Oleh: Huang Xiao Yu

Untuk pertama kalinya astronom telah menemukan sebuah awan partikel besar berenergi tinggi yang disebut angin nebula di sekitar bintang neutron yang langka, atau disebut juga magnetar. Penemuan ini membantu para astronom memahami sifat, lingkungan dan sejarah magnetar, yang merupakan magnet terkuat di alam semesta.

Bintang neutron dengan magnetnya yang super kuat ini setara dengan magnet terkuat di alam semesta, dan angin nebula ini merupakan materi berbentuk awan besar yang terdiri dari partikel berenergi tinggi. Para astronom menemukan fenomena astronomi yang unik ini ketika sedang mengamati bintang neutron J1834.9-0846, yang terentang 15 tahun cahaya panjangnya di depan magnetar tersebut, demikian dirilis NASA, Rabu (22/6/2016).

J1834.9-0846 terletak sekitar 13.000 tahun cahaya di konstelasi Scutum menuju pusat galaksi kita. Ditemukan oleh satelit Swift milik NASA pada 7 Agustus 2011 lalu dalam ledakan sinar-x singkat, kemudian dikenal sebagai Swift J1834.9-0846, yakni bintang neutron atau magnetar yang memiliki medan magnet ekstrim kuat.

Perbandingan ukuran antara bintang neutron dan Manhattan。(NASA’s Goddard Space Flight Center)
Perbandingan ukuran antara bintang neutron dan Manhattan。(NASA’s Goddard Space Flight Center)

“Bagi saya pertanyaan yang paling menarik adalah, mengapa hanya magnetar ini satu-satunya yang memiliki nebula? Setelah kita tahu jawabannya, kita mungkin bisa memahami bagaimana magnetar dan pulsar itu bisa tercipta,” kata Chryssa Kouveliotou, profesor dari Departemen Fisika di George Washington University, AS.

 

Saat ini, para astronom telah mengetahui bahwa dari sekitar 2.600 bintang neutron, hanya 29 yang diklasifikasikan sebagai magnetar. Secara umum, medan magnet bintang neutron dapat mencapai 100.000.000.000 – 10.000.000.000.000 kali lebih kuat dari Bumi. Dan medan magnet yang kuat dari bintang neutron ini merupakan salah satu misteri yang belum terpecahkan.

Laporan terkait menebutkan, bahwa keunikan dari bintang neutron ini di luar konsep konvensional kita. Misalnya, kepadatan sebuah bintang neutron setara dengan 550 ribu bumi yang dikompres menjadi bola sepanjang (20 km) pulau Manhattan, New York.

Bintang neutron merupakan pulsar yang paling sering ditemui, yang menghasilkan gelombang radio, cahaya tampak, sinar-X dan sinar gamma di berbagai lokasi di sekitar medan magnet mereka. Ketika pulsar berputar ke arah Bumi, para astronom baru dapat mendeteksi emisinya.

Selain itu, partikel di sekeliling bintang neutron memiliki energi yang tinggi, atau dengan kata lain kecepatan gerak partikel sangat tinggi, kadang-kadang mendekati kecepatan cahaya. Di samping itu, jumlah partikel ini juga sangat besar, membentuk materi berbentuk awan, sehingga menjadi awan partikel. Artinya, dalam materi nebula di sekitar bintang neutron mengandung partikel berenergi tinggi yang melimpah, dan sebagian energi dari partikel-partikel ini berasal dari efek medan magnet bintang neutron.

Nebula Kepiting berdiameter 11 tahun cahaya. Gambar diambil pada akhir 1999 dan awal tahun 2000. [NASA, ESA, J. Hester dan A. Loll (Arizona State University)]
Nebula Kepiting berdiameter 11 tahun cahaya. Gambar diambil pada akhir 1999 dan awal tahun 2000. [NASA, ESA, J. Hester dan A. Loll (Arizona State University)]
Angin nebula yang paling terkenal adalah Nebula Kepiting, terletak di rasi Taurus yang jauhnya sekitar 6.500 tahun cahaya dari Bumi. Di tengah nebula terdapat partikel bermuatan listrik seperti electron dengan kecepatan tinggi, mereka bergerak hampir dengan kecepatan cahaya. Para astronom dapat menyaksikan cahaya biru yang dipancarkan nebula-nebula ini melalui pengamatan dengan teleskop radio. (Epochtimes/joni/rmat)

Makalah penelitian terkait di atas akan dipublikasikan di jurnal “The Astrophysical Journal”.

Share

Video Popular