Oleh Qin Yufei

Menurut pengungkapan seorang sumber yang merupakan pejabat senior AS bahwa Pakistan sementara berupaya untuk mendesak masyarakat internasionak menerimanya sebagai anggota dari Kelompok Pemasok Nuklir (NSG), namun negara itu tetap melakukan pemasokan ke Korea Utara bahan nuklir yang mereka impor dari Tiongkok.

Media ANI News mengutip ucapan sumber memberitakan, lembaga yang merupakan afiliasi dari Komisi Energi Nuklir Pakistan terus melakukan pemasokan ke Korea Utara, bahan-bahan terlarang seperti monel dan inconel. Hal ini jelas melanggar sanksi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Fasilitas produksi senjata nuklir telah dijual ke Korut

Sumber menyebutkan, bahan nuklir yang dipasok Tiongkok kepada Komisi Energi Nuklir Pakistan juga mengalir ke Korut. Badan Nasional Nuklir Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan sebuah surat yang berisi tentang keluhan atas kejadian Pakistan mengimpor bahan-bahan yang digunakan langsung dalam pembuatan senjata nuklir dari Beijing Suntech Technology, Tiongkok untuk diekspor ke Korea Utara.

Beijing Suntech memproduksi tungku VIM yang digunakan untuk ekstraksi logam keras seperti uranium dan plutonium. Sedangkan keduanya ini adalah bahan yang digunakan untuk membuat inti hulu ledak nuklir. Pakistan mengimpor peralatan dan bahan nuklir dari Tiongkok untuk dijual kepada Korea Utara.

Pemerintah Tiongkok menutupi kejadian tersebut, karena khawatir bahwa hal ini akan berpengaruh pada upayanya untuk mendukung Pakistan masuk anggota NSG. Tetapi Korut yang membocorkan berita ini kepada salah satu negara Barat anggota NSG.

Sumber dari AS itu mengatakan bahwa semua bukti pelanggaran serta perdagangan berbahaya yang dilakukan Korut sudah disampaikan kepada NSG beserta nagara anggotanya.

Pakistan sendiri juga sudah tahu bahwa perdagangan yang dilarang ini sudah terungkap, tetapi mereka mengharapkan Tiongkok yang maju ke depan untuk melawan tekanan global.

2 orang diplomat Korut 8 kali mengunjungi Pakistan

Sumber tersebut juga mengungkapkan secara rinci perdagangan antar Korut – Pakistan : 2 orang diplomat Korut untuk Iran selama tahun 2012 – 2015 telah 8 kali mengunjungi Pakistan. Mereka memiliki hubungan dekat dengan perusahaan pertambangan Korut KOMID. Karena terlibat dalam pengembangan senjata pemusnah massal, perusahaan tersebut sejak 2005 sudah berulang kali mendapat sanksi dari DK-PBB.

Kedua diplomat Korut itu menemui para pejabat Pakistan yang terlibat dalam program nuklir. Mereka terus diawasi dan dikuntit oleh pihak berwenang dari pemerintah Barat, untuk kemudian dijadikan sebagai bukti Pakistan memasok bahan nuklir ke Korut.

Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1718 menerapkan serangkaian sanksi ekonomi dan komersial kepada Korut. Berdasarkan itu DK-PBB pada November 2015 meminta informasi kepada Pakistan tentang tujuan kedua orang diplomat Korut yang telah berulang kali mondar-mandir Istanbul dan Karachi.

Awalnya, Pakistan berusaha untuk membantah, tetapi ketika bukti berupa foto dan rekaman audio video itu dibeberkan, Pakistan terpaksa membenarkan adanya kunjungan kedua orang itu ke Islamabad dan Karachi.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa mengingat jasa Pakistan dalam perang melawan teroris,pemerintah Barat sejauh ini masih berusaha untuk merahasiakan transaksi perdagangan itu.

Karena apa yang dilakukan Pakistan itu sudah kelewatan dan menganggu keseimbangan dalam organisasi NSG. Pemerintah Barat berteriak minta Pakistan untuk bercermin diri dan tidak terus berperilaku dua muka dua, di satu sisi mengaku bertindak sesuai persyaratan NSG tetapi mengekspor bahan nuklir ke Korea Utara.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular