga dapat mengaburkan sementara warna asli lidah.

Selain warna dan lapisan, lidah juga memegang petunjuk lain untuk dipertimbangkan, seperti retakan, pembengkakan, tambalan, dan gerakan. Lidah yang tepinya tidak rata (dengan tonjolan di tepi luar) menunjukkan retensi cairan. Tonjolan ini berkembang karena pembengkakan pada lidah dan menekan gigi.

Beberapa orang juga mengalami lidah bergetar, merupakan tanda yang pengobatan Tiongkok sebut sebagai angin internal.

“Jika Anda memiliki penyakit seperti MS atau Parkinson dimana tubuh gemetar, Anda akan lihat bahwa batang lidah sendiri akan bergetar dan tremor. Hal itu mengindikasikan ada hal-hal neurologis yang terjadi dan kurangnya kontrol motor yang tepat,” jelas Eric. “Kadang-kadang Anda bahkan dapat melihat terlebih dahulu dalam hal-hal tertentu. Lidah bergetar dapat muncul sebelum stroke misalnya, di mana bisa terjadi kerusakan saraf setelahnya. Anda dapat melihat bergetar setelah terjadi beberapa penyakit yang serius, tetapi Anda mungkin melihatnya dalam situasi tertentu sebagai prediktor.”

Manuskrip rahasia cendikia Ao

Kini, diagnosis lidah adalah keterampilan dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah medis Tiongkok di seluruh dunia. Tapi beberapa ratus tahun yang lalu, petunjuk tentang cara membaca lidah adalah rahasia yang dijaga ketat.

Beberapa aspek pengobatan Tiongkok yang berumur ribuan tahun, menurut Ioannis Solos, peneliti pengobatan Tiongkok dan penulis “Cermin Emas dan Refleksi Lidah: Batu Pertama Diagnosis Lidah Pengobatan Tiongkok Klasik”, diagnosis lidah adalah perkembangan yang relatif baru. Ioannis menelusuri akar praktek ini dari sekitar tahun 1300-an dengan naskah seorang tabib misterius yang hanya dikenal sebagai cendekia Ao.

Ide unik cendekia Ao ini muncul dari situasi historis khusus, dan selama sekitar 200 tahun pengetahuannya dibatasi untuk dipilih beberapa. Ioannis menunjukkan bukti genetik dari wabah mengerikan yang menyebar di Tiongkok pada masa Dinasti Song dan Yuan yang menyebabkan ganggren (kematian lokal dan dekomposisi jaringan tubuh, baik dari sirkulasi terhambat atau infeksi bakteri) kaki dan tangan, membuat tangan dan kaki menghitam dengan nekrosis.

Dokter Tiongkok dari periode ini biasanya akan meresepkan obat berdasarkan pada sistem diagnosis denyut nadi (seperti yang banyak ahli akupunktur masih lakukan saat ini). Cendekia Ao menawarkan alternatif diagnostik yang memungkinkan dokter untuk memeriksa pasien tanpa membahayakan kesehatan mereka sendiri dalam bahaya.

“Dari Dinasti Yuan (1271- 1368), gangren dan kecepatan penyebaran wabah itu dicegah oleh banyak dokter dengan menghindari kontak langsung pada pasiennya,” tulis Ioannis kepada Epoch Times. “Naskah Cendekia Ao ini mencakup daftar 12 ilustrasi lidah yang diikuti dengan formula herbal, sebagian orang dapat menyelesaikan masalah ini berdasarkan dengan pengalaman Ao. Diagnosa lidah benar-benar bisa memeriksa lidah pasien dari jarak yang aman dan membuat resep dengan tanpa mengukur denyut nadinya.”

Naskah Cendikia Ao yang pernah dirahasiakan itu, ditemukan dan dikembangkan oleh Du Qingbi yang mencakup 36 ilustrasi lidah, yang masing-masing disertakan formula herbal yang sesuai untuk mengobati kondisi yang dijelaskan. Versi ini, diterbitkan pada tahun 1570- an, dikenal sebagai “Shang Han Jin Jing Lu”. Menurut Ioannis, buku ini merevolusi pengobatan Tiongkok. Dokter terus menyempurnakan prak tek pengobatan tersebut selama berabad-abad, dan menghasilkan volume kedua, “Shang Han Dia Jian”, yang berisikan grafik lidah dan obat yang sesuai, melanjutkan tradisi yang dirintis oleh Cendikia Ao.

“Pada awal abad-20, sistem lidah telah mencapai tingkat kecanggihan yang menurut studi bisa disaingi oleh teori denyut nadi, tapi tanpa aspek esoteris yang menuntut metode terakhir,” kata Ioannis.

Metode cendikia Ao ini diajarkan bagi herbalis Tiongkok sampai tahun 1959. Tapi perubahan besar dibuat disaat praktek ini dihargai pada tahun 1960, dimana Pengobatan Tradisional Tiongkok mengalami proses standarisasi. Dalam satu gerakan, banyak rincian pengobatan Tiongkok kuno yang berharga selama berabad-abad dipotong atau dirampingkan untuk membuat versi yang lebih singkat dari praktek tersebut. Menurut Ioannis, proses ini “terganggu seluruh sistem ke intinya”.

“Pada tahun 1960, standarisasi sistem baru PTT ditemukan, yang berarti bahwa diagnosis lidah dipisahkan jauh dari asalnya, pengobatan herbal, dan ditempelkan pada standar “inti Diagnosis PTT” yang dimaksudkan untuk dapat diterapkan di semua teknik penyembuhan Tiongkok. Di masa kini, kita sering melihat akupunktur memeriksa lidah, sebuah praktek yang langka dilakukan sebelum tahun 1960 dan tidak sesuai dengan tradisi yang ditetapkan.”

Hari ini, ilustrasi tradisi lidah yang telah diawali oleh cendikia Ao, mulai sering dianggap sebagai peninggalan yang mengherankan, karena kebanyakan praktisi pengobatan Tiongkok terutama yang mempelajari diagnosis lidah dari foto studi kasus. Tapi Ioannis mengatakan bahwa fotografi tidak bisa selalu jelas menginstruksikan teori atau menanamkan cara berpikir seperti kemampuan ilustrasi cendikia Ao.

“Inilah yang memisahkan diagnosis lidah pra-1960 dengan diagnosis lidah modern,” katanya. “Ilustrasi Ao ini tidak bekerja seperti foto, melainkan sebagai peta lidah yang dibuat khusus untuk mengajarkan teori. Dengan beberapa instruksi, seorang dokter yang kompeten dari era itu bisa memahami berbagai pola dan patologi, lalu segera membuat resep dengan atau tanpa mengukur denyut nadi.”

Pemeriksaan klinis terpanjang

Menurut Ioannis, versi awal dari peta lidah yang kita kenal sekarang ini, cukup banyak ditentukan pada masa Dinasti Qing akhir (1644- 1911). Sementara itu ada sejumlah fitur yang telah hilang dalam beberapa dekade terakhir, diagnosa lidah terus memiliki relevansi dalam kedokteran modern. Eric Baker mengatakan rumah sakit di Tiongkok sedang melakukan penelitian yang memvalidasi indikasi waktu pengujian dan membuat pengamatan baru.

“Di Tiongkok mereka memiliki sistem rumah sakit besar di mana kedokteran Barat modern dan Pengobatan Tradisional Tiongkok terintegrasi. Mereka melihat kedua sisi, dan ada lebih banyak penelitian yang dilakukan di sana, dan termasuk diagnosis lidah juga,” jelas Eric. “Ada penilaian klinis yang sedang mengamati di mana cara lama dipertahankan, dan hal-hal baru apa yang bisa kita dapatkan.”

Sebagai contoh, penelitian di rumah sakit Tiongkok telah menunjukkan bahwa pasien kanker sering kali lidahnya berwarna ungu persis di daerah mana kanker mereka berada. Studi lain mengamati anak-anak yang menderita alergi, adanya suatu korelasi dengan lapisan lidah yang tambal sulam, berat, dan lengket.

“Pengobatan Tiongkok adalah pengujian klinis terpanjang dalam sejarah kedokteran,” kata Eric. “Ide-ide ini dikembangkan selama periode yang sangat lama.” (Epochtimes/Ajg/Yant)

Share

Video Popular