JAKARTA – Masyarakat diajak untuk mengugat Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dikarenakan adanya vaksin palsu yang sempat beredar di tengah masyarakat selama 13 tahun. Yayan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan siap untuk memfasilitasi atas gugatan yang diajukan oleh masyarakat.

“Terkait hal ini, YLKI mendorong dan mengajak masyarakat untuk melakukan gugatan class action yang ditujukan kepada Kemenkes, Badan POM dan institusi terkait lainnya,” kata Pengurus YLKI, Tulus Abadi dalam keterangannya, Selasa (28/6/2016).

Menurut Tulus, gugatan ini lebih khususnya bagi orang tua yang anaknya dilahirkan pada kisaran sepanjang 2004 ke atas. Pasalnya, anak-anak dengan kelahiran 2004 seterusnya berpotensi menjadi korban vaksin palsu.

YLKI dalam pernyataan juga menyatakan siap memfasilitasi gugatan class action tersebut, guna memberikan pelajaran kepada pemerintah karena lalai tidak melakukan pengawasan, dan masyarakat menjadi korban akibat kelalaian.

Tulus menegaskan, kasus terkuaknya vaksin palsu tidak bisa dianggap main-main. Sebab dampak dari vaksin palsu bisa berjangka panjang dan fatal. Menurut dia, tidak cukup hanya pelakunya yang diberikan sanksi pidana. Namun pemerintah sebagai regulator juga harus bertanggungjawab dan dikenai sanksi.

Bentuk pertangungjawaban dari pemerintah, ujar Tulus, dikarenakan terjadinya praktek  pemalsuan tersebut dalam jangka lama. Bahkan vaksin palsu tersebut sudah beredar ke seluruh Indonesia. YLKI menilai Kemenkes dan Badan POM tak menjalankan fungsinya, sesuai kapasitas yang dimilikinya.

YLKI mengingatkan, penggunaan vaksin selama ini tidak bisa langsung oleh masyarakat, tetapi melalui institusi dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, YLKI menilai institusi kesehatan mutlak untuk dimintai pertanggungjawaban karena telah memberikan vaksin palsu pada pasiennya.

“Ini juga menunjukkan adanya pengadaan barang/jasa yang tidak beres, tidak melalui proses tender yang benar, dan berpotensi adanya tindakan koruptif oleh pejabat pembuat komitmen di Kemenkes,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular