Erabaru.net. Rambut rontok adalah umum terjadi  dan tidak hanya di kalangan kaum pria. Wanita juga dapat mengalami kerontokan rambut, yang terlihat sangat nyata.

Kebanyakan orang menghubungkan kerontokan rambut dengan pria, namun kebotakan dapat menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Memahami mengapa terjadi kerontokan rambut akan membantu Anda dalam mengatasi masalah ini.

Berikut adalah 7 sebab mengapa terjadi kerontokan rambut:

Terlalu banyak vitamin A

Vitamin A adalah salah satu vitamin terbaik untuk kesehatan secara keseluruhan, terutama untuk kulit dan rambut. Namun, terlalu banyak vitamin A adalah hal yang buruk.

Vitamin yang larut dalam lemak ini dapat menyebabkan kerontokan rambut jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu tinggi yaitu lebih dari 5.000 IU (untuk orang dewasa) per hari.

Untungnya, dengan mengurangi asupan vitamin A akan mencegah kerontokan rambut.

Kekurangan protein

Kerontokan rambut biasanya muncul dalam waktu 3 bulan setelah pengurangan asupan protein. (Jeshoots / pexels)
Kerontokan rambut biasanya muncul dalam waktu 3 bulan setelah pengurangan asupan protein. (Jeshoots / pexels)

Rambut sebenarnya terbuat dari protein, sehingga mengonsumsi protein yang cukup adalah kunci untuk memiliki rambut sehat.

Jika tidak cukup tersedia protein dalam tubuh, maka produksi rambut berhenti karena untuk mempertahankan kadar asam amino yang terbatas dalam tubuh.

Kerontokan rambut biasanya muncul dalam waktu 3 bulan setelah pengurangan asupan protein, tetapi dapat dengan mudah diatasi dengan makan lebih banyak protein.

Stres atau trauma

Pada waktu terjadi stres secara emosional, mental ataupun fisik atau trauma dapat menyebabkan kerontokan rambut, karena stres atau trauma menyebabkan folikel rambut memasuki telogen – atau “beristirahat” – fase di mana tidak ada rambut yang tumbuh.

Biasanya rambut akan rontok setelah stres atau trauma telah berlalu (3 sampai 6 bulan) tapi rambut akan tumbuh kembali setelah tubuh pulih dari stres.

Mempertahankan tingkat stres yang rendah dan meluangkan waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh fisik membantu menghindari kerontokan rambut.

Mempertahankan tingkat stres yang rendah dan meluangkan waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh fisik akan membantu menghindari kerontokan rambut. (Joshua Earle / Unsplash)
Mempertahankan tingkat stres yang rendah dan meluangkan waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh fisik akan membantu menghindari kerontokan rambut. (Joshua Earle / Unsplash)

Menopause dan kehamilan

Menopause dan kehamilan adalah dua tahap dalam kehidupan seorang wanita di mana kadar hormonnya berubah drastis.

Hormon selama kehamilan dapat menyebabkan limbah telogen atau kerontokan rambut sebagai akibat dari stres fisik yang terjadi pada tubuh seorang wanita. Selama menopause, produksi androgen (hormon pria) meningkatkan yang menyebabkan rambut rontok.

Rambut yang rontok selama kehamilan biasanya akan tumbuh kembali, tapi rambut yang rontok selama menopause tidak akan tumbuh kembali.

Genetik

Bagi individu yang memiliki riwayat genetik pola kebotakan laki-laki atau perempuan, maka dijamin akan mengalami kerontokan rambut. 66% pria menderita kebotakan, dan untuk sebagian besar dari mereka, itu akibat dari riwayat keturunan. Pada wanita yang terdapat riwayat keturunan kebotakan dalam keluarganya maka akan menderita pola kerontokan rambut yang sama.

Kekurangan zat besi

Zat besi diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah, dan kurangnya zat besi (anemia) dapat menyebabkan rambut rontok.

Tanpa sel darah yang cukup, tubuh tidak dapat mengangkut oksigen dan nutrisi dengan baik – sehingga rambut menjadi lapar dan rontok.

Mengonsumsi suplemen zat besi biasanya dapat menangani kerontokan rambut dan efek lain dari kekurangan zat besi, seperti kelelahan atau kelemahan.

Kekurangan vitamin B

Vitamin B sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan, dan kekurangan vitamin B menyebabkan berbagai masalah, termasuk sesak napas, mudah memar, dan bahkan kerontokan rambut.

Kekurangan vitamin B menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik dan folikel rambut menderita kekurangan vitamin B.

Mengonsumsi lebih banyak vitamin B melalui makanan yang kaya akan vitamin B (ragi merupakan sumber yang sangat baik) maupun suplemen vitamin B kompleks dapat mencegah kerontokan rambut.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular