oleh Zhuang Zhengming

Baru-baru ini media asing mengungkapkan bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menginstruksikan bawahan untuk mencetak dalam jumlah besar uang kertas  Renminbi palsu guna disalurkan ke Tiongkok melalui strategi ‘3 jalur’ yang mereka buat.

Associated Press mengutip laporan media Korea Selatan ‘Newses’ memberitakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari sumber terpercaya di Korut kepada  cendekiawan asal Korut yang bergabung dalam wadah pemikir NKIS (North Korea Intellectuals Solidarity) di Korea Selatan, uang palsu Renminbi itu dicetak oleh sebuah percetakan khusus uang palsu yang terletak di P’yŏngan-nam do, kota Pyongsong, Korea Utara.

Menurut sumber di NKIS bahwa percetakan itu mulai memproduksi uang kertas palsu dalam skala besar pada tahun 2013, uang-uang palsu tersebut kemudian ‘disetorkan’ ke dalam akun rahasia milik bendahara pusat Partai Buruh Korea Utara yang diberi nama ‘ Galaxy’ . Akun tersebut dikelola oleh orang-orang pilihan Kim Jong-un yang dipercaya mampu melaksanakan ketiga strattegi penyaluran yang sudah dijabarkan oleh Kim sendiri, yaitu pertama, uang kertas palsu hanya diedarkan di dalam negeri Korut untuk menjajaki sejauh mana ‘penerimaan’ masyarakat, apakah sama dengan aslinya.

Disebutka juga, Kemudian mereka mengirim uang kertas palsu itu ke negara ketiga untuk mendeteksi ‘penerimaan’ masyarakat internasional, apakah cukup aman untuk diedarkan. Setelah kedua langkah itu dianggap OK, maka ‘uang’ itu disalurkan ke Tiongkok dalam jumlah besar.

Korea Utara memanfaatkan perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dagang dengan kedutaan mereka di luar negeri untuk membangun saluran devisa tersendiri. Mereka juga melakukan kerjasama dengan organisasi kriminal asing untuk menyalurkan uang kertas palsu Renminbi dan lainnya ke dalam pasar keuangan.

Akhir tahun lalu Bank Sentral Tiongkok baru mengedarkan uang kertas Renminbi bernominal 100 versi baru, tetapi bulan Maret tahun ini sudah ada uang kertas versi baru palsu yang beredar di Tiongkok. Pada saat itu, media mengutip sumber mengatakan bahwa pembuatan uang palsu itu sudah tergolong canggih, besar kemungkinan diproduksi di Korut.

‘Korut sebagai pembuat uang kertas palsu’ sudah lama diketahui orang. Pada bulan Mei 2012, dalam situs milik Kantor Keamanan dan Ketertiban Umum wilayah Tongzhou, Beijing disebutkan bahwa uang kertas palsu buatan Korea Utara sudah sulit untuk dibedakan dengan aslinya karena memiliki warna, suara, rasa jari tangan ketika dipegang yang nyaris sama.

NKIS juga mengungkapkan, beberapa orang warga Korut tertangkap dan didakwa di Beijing pada bulan Mei tahun ini karena mengedarkan uang Dollar AS palsu.

Media Hongkong juga pernah melaporkan bahwa Korea Utara memiliki teknik membuat uang kertas palsu kelas dunia, mereka sudah mampu uang kertas palsu yang beredar luas  seperti Renminbi, Dollar AS, Yen Jepang.

Seorang pejabat Korea Utara untuk kota Dandong, Tiongkok berhasil ditangkap polisi Tiongkok bersama sejumlah batangan emas dan uang kertas Renminbi palsu yang berjumlah 30 juta pada 12 Juni 2016 tengah malam.

Media Korea Selatan ‘JoongAng Ilbo’ mengutip ucapan sumber mengungkapkan bahwa pejabat Korut itu ditangkap karena terlibat kasus uang kertas Dollar AS palsu. Pejabat tersebut ditangkap ketika hendak mendepositokan RMB 30 juta ke dalam rekeningnya di sebuah Bank di Tiongkok hasil penukaran dari USD. 5 juta yang ia bawa. Tetapi petugas Bank menemukan uang-uang palsu itu ditolak oleh mesin registrasi saat melayaninya.

Pejabat berwenang dari dinas intelijen Korea Selatan mengatakan, rumor tentang kasus pengedaran uang kertas palsu oleh perusahaan-perusahaan Korut di kota Dandong sering terdengar belakangan ini. Menurutnya, mungkin saja uang-uang kertas palsu itu sengaja diedarkan oleh mereka untuk menutupi kekurangan Dollar, dan kesulitan ekonomi yang dialami Korut karena sanksi internasional. (Sinatra/asr)

Share

Video Popular