Sebuah perusahaan asal Jepang mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi untuk mendeteksi kanker melalui tes urin. Perusahaan mengklaim metode pemeriksaan ini jauh lebih praktis sederhana dan murah daripada pemeriksaan darah yang umum saat ini.

Hasil analisis terhadap lebih dari1,300 jenis limbah dalam urin, Hitachi Ltd dan Sumisho Pharmaceuticals International Corporation yang masing-masing melakukan pemeriksaan terhadap penderita kanker payudara atau kolorektal dan 15 orang yang sehat menemukan, bahwa penderita kanker payudara dan kolorektal masing-masing menunjukkan kecenderungan peningkatan dan penurunan pada limbah tertentu mereka. Limbah yang dimasukkan dalam target pemeriksaan sekarang telah menurun sekitar 10 jenis, dan sejumlah teknologi terkait kini telah dipatenkan, demikian dikutip dari laman Kyodo News, Jepang

Teknologi ini tidak hanya dapat menentukan apakah penderita mengidap kanker atau tidak, tapi juga biasa secara pasti membedakan apakah yang diderita pasien itu kanker payudara atau kanker usus besar. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap penelitian, dan hasil pemeriksaan terkait juga harus menunggu beberapa hari, namun para peneliti berencana untuk mempelajari metode yang cepat dan sederahana untuk segera mengetahui hasilnya.

Cara memeriksa dan mendeteksi kanker yang umum saat ini, terutama melalui tes darah, dan cara ini juga tergolong praktis, hanya saja harus ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan mengambil sampel darah.

Menurut laporan, bahwa cara menentukan kanker melalui tes urin yang dikembangkan dua perusahaan asal Jepang ini diklaim jauh lebih praktis daripada pemeriksaan darah, dan biaya yang dibutuhkan juga relatif lebih rendah. Pihak pengembang kini sedang berusaha menghimpun data klinis, agar teknologi terkait bisa diaplikasikan secara aktual.

Beberapa tahun lalu, Jepang National Institute teknologi industri juga tengah mengembangkan semacam chip untuk memeriksa kanker, mencoba memeriksa kanker dini menggunakan setetes urin.

Melansir laman “Sankei Shimbun”, setelah seseorang menderita kanker, di dalam urinnya ada suatu protein yang disebut “zat kanker”, sehingga kanker dini bisa ditemukan melalui pemeriksaan atau tes urine. Namun, karena kepekatan urine mudah berubah, jadi perlu memeriksa kadar creatine yang dapat menampilkan kepekatan urin, karena itu, seluruh proses pemeriksaan jauh lebih repot.

Hasil pemeriksaan praktis yang dimaksud institute terkait mengacu pada teknologi chip yang diaplikasikan untuk mendeteksi kanker, melalui dua perangkat sensorik dalam chip, yang dapat mendeteksi kadar creatine dan “zat kanker” secara bersamaan melalui setetes urine, yang bisa dengan cepat mendapatkan hasilnya tanpa proses yang berbelit-belit. Ketika itu, mereka juga berharap “Chip anti-kanker” ini bisa segera hadir, dan disebarluaskan ke klinik dan keluarga. (Jhon/asr)

Share

Video Popular