Oleh: Su Yang

Astronom menemukan sebuah planet muda yang terletak 470 tahun cahaya dari Bumi, usianya diperkirakan antara 5 juta – 10 juta tahun, adalah planet termuda di luar tata surya yang pernah ditemukan selama ini dan dijuluki sebagai “bayi alam semesta” mengingat usianya yang masih muda.

Dengan menggunakan teleskop Kepler milik NASA, astronom menemukan planet K2-33b yang terletak di bagian atas gugusan bintang Scorpio ini.

Planet K2-33b ini berjarak sekitar 470 tahun cahaya dari bumi, dengan ukuran lima kali lebih besar dari bumi,  dan sedikit lebih besar dari Neptunus, sehingga diklasifikasikan sebagai planet “super-Neptune.”

Planet K2-33b ini mengelilingi bintangnya pada setiap 5.4 hari sekali. Adapun jarak planet itu ke bintangnya 10 kali lebih dekat dibandingkan dengan jarak merkurius ke matahari. Planet sebesar K2-33b ini periode orbitnya sangat pendek, sehingga mengejutkan para ilmuwan, dan ingin memahami bagaimana planet ini terbentuk.

“Bumi kita kira-kira berusia 4,5 miliar tahun,” kata Trevor David, seorang mahasiswa pascasarjana di California Institute of Technology dan penulis utama studi baru ini.

Menurutnya, sebagai perbandingan, planet K2-33b ini sangat muda, dan bisa dipandang sebagai bayi.

Pembentukan planet merupakan sebuah proses yang rumit dan penuh gejolak, yang masih diselimuti misteri hingga saaat ini. Sejauh ini, para astronom telah menemukan dan mengkonfirmasi lebih dari 3.000 exoplanet, yang sebagian besar diantaranya berada pada usia pertengahan, atau telah berusia lebih dari 1 miliar tahun.

Karena planet ini memiliki usia yang sangat muda dan berada sangat dekat dengan bintang induknya, hal ini membingungkan astronom.  Planet K2-33b mungkin menyimpan informasi soal evolusi tata surya, dan memang sangat sulit menemukan planet dalam kondisi bayi, ujar Dr. Saha Hinkley astronom dari University of Exeter, Inggris.

“Planet K2-33b akan memberikan kepada kita kesempatan untuk belajar lebih dalam soal siklus planet,” kata Dr. Hinkley.

Menurut peneliti, planet yang baru lahir ini akan membantu kita lebih lanjut memahami bagaimana proses pembentukan planet, dan ini sangat penting bagi kita dalam memahami proses pembentukan bumi. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular