Erabaru.net. Permen karet telah disarankan sebagai alat bantu untuk mengurangi keinginan makanan dan makan lebih sedikit, yang akhirnya akan menurunkan berat badan.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk hal ini, dan penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa permen karet mempunyai dampak yang kecil dalam menurunkan berat badan.

Permen karet tidak mengurangi rasa lapar atau asupan makanan

Permen karet. (Re_sky/Shutterstock)
Permen karet. (Re_sky/Shutterstock)

Penelitian baru dilakukan untuk menentukan apakah benar permen karet mengurangi keinginan untuk makan, mengurangi rasa lapar dan mengurangi banyaknya makanan yang dimakan.

Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa individu yang mengunyah permen karet dan mengurangi sesi makan, malah makan dengan porsi lebih banyak tapi kurang bergizi dibandingkan dengan individu yang tidak mengunyah permen karet.

Penelitian kedua menemukan bahwa individu yang mengunyah permen karet kurang makan buah dan lebih banyak makan makanan siap saji seperti keripik kentang dan permen karena rasa mint di gusi membuat buah dan sayuran terasa pahit. Peneliti menyimpulkan:

“Penelitian ini menunjukkan tidak terbukti bahwa mengunyah permen karet akut atau kronis akan mengurangi rasa lapar atau asupan energi. Bahkan, mengunyah permen karet rasa mint dapat mengurangi keinginan makan buah sehingga mengurangi kualitas diet. “

Mengapa permen karet berefek buruk untuk pencernaan

Permen karet.(Tim Boyle/Getty Images)
Permen karet.(Tim Boyle/Getty Images)

Tubuh dirancang untuk mengaktifkan pencernaan melalui mengunyah. Sebuah refleks neurologis yang dikoordinasikan secara hati-hati mengaktifkan produksi enzim ketika mengunyah.

Namun, mengunyah tanpa makan makanan dapat menjadi kontraproduktif. Ketika mengunyah permen karet, Anda mengirimkan sinyal fisik tubuh bahwa makanan akan memasuki tubuh. Oleh karena itu ketika Anda mengunyah permen karet, enzim dan asam yang diaktifkan akan dilepaskan, tapi tanpa makanan yang akan dicerna.

Hal ini dapat menyebabkan kembung, kelebihan produksi asam lambung, dan memperburuk kemampuan tubuh untuk menghasilkan sekresi pencernaan yang memadai ketika Anda benar-benar makan makanan.

Selain itu, permen karet dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot rahang (jika Anda mengunyah di satu sisi lebih aktif daripada sisi yang lain) dan bahkan menyebabkan gangguan sendi temporomandibular rahang, yang dapat mengakibatkan nyeri kronis yang menyakitkan.

Sebaiknya Anda tidak mengunyah permen karet, tetapi jika Anda tetap ingin mengunyah permen karet, maka lakukan hanya kadang-kadang atau tepat sebelum makan ketika stimulasi asam dan enzim benar-benar bermanfaat.

Permen karet bebas gula merusak gigi

Anda mungkin berpikir tidak ada salahnya mengunyah permen karet bebas gula, karena tidak ada gula yang merusak gigi. Xylitol gula alkohol, yang populer dalam makanan bebas gula, bahkan ditemukan untuk memerangi kerusakan gigi. Namun, label “bebas gula” seharusnya tidak secara otomatis diartikan “aman untuk gigi”.

Permen karet bebas gula walaupun mengandung xylitol untuk mencegah gigi berlubang, sering mengandung perasa asam dan pengawet yang menyebabkan erosi gigi. Tidak seperti gigi berlubang, erosi gigi adalah proses melarutkan gigi (dekalsifikasi incremental) dari waktu ke waktu.

Pemanis buatan: alasan lain untuk menghindari permen karet bebas gula

Ada risiko kesehatan lain untuk pemanis buatan yang biasa digunakan dalam permen karet bebas gula. Aspartam, misalnya, dimetabolis dalam tubuh menjadi alkohol kayu (racun) dan formaldehid (yang merupakan karsinogen yang digunakan sebagai cairan pengawet dan tidak dapat dihilangkan dari tubuh melalui penyaringan limbah yang normal yang dilakukan oleh hati dan ginjal). Hal ini dikaitkan dengan cacat lahir, kanker, tumor otak dan peningkatan berat badan.

Sucralose (Splenda), pemanis buatan lain yang umum digunakan dalam permen karet, telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA- BPOM Amerika Serikat) hanya berdasarkan dua penelitian terhadap manusia, terlama hanya berlangsung empat hari – meskipun penelitian terhadap binatang menunjukkan bahwa sucralose terkait dengan penurunan sel darah merah (tanda anemia), infertilitas pria, ginjal membesar, aborsi spontan dan peningkatan angka kematian.

Selanjutnya, mengonsumsi pemanis buatan dapat menyebabkan perubahan biokimia tubuh yang mengakibatkan penambahan berat badan. Penelitian melihat masalah ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa pemanis buatan justru menyebabkan kenaikan berat badan lebih besar daripada gula dengan cara merangsang nafsu makan, meningkatkan keinginan makan karbohidrat, dan merangsang penyimpanan lemak.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular