Oleh: Matthew Haines

Diet sirtfood menurunkan berat badan serta menawarkan manfaat lain seperti “merangsang peremajaan dan perbaikan sel”.

Diet sirtfood merupakan diet terbaru di mana makanan akan berinteraksi dengan protein sirtuin, atau SIRT1 – SIRT7. Daya tarik diet sirtfood adalah sumber protein sirtuin terbaik didapat dari anggur merah dan coklat, serta buah jeruk, blueberry dan kubis. Selama tiga hari pertama, asupan kalori dibatasi (1.000 kalori per hari) dan terdiri dari tiga jus sayuran hijau sirtfood, ditambah satu porsi normal makanan yang kaya akan”sirtfood”. Dari hari keempat sampai hari ketujuh, asupan kalori dinaikkan (1.500 kalori) dan terdiri dari dua jus sayuran hijau dan dua kali makan. Di luar itu anjurkan untuk makan makanan yang banyak mengandung sirtuin, dengan tetap minum jus sayuran hijau. Udang dan salmonboleh dimakan.

Kedengarannya diet ini enak– – dan sirtuin memang terlibat dalam berbagai proses berhubungan dengan sel termasuk metabolisme, penuaan dan ritme sirkadia (irama harian). Diet ini membatasi asupan sebagian kalori. Ahli gizi yang setuju dengan diet ini mengatakan bahwa diet “memengaruhi kemampuan tubuh untuk membakar lemak dan meningkatkan sistem metabolisme”.

Apa yang kita ketahui tentang diet sirtfood ? Dari sudut pandang ilmiah, jawabannya adalah: sangat sedikit. Sirtuin berperan dalam pengaturan metabolisme lemak dan glukosa akibat perubahan tingkat energi. Sirtuin juga berperan dalam efek pembatasan kalori yang menyebabkan menjadi awet muda, karena efek sirtuin pada metabolisme aerobik (atau mitokondria) sehingga menurunkan spesies oksigen reaktif (radikal bebas) dan meningkatkan enzim antioksidan.

Penelitian menunjukkan bahwa tikus transgenik dengan kadar SIRT6 yang lebih tinggi nyata-nyata hidup lebih lama dibandingkan dengan tikus liar, dan bahwa perubahan ekspresi SIRT6 berhubungan dengan menghambat penuaan beberapa sel kulit manusia. SIRT2 juga memperlambat penuaan metazoa (jamur).

Timbul keraguan terhadap diet sirtfood . Turunnya berat badan sebanyak 3,2 kg dalam waktu satu minggu tidak masuk akal dan sangat tidak mencerminkan perubahan lemak tubuh. Selama tiga hari pertama, pelaku diet mengonsumsi sekitar 1.000 kkal per hari – sekitar 40-50% kalori yang kebanyakan orang butuhkan. Hal ini mengakibatkan hilangnya glikogen (karbohidrat yang disimpan dalam tubuh) dengan cepat dari otot rangka dan hati.

Tapi untuk setiap gram glikogen yang disimpan dalam tubuh, juga disimpan sekitar 2,7 gr air, dan air itu berat. Jadi untuk semua glikogen yang hilang, berarti tubuh juga kehilangan air yang menyertainya – maka terjadi penurunan berat badan. Selain itu, diet yang terlalu ketat sangat sulit untuk diterapkan dan mengakibatkan kenaikan hormon perangsang nafsu makan, seperti ghrelin. Berat badan (glikogen dan air) akan kembali normal jika kita memenuhi hasrat untuk memenuhi nafsu makan.

Apakah diet sirtfood cepat menurunkan berat badan?

Sayangnya tidak. Hasil data ilmiah yang masih dalam kontroversi tidak mengungkapkan apa dan berapa banyak yang harus kita makan, tetapi lebih memicu obsesi kita bahwa diet sirtfood adalah obat ajaib yang “cepat memperbaiki” masalah berat badan untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

Secara ilmiah, diet sirtfood menyesatkan karena tidak bermanfaat untuk penderita diabetes yang obesitas.

Saat ini, strategi diet terbaik adalah perubahan perilaku jangka panjang dikombinasikan dengan pengaruh politik dan lingkungan, yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kesadaran atas apa yang kita makan.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular