Oleh: Wang Yuan Fu (dokter internis, dokter Pengobatan Tradisional Tiongkok-TCM)

Saat memeriksa kesehatan pasien, saya kerap berbicara dengan mereka, di satu sisi untuk memahami penyakitnya, sementara di sisi lain bisa digunakan untuk pendidikan kesehatan.

Saya bertanya pada pasien diabetes : “Anda makan makanan manis ?” “Tidak,” jawab pasien. Saya bertanya lagi : “Bagaimana dengan semangka ?” “Iya, saya memamg makan semangka.” Karena itu, ada pasien yang berpikir bahwa sesuatu yang diberi tambahan gula itu barulah makanan manis, sedangkan buah-buahan yang manis bukan. Sebenarnya, buah-buahan adalah faktor utama yang kerap memicu naiknya gula darah.

Mengapa penderita diabetes gemar dengan makanan manis

Mengapa penderita diabetes sangat suka dengan makanan manis ? Secara logika, konsentrasi glukosa darah yang sudah tinggi, kadar gula juga sudah memadai, tubuh itu sendiri seharusnya memiliki mekanisme umpan balik menggumam : “Kadar gula sudah lebih dari cukup, tidak mau lagi makan gula, ibaratnya seperti kita yang sudah makan dan kenyang, tidak mau makan lagi.”

Namun, kondisi itu tidak seperti yang kita bayangkan, karena sebaliknya penderita justru semakin ingin makan makanan manis, mengapa ? Glukosa adalah sumber energi sel, untuk meresap ke dalam sel melalui darah, glukosa perlu lebih dulu menyatu dengan insulin dan reseptor, dimana setelah serangkaian reaksi, glukosa itu baru bisa masuk ke dalam sel. Meskipun konsentrasi glukosa penderita diabetes tipe II itu tinggi, namun, konsentrasi glukosa di dalam sel itu rendah, karena sensitifitas reseptor insulin menurun, dan fungsinya buruk, sehingga insulin tidak bisa secara efektif menyatu dengan reseptor, karena itu glukosa dalam darah tidak bisa secara efektif masuk ke dalam sel, sehingga sel mengirimkan pesan keinginan akan gula, “saya kurang gula nih energi saya tidak cukup”! Karena itulah penderita memiliki keinginan yang kuat untuk makanan manis.

Perbanyak makan sayur mayur, kurangi buah-buahan

Ada pasien yang mengatakan : “Karena diabetes, saya tidak berani lagi makan nasi.” Sementara ada juga yang mengatakan : “Saya hanya makan brown rice (beras coklat) sekarang, tidak berani lagi makan nasi putih.” Sebenarnya pola makan penderita diabetes tidak jauh berbeda dengan pola makan orang-orang pada umumnya, perlu gizi yang seimbang, perlu protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Pola makan-minum yang perlu diperhatikan adalah rendah gula. Baik nasi dari beras putih atau beras coklat, kedua jenis beras ini baik (meskipun indeks glikemik beras coklat relatif lebih rendah, dan bermanfaat dalam mengontrol gula darah), tapi yang penting adalah cukup 70 – 80 % kenyang. Selain itu juga sebaiknya konsumsilah makanan dengan kadar garam dan lemak rendah, karena diabetes sering dikaitkan dengan hipertensi atau hiperlipidemia.

Ada pasien yang mengatakan kepada saya : “Menyantap buah-buahan itu adalah suatu kenikmatan dalam hidup.” Untuk menikmati buah-buahan itu sebaiknya pilih yang tidak terlalu manis, misalnya tomat, jambu biji, apel, kiwi dan semacamnya ; tidak baik makan buah-buahan yang terlalu manis, misalnya semangka, mangga, nanas, pisang, leci, lengkeng. Buah-buahan dan sayuran kaya akan vitamin, mineral dan serat, keduanya (sayur-buah) ini saling melengkapi, dianjurkan sebaiknya lebih banyak sayuran dan sedikit buah. Sayuran bersifat dingin, memiliki khasiat meredakan panas dalam seperti obat-obatan Tiongkok, terutama sangat membantu atau bermanfaat bagi pasien yang fisiknya bersifat panas dan kering. Sayuran sebaiknya dicuci bersih, untuk menghindari residu pestisida.

Banyak makan makanan manis, obat yang dikonsmsi pun menjadi banyak

Ada pasien yang mengatakan : “Tidak apa-apalah saya makan semangka! Kalau gula darah melonjak, cukup disuntik saja dengan insulin, beres.” Karena terlalu banyak konsumsi makanan manis, gula darah melonjak tinggi, maka dosis obat otomatis juga akan semakin tinggi, sehingga menambah beban pada organ hati dan ginjal ; apabila gula darah tidak terkontrol dengan baik, maka komplikasi diabetes akan semakin parah. Jadi cara yang paling bijak adalah “kurangi konsumsi makanan manis, maka obat yang akan ditelan pun lebih sedikit”, pastikan untuk menahan diri, katakan kepada diri sendiri “Saya ingin sehat, tidak mau makanan manis”.

Mengontrol makanan adalah langkah pertama keberhasilan dalam pengobatan

Beberapa prinsip berikut ini perlu dipegang secara teguh oleh penderita diabetes dalam mengontrol makanan :

1. Makan secara teratur tiga kali sehari dengan takaran yang ideal, seimbang, cukup 80% kenyang, jauhi makanan ringan (camilan), tidak makan dengan menu yang berlebihan.

2. Pilih buah dengan rasa moderat (tidak terlalu manis), misalnya tomat, jambu biji, apel, kiwi ; jangan makan buah-buahan yang terlalu manis, misalnya semangka, mangga, nanas, pisang, leci, lengkeng, perbanyak makan sayuran.

3. Jangan makan makanan yang terlalu asin dan berlemak.

4. Jangan menenggak minuman alkohol dan merokok.

Dalam pola makan penderita diabetes harus sederhana, mudah diingat, dan bisa dipraktekan dengan baik. Sementara dari sisi pengobatan harus sesuai dengan prinsip kemanusiaan, Anda harus bisa mendorong pasien, jelaskan bahwa larangan sepenuhnya makanan manis itu adalah demi kesehatan, jadi dengan mengurangi konsumsi makanan manis, maka siksaan obat yang akan ditelan pun menjadi berkurang, sehingga dengan demikian, pasien pun bisa mencapai langkah pertama yang sukses dalam pengobatan diabetes. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular