Oleh: Denisse Moreno

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa autisme yang disertai cacat intelektual dikaitkan dengan kelainan kekebalan tubuh ibu saat hamil.

Penelitian yang dilakukan oleh UC Davis Mind menunjukkan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar protein sitokin dan kemokin yang tinggi, yang menyebabkan peradangan sehingga mengendalikan komunikasi antar sel sistem kekebalan tubuh, yang secara nyata memperbesar kemungkinan melahirkan anak penderita autisme yang disertai dengan cacat intelektual.

Peneliti mempelajari populasi anak-anak yang besar dan beragam dengan menggunakan sampel serum darah dari California Department of Public Health, AS. Dari populasi yang diteliti itu, dilaporkan 184 anak menderita autisme yang disertai cacat intelektual, 188 anak menderita cacat pertumbuhan saja, dan 428 anak peserta kontrol populasi umum.

Wanita yang melahirkan bayi mereka antara Juli 2000 dan September 2003 berpartisipasi dalam penelitian yang dirancang untuk mengevaluasi biomarker untuk autisme.

“Penelitian kami menunjukkan secara nyata bahwa lebih sering terjadi peradangan selama trimester kedua pada ibu dari anak penderita autisme yang disertai cacat intelektual daripada ibu penderita autisme tanpa cacat intelektual,” kata Judy Van de Water, profesor Ilmu Penyakit Dalam Divisi Rheumatologi , Alergi dan Imunologi Klinik.

“Namun, secara nyata bahwa profil ibu yang anaknya didiagnosis autisme yang disertai cacat intelektual adalah sangat berbeda daripada ibu yang anaknya menderita cacat intelektual tanpa autisme serta anak dari populasi umum yang pertumbuhannya normal,” katanya.

“Profil sitokin dan kemokin populasi autisme berbeda dari semua kelompok lain yang kami teliti,” Van de Water menambahkan, “Temuan ini menunjukkan titik terang di mana kami akan mengidentifikasi penanda untuk memisahkan sub-fenotip pada populasi autisme. “

Para peneliti mengatakan terjadi peningkatan penanda peradangan pada penderita autisme dan kelompok cacat intelektual dibandingkan dengan kelompok referensi lainnya, karena bukti menunjukkan bahwa penderita ini terjadi proses penekanan respons kekebalan tubuh terhadap stimulus radang selama trimester kedua kehamilan.

“Ini benar-benar menunjukkan bahwa terdapat penurunan pengaturan kekebalan pada ibu hamil yang kami teliti ini dibandingkan dengan ibu hamil yang sehat,” kata Karen L. Jones, seorang penulis penelitian tersebut.

Para peneliti menyimpulkan bahwa variasi dalam lingkungan kekebalan kehamilan pada ibu dari anak penderita autisme yang disertai cacat intelektual menyebabkan perubahan dalam perjalanan perkembangan saraf janin yang sedang tumbuh . Hal ini pada akhirnya mengakibatkan perubahan karakteristik fenotip perilaku pada anak penderita autisme yang disertai cacat intelektual.

Penelitian juga menunjukkan bahwa aktivasi kekebalan ibu hamil merupakan salah satu dari berbagai jalur yang dapat menyebabkan perbedaan pada sitokin ibu hamil, termasuk racun dari lingkungan seperti pestisida, polychlorinated biphenyl dan polybrominated diphenyl ether.

Kadar protein sitokin dan kemokin ibu hamil pada pertengahan kehamilan juga berinteraksi dengan faktor risiko lain seperti genetika orangtua.

Menurut Centers for Disease Control, sekitar 1 dari 68 anak didiagnosis gangguan spektrum autisme (ASD). Laporan penderita autisme berasal dari semua kelompok ras, etnis, dan sosial ekonomi. Dari tahun 2006 hingga 2008, sekitar 1 dari 6 anak di Amerika Serikat menderita cacat pertumbuhan , mulai dari gangguan bicara dan bahasa sampai cacat pertumbuhan yang serius, seperti cacat intelektual, cerebral palsy (disebabkan oleh kelainan perkembangan atau kerusakan bagian otak yang mengendalikan pergerakan, keseimbangan, dan postur tubuh), dan autisme.

Penelitian ini dipublikasikan di  “Molecular Psychiatry.”(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular