JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus suap untuk rencana 12 proyek ruas jalan di Sumatera Barat agar dibiayai pemerintah pusat melalui APBN-Perubahan 2016.

Penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan penangkapan yang dilakukan. Dalam kasus ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan 5 orang sebagai tersangka.

Kelima tersangka tersebut adalah anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana (IPS), Noviyanti (Nov) selaku staf Putu di Komisi III DPR RI, Suhemi diduga perantara, seorang pengusaha bernama Yogan Askan (YA) dan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang dan Pemukiman Pemerintah Sumatera Barat Suprapto.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan tersangka IPS selaku Anggota DPR RI bersama-sama dengan NOV dan SUH diduga menerima hadiah atau janji dari YA dan SPT. Menurut Basaria, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait pengurusan anggaran di DPR untuk alokasi Provinsi Sumatera Barat pada APBN-P tahun 2016.

KPK menetapkan Tersangka IPS, NOV dan SUH yang diduga sebagai pihak penerima, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sementara, tersangka YA dan SPT diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Kronologi kejadian, KPK menangkap 6 orang dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (28/6/2016) dari 4 lokasi terpisah.  Awalnya sekitar pukul 18.00 WIB KPK mengamankan pasangan NOV dan MCH di kediaman keduanya di kawasan Petamburan, Jakarta barat.

Dari NOV, Penyidik menyita 3 bukti transfer dan struk ATM berjumlah total Rp500 juta. Kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, Penyidik KPK mengamankan IPS di Perumahan Anggota DPR RI di Ulujami, Jakarta dan menyita uang dalam pecahan SGD1000 berjumlah total SGD40.000.

Sementara, di Padang, Sumatera Barat, sekitar pukul 23.00 WIB penyidik KPK juga mengamankan 2 orang lainnya, yaitu YA dan SPT. Keduanya kemudian dibawa ke Polda Sumatera Barat untuk menjalani pemeriksaan sebelum kemudian diterbangkan ke Kantor KPK di Jakarta pada Rabu (29/6/2016) pagi.

Dalam kasus ini, penyidik KPK juga bergerak ke Tebing Tinggi, Sumatera Utara untuk mengamankan SUH pada Rabu (29/6/2016) sekitar pukul 3 dini hari. Pada hari yang sama, SUH diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. (asr)

Share

Video Popular