Erabaru.net. Pasangan asal Beaconsfield, Buckinghamshire, Inggris ini diberitahu jika si kembar Leni dan Jenson yang lahir 18 bulan lalu itu adalah kembar yang tak biasa. Leni dan Jenson merupakan hasil dari fenomena langka yang disebut “superfoetion”. Superfoetion adalah sebuah kondisi di mana janin tumbuh atau terbentuk di dalam rahim ketika sudah ada satu janin lain yang lebih dulu tumbuh.

Wanita berumur 36 tahun itu memutuskan mendatangi rumah sakit karena dokter sempat menduga jika dalam tubuh Susie terdapat kista pada ovariumnya sehingga harus segera dioperasi, namun begitu Susie menjalani pemeriksaan menjelang operasi, dokter malah menemukan jika wanita ini tengah hamil lagi. Usia kandungannya saat itu sudah enam pekan.

Satu minggu pasca pemeriksaan kemudian, dokter mendengar dua detak jantung dalam rahim Susie, dan mengatakan bahwa janin yang ada dalam kandungannya adalah kembar. Sang dokter juga mengatakan bahwa kedua janin Susie itu memiliki ukuran yg berbeda, dua minggu kemudian setelah diperiksa kembali, ia diberitahu ukuran kedua janin itu dibuahi dengan jarak 10 hari, salah satunya lebih kecil, belakangan baru diketahui perbedaan ukuran kedua janin itu adalah sebuah fenomena langka yang disebut “superfoetion”.

Dokter melihat kedua janin itu memiliki ukuran yg berbeda, salah satunya lebih kecil. (mydrivers.com)
Dokter melihat kedua janin itu memiliki ukuran yg berbeda, salah satunya lebih kecil. (mydrivers.com)

Pertumbuhan kedua saudara kandung itu berkembang baik, meski janin yang dibuahi belakangan tetap lebih kecil dari sang kakak. Kembar laki-laki dan perempuan itu akhirnya lahir pada bulan Desember 2014 lalu. Kedua janin itu memiliki perbedaan 10 hari usia kehamilan. Susie bahkan mengatakan: “Saya tak menyangka bisa melahirkan anak seperti ini.” Saat hamil dan janin terbentuk dalam rahim, ternyata masih ada satu janin lain lagi dalam kandungan. Ini jelas bertentangan dengan pengetahuan dasar manusia, juga berlawanan dengan teori kehamilan fisiologis saat ini.

Superfoetion merupakan fenomena kembar fraternal atipikal, kasus serupa seperti fenomena “kembar dua ayah”, “kembar hitam dan putih”, sementara dalam dunia medis dikenal sebagai Superfecundation (bayi kembar beda ayah). Superfecundation bisa diidentifikasi melalui tes DNA untuk konfirmasi, sehingga ini merupakan fakta ilmiah yang bisa dipastikan. Secara teoritis, sel telur dapat bertahan hidup sekitar 18-24 jam setelah terlepas dari ovarium, sedangkan sperma dapat bertahan hidup selama 6-7 hari di dalam tubuh wanita.

Oleh karena itu, selama dalam satu siklus menstruasi wanita melepaskan dua sel telur, dan berovulasi dalam jangka waktu tertentu bersetubuh dengan laki-laki yang tidak sama, maka sangatlah mungkin dua sel telur itu masing-masing dibuahi dan berkembang. Karena saat ini belum ada suatu metode yang akurat untuk bisa dengan pasti menentukan secara akurat perkembagan embrio atau janin di usia kehamilan, jadi tidak peduli apakah sebelum atau setelah lahir, Superfecundation hanya bersifat dugaan gugaan atau spekulasi, dan ini merupakan misteri di dunia medis. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular