Melansir laman ViralNova.com (2/6/2016), mungkin cukup banyak dalam bayangan kita tentang suasana atau gambaran dari akhir dunia, salah satunya adalah pembalikan kutub magnetik atau medan magnet bumi, yang menyebabkan kehancuran Bumi dan kepunahan manusia. Meskipun para ilmuwan mengatakan kecil kemungkinannya akan terjadi kehancuran bumi dan kepunahan manusia, namun, mereka sepakat bahwa terjadinya pembalikan kutub bumi itu sangat mungkin, setidaknya itulah yang mereka pikirkan saat ini.

Data yang dirilis European Space Agency baru-baru ini menunjukkan bahwa medan magnet bumi melemah di wilayah tertentu, sementara di daerah tertentu lainnya menguat. Data-data ini dikumpulkan dari satelit Swarm milik European Space Agency, trio satelit tersebut digunakan terutama untuk melacak dan mengukur intensitas, arah dan perubahan medan magnet bumi.

Secara keseluruhan, nilai pengukuran terbaru dari tingkat pelemahan medan magnet adalah lima persen setiap tahun, dan perubahan ini sekitar 10 kali lipat dari perkiraan sebelumnya. Namun, pelemahan ini tidak seragam, karena ada wilayah yang melemah lebih cepat, sementara medan magnet di daerah tertentu justru menguat.

Data yang dikumpulkan dengan jelas menunjukkan bahwa medan magnetik telah melemah sekitar 3,5% di lintang tinggi Amerika Utara, sementara medan magnet di wilayah Asia menguat sekitar 2%. Area medan magnetik terlemah yang disebut South Atlantic Anomaly, perlahan-lahan telah bergerak ke arah Barat dan melemah sekitar 2%.

Data pengukuran terbaru yang dirilis itu menunjukkan bahwa di masa depan kutub magnetic mungkin akan terbalik. Fenomena ini terjadi sekitar 10.000 tahun sekali, pembalikan kutub magnetic pernah terjadi pada Zaman Batu. Proses pembalikan menyeluruh ini akan berlangsung ratusan hingga ribuan tahun.

Jadi, sejauh ini kita belum tahu persis apa dampaknya pembalikan itu terhadap kehidupan kita sekarang. Meskipun beberapa ahli teori kiamat menuturkan bahwa pembalikan kutub magnetic menandakan akhir dari kehidupan bumi, namun, menurut sejumlah ahli geografi bahwa dampak yang paling serius mungkin perlu mengatur ulang semua kompas di planet ini.

Pengetahuan masyarakat terhadap efek dari kutub magnetik tidak cukup komprehensif, sejauh ini kita hanya tahu bahwa medan magnet bumi melindungi kita dari badai matahari dan radiasi kosmik. Meskipun kita tahu logam cair dalam inti bumi itu menghasilkan medan magnet karena rotasinya, namun, mekanisme spesifik di dalamnya itu masih perlu diteliti lebih lanjut.

Kutub bisa terbalik jika susunan atom besi yang ada di lapisan dalam Bumi pun berubah, seperti magnet-magnet kecil yang berubah arah. Jika susunan atom-atom besi ini berubah, maka secara umum medan magnet Bumi pun akan mengalami perubahan.

Tapi untuk sekarang ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, perubahan medan magnet Bumi masih belum menimbulkan bahaya yang besar. ESA akan terus memantau medan magnetik Bumi menggunakan trio satelit Swarm miliknya. Satelit ini dilengkapi dengan magnetometer vektor yang mampu merasakan medan magnet Bumi dari ketinggian orbit planet kita. (Jhon/asr)

Share

Video Popular