Para astronom menemukan dunia misterius mengorbit begitu dekat dengan matahari itu diduga pasti akan hancur,  sebuah planet raksasa dengan orbit ‘mustahil’. Orbit ini menempatkan dua badan itu begitu dekat satu sama lain dimana planet pasti hancur oleh interaksi pasang surut, tetapi, entah bagaimana ia berhasil bertahan hidup.

Disebut K2-39b, planet ekstrasurya yang pertama kali ditemukan oleh Kepler NASA tersebut memiliki periode orbit terpendek yang pernah dikenal dari planet manapun dekat bintang subgiant.

K2-39b memiliki periode orbit hanya 4,6 hari. Orbit yang begitu pendek sekitar bintang subgiant sangat langka, dan para peneliti mengatakan hanya ada segelintir kasus yang diketahui untuk menjadi demikian.

Diperkirakan bahwa jenis-jenis planet ini dapat secara pasang surut hancur sebagai bintang tumbuh, atau bahwa kelangkaan adalah hasil dari massa yang lebih tinggi membesarkan bintang subgiant daripada deretan bintang-bintang besar.

planet ektrasurya
K2-39b memiliki periode orbit hanya 4,6 hari. Memiliki orbit yang demikian pendek di sekitar bintang subgiant adalah sangat langka, dan para peneliti mengatakan hanya ada segelintir kasus yang diketahui untuk menjadi serupa itu.

“Alasan untuk ini kurang dipahami, tetapi mungkin mencerminkan perbedaan peristiwa di dalam planet sekitar bintang yang mempunyai massa relatif tinggi yang telah disurvei, atau mungkin hasil dari penghancuran pasang surut planet tersebut,” para peneliti mencatat penelitiannya, yang diterbitkan baru-baru di jurnal “arXiv”.

Setelah calon planet tersebut pertama kali terlihat, peneliti mengemukakan untuk mengkonfirmasi statusnya sebagai planet.

Hal ini dilakukan dengan menggunakan spektrograf High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (Harps) pada teleskop ESO 3.6m di La Silla Chile, bersama dengan Nordic Optical Telescope di La Palma, Kepulauan Canary, dan teleskop Magellan II di Las Campanas Observatory di Chile.

Para peneliti menentukan bahwa K2-39b adalah 50 kali lebih besar dari bumi, dan memiliki radius sekitar delapan kali lebih besar. Mengingat massa K2-39b ini dan kedekatan orbitnya, para peneliti memperkirakan ia akan mati di sekitar 150 juta tahun.

“K2-39b adalah sedikit dari ‘makhluk khusus’, karena periode planet yang begitu pendek, mengorbit luas, mengevolusi bintang-bintang, dan cukup langka,” kata Vincent Van Eylen dari Universitas Aarhus di Denmark, yang memimpin studi tersebut, mengatakan pada Phys.org.

Mereka juga melaporkan bahwa mungkin ada planet kedua dalam system itu, salah satu yang lebih besar dan lebih jauh dari bintang tersebut, akan tetapi, ini belum dikonfirmasi dengan data yang tersedia. (ran)

Share

Video Popular