Oleh: Ye Yu Huan

Sebongkah tengkorak ganjil yang ditemukan pada 80 tahun silam telah menarik perhatian para ilmuwan. Apakah ini adalah bukti adanya campuran spesies antara manusia dengan alien, atau akibat dari perubahan genetik manusia.

Melansir laman “Bild” Jerman, bongkahan tengkorak tersebut ditemukan pasutri Amerika di dalam sebuah tambang di Meksiko pada 1930. Selama ini, mereka menyimpan tengkorak itu, hingga 1999, keturunan mereka baru menyerahkannya kepada peneliti. Saat itu, masih ada sebongkah kerangka di samping tengkorak, kerangka itu sekilas tampak tidak ada bedanya dengan kerangka manusia biasa.

Llyod Pye, seorang ilmuwan Amerika meyakini bahwa tengkorak yang tampak ganjil itu merupakan bukti adanya campuran spesies antara manusia bumi dengan alien. Ia berharap hasil uji coba laboratorium terbaru dapat mendukung penilaiannya.

Uji coba awal (termasuk scanning CAT, X-ray, pengukuran isotop) menunjukkan bahwa spesies tersebut hidup sekitar 900 tahun yang lalu. Makhluk itu meninggal saat berusia sekitar lima tahun. Tengkorak yang ditemukan itu sangat besar, lebih besar 400 cc (cm3) dari tengkorak manusia normal. Kepadatan tulang juga lebih besar 50% dari kepadatan manusia normal.

Selain itu, lekuk matanya berbentuk bulat lonjong, sangat datar. Garis dari saraf matanya juga tidak sama dengan manusia, tidak ada sinus frontal. Hasil tes DNA hanya dapat mengidentifikasi bahwa ibu dari si mati adalah murni manusia bumi, sementara DNA ayahnya tidak bisa diidentifikasi. Menurut pandangan Pye, selain bentuk tengkoraknya yang ganjil, satu lagi bukti lain menunjukkan ayahnya adalah sesosok alien.

Namun, para kritikus meragukan pandangan Pye. Menurut hipotesa mereka, tengkorak yang ganjil itu tak lebih hanyalah akibat dari mutasi gen, misalnya penderita progeria (penyakit kelainan genetika yang langka dan mematikan, yang juga akan membuat fisik bayi menua terlalu cepat). Penyakit yang tak terobati ini akan membuat laju penuaan seseorang jauh lebih cepat dari kecepatan normal. Ada yang bahkan 10 kali lebih cepat, dan penyakit ini juga akan membuat tengkorak seseorang jauh lebih besar dari ukuran normal manusia umumnya.

Namun, Pye meyakini bahwa itu adalah akibat dari budaya manusia purba yang mendapat pengaruh alien. Oleh karena itu, Pye akan melakukan tes DNA lagi sebagai bukti konklusif dari teorinya, yakni campuran spesies alien dengan manusia bumi. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular