Oleh: Chuan Ren

Menurut liputan Daily Mail Inggris, para astronom belakangan ini melalui formasi radio teleskop ALMA melakukan pengukuran massa secara akurat sebuah lubang hitam di angkasa yang jauhnya 73 juta tahun cahaya. Lubang hitam angkasa dengan massa super besar ini terletak pada pusat galaksi NGC1332, dia setara dengan 664 juta buah matahari.

Para ahli astronomi menyebutnya sebagai pengukuran krusial terhadap perbandingan antara massa galaksi dan massa lubang hitam angkasa pusat galaksi, hasil pengukuran ini akan membantu memperkirakan nasib galaksi besar alam semesta.  

Galaksi alam semesta sedang ter-reorganisir

Sejak zaman dahulu penyelidikan umat manusia terhadap alam semesta, berbagai galaksi dalam alam semesta dan lubang hitam belum pernah terhenti. Hampir dua puluh tahun belakangan ini hasil penyelidikan umat manusia terhadap alam semesta semuanya menunjukkan bahwa belakangan ini setiap galaksi alam semesta semuanya sedang mengalami reorganisasi besar-besaran. Reorganisasi galaksi yang nampak megah dan menggetarkan hati ini sepertinya sedang terus berlangsung.

Dua buah hasil pengamatan riset terhadap alam semesta independen yang diadakan pada 1998 dan 2002 membuktikan bahwa alam semesta sedang mengembang dengan pesat. Pada Februari 2004, NASA (National Aeronautica and Space Administration) memberitakan, bahwa sebuah kekuatan besar yang tidak nampak, yang disebut “Dark Energy,” sedang membuat galaksi alam semesta meninggalkan kita dengan suatu percepatan.

Pada 2008, ahli astronomi menemukan, empat spiral arms utama yang pernah ada pada  galaksi Bimasakti, sekarang tinggal dua. Pada bulan Agustus 2010, Science Daily memberitakan, ahli astronomi menemukan pada sekeliling galaksi tua terdapat gelang ultra violet misterius yang cantik, ada yang besarnya dapat mengitari beberapa galaksi. Di antaranya terdapat benda-benda angkasa dalam jumlah besar yang baru lahir. Ini berarti bahwa galaksi-galaksi tua tersebut sudah mengalami “Peremajaan (kembali menjadi muda).”

Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA): teleskop radio astronomi interferometer yang berlokasi di gurun Atacama Chili utara. (internet)
Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA): teleskop radio astronomi interferometer yang berlokasi di gurun Atacama Chili utara. (internet)
Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA): teleskop radio astronomi interferometer yang berlokasi di gurun Atacama Chili utara. (internet)
Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA): teleskop radio astronomi interferometer yang berlokasi di gurun Atacama Chili utara. (internet)

Pada Maret 2012, Phys. org internet news portal memberitakan, sekelompok relawan mendapat bantuan National Aeronautics and Space Administration melakukan pemeriksaan statistik dari Spitzer Space Telescope, pada spiral arms galaksi ditemukan lebih dari 5000 struktur “gelembung udara”. Ini adalah “hembusan” struktur debu dan gas bintang-bintang tetap yang masih muda dan bertemperatur tinggi. Gas-gas ini menunjukkan bahwa di tempat-tempat tersebut terdapat bintang-bintang tetap yang sedang dilahirkan.

Pada Oktober 2013 Space.com memberitakan, bintang tetap W26 yang 1500 kali lebih besar dari pada matahari, merupakan sebuah bintang tetap terbesar yang dikenal. Anggota riset menyatakan bahwa bintang tetap W26 sedang mendekati titik akhir hayatnya, akhirnya dia akan meledak menjadi supernova. Pada Januari 2014, para ahli astronomi mengamati sinar ledakan sebuah supernova yang mencapai bumi, dia berasal dari galaksi M82 yang berjarak kira-kira 114 ribu tahun cahaya, merupakan salah sebuah supernova yang paling dekat dan paling terang dari bumi.

Pada Juni 2015 para ilmuwan menggunakan formasi antena ALMA (Atacama Large Millimeter/submillimeter Array adalah teleskop radio astronomi interferometer di gurun Atacama Chili utara) berhasil mengamati debu galaksi dalam alam semesta yang berjarak 13 miliar tahun cahaya, menemukan bahwa galaksi muda yang terlahir di sana sedang memasuki era yang keseluruhannya baru dalam siklus kehidupan mereka.

Pada Maret 2016, menurut pemberitaan Sky & Telescope, para ahli astronomi menemukan beberapa benda angkasa dalam alam semesta tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak. Di antaranya sinyal benda langit jenis SDSSJ1011+5442 telah menghilang dengan penyebab yang tidak jelas. Juga masih ada banyak sekali benda langit seperti Mrk590, Mrk1018, NGC7603 semuanya telah menghilang secara misterius, pada tempat di ruang angkasa mereka semula berada sudah tidak lagi terdapat sinyal yang mereka pancarkan, yang mewakilinya adalah spektogram galaksi biasa.

Banyak sekali fakta yang mencerminkan bahwa alam semesta kita ini sedang mengalami reorganisasi galaksi besar-besaran, kalau ada orang yang beranggapan bahwa reorganisasi galaksi berjarak terlalu jauh dari kita, maka fakta bahwa waktu di bumi yang bertambah cepat secara menyolok adalah sangat dekat dengan kita.

Menurut para ahli pengukuran waktu NIST, untuk menyesuaikan waktu dengan standar berdasarkan rotasi bumi dan waktu atom, selama 27 tahun sejak 1972 sampai dengan 1999 telah dilakukan koreksi penambahan sebanyak 22 detik, namun sejak 1999 belum pernah dilakukan kooreksi penambahan detik, karena kecepatan rotasi bumi sekarang ini bertambah cepat secara menyolok, sekarang setiap hari setara dengan kurang dari 16 jam, jadi bukan lagi 24 jam.

Hal yang menakjubkan adalah reorganisasi besar perubahan alam semesta yang diuraikan di atas dan rotasi bumi yang bertambah cepat, waktu menjadi lebih pendek, gejala-gejala ini merata muncul setelah 1999. Sebelum ini para ahli astronomi tidak menjumpai perubahan reorganisasi alam semesta yang sedemikian kerap dan besar, rotasi bumi dipercepat secara menyolok tidak terjadi pada tahun 1999 dan sebelumnya. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa pada 1999 bagi umat manusia merupakan titik waktu yang penting, dia mewakili suatu makna yang lebih mendalam dan jauh. (pur/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular