Oleh : Zhang Bing-kai

Apakah kita satu-satunya spesies cerdas di alam semesta ? Apakah ada alien di alam semesta?

Adam Frank, astronom dan fisikawan terkemuka asal Amerika mengatakan, “Pernah ada peradaban lain di alam semesta, setidaknya pernah ada satu triliun peradaban alien.”

Adam Frank adalah seorang profesor fisika dan astronomi di University of Rochester, Amerika Serikat. Ia menggunakan penemuan planet ekstrasurya terbaru untuk memperkirakan kemungkinan adanya peradaban berteknologi maju selain Bumi. Probabilitas ini dibangun dari Drake Equation atau Persamaan Drake untuk mendapatkan perkiraan jumlah peradaban di galaksi Bima Sakti.

“Pada beberapa titik waktu tertentu dalam sejarah alam semesta, peradaban di luar bumi itu dipastikan eksis,” katanya.

Banyak planet di alam semesta ini diduga memiliki kehidupan

Awal Mei lalu, teleskop luar angkasa Kepler milik NASA telah menemukan 1.284 exoplanet baru, yang mengorbit di sepanjang lintasannya. Sejauh ini, total exoplanet yang ditemukan sudah lebih dari 3.000 planet.

“Temuan planet itu hanyalah awal dari penelitian. Semua orang ingin tahu, apakah di planet-planet tersebut dihuni oleh makhluk luar angkasa alias alien. Pengetahuan kita yang baru diperoleh dari planet itu apakah bisa membantu menjawab pertanyaan ini?” kata Frank.

Dengan ditemukannya planet-planet ini memang bisa membantu untuk menjawab pertanyaan tentang apakah ada makhluk luar angkasa.

Dalam makalah yang dipublikasikannya bersama astronom Woodruff Sullivan di jurnal Astrobiology edisi Mei 2016 lalu disebutkan, bahwa meskipun kita tidak tahu apakah ada peradaban di luar bumi yang maju di galaxy saat ini, tapi sudah memiliki informasi yang cukup untuk menentukan bahwa di beberapa titik waktu dalam sejarah alam semesta dipastikan pernah ada peradaban cerdas lain.

Beberapa faktor menunjukkan keberadaan peradaban cerdas lain

Dalam komunitas ilmiah, ada satu formula Drake Equation atau Persamaan Drake yang menggambarkan tentang kemungkinan adanya peradaban di luar bumi. Meskipun ini merupakan sebuah rumus matematika tentang perkiraan keberadaan peradaban luar bumi yang dicetuskan astronom Frank Drake pada 1961, tapi tetap relevan saat ini, dan dengan perpaduan dari semakin banyaknya temuan terkait bisa lebih baik memperkirakan kemungkinan keberadaan peradaban luar bumi.

Frank menuturkan, Drake Equation mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk jumlah bintang yang akan lahir setiap tahun, jumlah bintang yang memiliki planetnya, berapa banyak planet yang laik huni di planet yang dimiliki masing-masing bintang tersebut, dan berapa banyak planet yang sudah memiliki tanda-tanda sumber kehidupan, serta harapan hidup rata-rata dari sebuah peradaban teknologi maju.

Berapa banyak planet sebenarnya yang dapat membentuk kehidupan? Mereka yang optimis akan membangun model biologi molekul yang padat dan kompleks, membuktikan besarnya skala ini. Sementara mereka yang pesimis akan mengutip data ilmiah mereka sendiri untuk membuktikan rasio ini nyaris nol. Mengingat hanya satu contoh planet yang memiliki kehidupan saat ini, yakni bumi kita, jadi sulit untuk mengatakan siapa yang benar.

Pada makalah penelitian, Frank dan rekannya Woodruff Sullivan menyederhanakan Persamaan Drake secara signifikan. Jumlah peradaban maju, menurut Frank dan Sullivan, adalah sama dengan jumlah planet laik huni dalam volume tertentu dari alam semesta, dikalikan dengan kemungkinan spesies teknologi yang berkembang pada salah satu planet ini.

Hasil studi itu mengungkap bahwa terdapat banyak peradaban di luar Bumi, namun kemungkinan besar telah punah. Walaupun hasilnya tak begitu memuaskan, namun para peneliti berkata bahwa hal itu dapat membantu untuk memperluas peradaban yang kita miliki.

Pertanyaan tentang apakah terdapat peradaban maju di tempat lain di alam semesta selalu terganjal dengan ketidakpastian yang terdapat dalam Persamaan Drake.

“Dari dulu kita telah memperkirakan berapa banyak bintang yang ada,” kata Frank.

“Namun, kita tak tahu berapa banyak bintang tersebut yang memiliki kehidupan, seberapa sering kehidupan mereka berkembang dan melahirkan makhluk-makhluk cerdas, dan berapa lama peradaban tersebut dapat bertahan sebelum akhirnya punah,” jelas Frank dalam menanggapi variabel Persamaan Drake yang harus dipenuhi untuk menemukan jumlah peradaban makhluk ekstra teresterial di Galaksi Bima Sakti.

Peradaban kita yang diyakini berusia 10 ribu tahun tergolong masih singkat dibandingkan dengan umur alam semesta yaitu 13 miliar tahun. Atas dasar tersebut kemungkinan besar terdapat peradaban lain di luar Bumi yang telah punah. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular