Oleh : Tara Macisaac

David Paulides, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menegakkan hukum di AS, telah menganalisis kasus orang hilang di seluruh Amerika Utara dan telah menemukan sejumlah kesamaan yang mengejutkan.

Pemerintah setempat biasanya melihat kasus ini dari perspektif lokal, tetapi Paulides telah melakukan penelusuran kembali untuk melihat bagaimana semua bagian-bagian kasus itu menjadi sebuah teka-teki besar. Dan dia telah menemukan bahwa teka-teki itu memang membingungkan.

“Ini seperti sesuatu yang keluar dari X-file,” kata Paulides saat berbicara di Universitas Toronto, Kanada, pada 21 Mei 2016 lalu. Dia telah mengumpulkan sekitar 2.000 kasus yang memiliki sisi misteri dan karakteristik yang serupa.

Mereka umumnya terjadi di daerah tertentu, khususnya di sekitar wilayah perairan dan di taman nasional. Jika orang-orang yang ditemukan masih hidup, mereka seringkali mengalami hilang ingatan. Jika mereka ditemukan mati, penyebab kematiannya sulit ditentukan. Orang-orang yang hilang itu kadang-kadang ditemukan di daerah yang tampaknya tidak bisa dicapai dengan berjalan kaki, atau mereka ditemukan di lokasi yang telah dilakukan pencarian.

Paulides memberi contoh seorang anak kecil yang tubuhnya ditemukan tergeletak di batang pohon tumbang. Pohon ini tergeletak di tengah-tengah para pencari jejak yang telah diambil beberapa hari lalu sebelum tubuh itu akhirnya muncul di sana.

Orang yang hilang itu seringkali kehilangan pakaian dan sepatu. Pencarian dan penyelamatan oleh anjing pelacak secara aneh tidak dapat mencium aroma sang korban, ujar Paulides. Beberapa pawang anjing telah mengatakan kepada Paulides bahwa anjing pelacaknya bertindak aneh, seperti berjalan-jalan kecil, berputar-putar, lalu duduk.

Para penyidik tidak menemukan jejak apa pun dan insiden seringkali terjadi di daerah yang tidak memiliki ancaman dari satwa liar yang berbahaya, selain itu tubuh yang ditemukan juga tidak ada tanda bekas dianiaya.

Orang-orang yang hilang seringkali berada di dua ujung spektrum kapasitas mental, yaitu yang memiliki disabilitas atau jenius, menurut Paulides. “Di sini yang saya bicarakan adalah tentang jenius yang super brilian,” tambahnya.

Para sahabat dari orang-orang yang hilang itu seringkali mengatakan, “Entah bagaimana, kami baru saja berpisah.”

Paulides membahas puluhan kasus yang telah diselidiki. Dia telah memperoleh laporan resmi melalui permintaan Freedom of Information Act (FOIA), beberapa di antaranya sangat dirahasiakan. Dia telah berbicara dengan para peneliti lokal tentang kasus, mewawancarai saksi, dan berkonsultasi dengan pemeriksa medis. Namun, ia memberi catatan: “Saya hanya berbicara tentang sekitar 2 persen dari 2.000 kasus saya yang sudah didokumentasikan.”

Penyelidikannya dimulai pada 2009, ketika ia sudah pensiun dari kepolisian San Jose. Dua penjaga taman yang telah bekerja di beberapa taman mengatakan bahwa mereka percaya banyak keanehan dari kasus orang hilang di taman yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

Sejak itu, Paulides telah memperluas pencarian untuk daerah perkotaan dimana ia telah menemukan berbagai kasus dengan karakteristik yang sama. Dan mereka tidak semuanya terjadi di zaman modern, dia pun meneliti jauh hingga abad ke-19 dan menemukan kasus orang hilang yang serupa.

Ditemukan di lokasi yang tak terduga

Paulides memberikan beberapa contoh tentang orang yang berada di satu tempat pada suatu saat, dan tak lama kemudian telah berada di tempat yang jauh. Dalam kasus dua balita, karakteristik yang membingungkan ini sangat lazim, karena balita jelas tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan perpindahan tempat ke jarak yang sangat jauh seorang diri.

Pada 13 Juli 1957, David Allen Scott (2) hilang di daerah Twin Lakes di Pegunungan Sierra Nevada, AS. Ayahnya sempat melihatnya, sebelum pergi ke tendanya sejenak, dan ketika ia keluar anak itu sudah hilang.

Daerah itu tidak memiliki banyak penghalang, sehingga daya pandang dapat melihat hingga ke tempat yang jauh, namun para pencari tidak bisa menemukan anak itu sampai tiga hari kemudian, setelah naik satu sisi dari gunung di dekatnya, turun di sisi lainnya, dan sampai di sisi gunung lain.

“Dia hampir tidak bisa berjalan sendiri,” kata Paulides. Jelas, Scott tidak melakukan perjalanan itu sendiri.

Sedangkan balita berusia 2 tahun lainnya, Keith Parkins, hilang di dekat rumahnya di Ritter, Oregon, AS, pada 10 April 1952. Dia berlari di sekitar gudang dan tidak terlihat lagi sampai ia ditemukan hidup 19 jam kemudian sekitar 24 km jauhnya, dengan wajah terbenam pada es di atas sebuah kolam yang membeku.

Berhubungan dengan air

Orang-orang yang hilang itu seringkali ditemukan di dekat wilayah perairan, namun mereka tidak tenggelam, kata Paulides. Banyak kasus yang telah diperiksa oleh Paulides tidak hanya berlangsung di sekitar Great Lakes, tetapi juga di seluruh wilayah perairan di daerah perkotaan dan lainnya.

Jelani Brinson, seorang bintang sepak bola kampus berusia 24 tahun ditemukan di sebuah kolam lapangan golf di Anoka, Minnesota, AS. Dia hilang dari rumah temannya pada 17 April 2009, pukul 10.30. Penyidik menemukan topinya dalam jarak yang dekat dengannya, sedangkan sepatunya ditemukan di tempat lain.

Daerah itu telah mengalami hujan selama berhari-hari dan lapangan golf juga berlumpur, namun kaus kaki Brinson tetap bersih. Sepertinya dia tidak berjalan di sana, tetapi ditempatkan di kolam itu oleh “seseorang”.

“Dia tidak mati tenggelam,” kata Paulides. Penyebab kematiannya masih belum ditentukan. Selanjutnya, ia adalah satu kematian di antara banyak kasus yang diidentifikasi oleh Paulides di daerah itu.

Paulides telah menulis beberapa buku tentang penyelidikannya, termasuk, Missing 411: A Sobering Coincidence yang berkaitan dengan laki-laki muda yang menghilang di perkotaan dekat perairan. Sebagian besar kasus terjadi di Minnesota dan Wisconsin, AS.

Biasanya, anak-anak muda setelah minum- minum di sebuah bar dengan teman-temannya kemudian tidak ada yang melihat mereka pergi. Hari berikutnya mereka ditemukan mati di dalam air. Meskipun analisis sederhana dapat mengasumsikan bahwa mabuk atau keracunan alkohol yang menyebabkan orang jatuh ke dalam air dan tenggelam, namun Paulides mengatakan itu tidak sesederhana itu.

Misalnya, sering terjadi bahwa seorang pemuda yang hilang selama beberapa hari telah ditemukan, namun petugas dapat melihat bahwa tubuh itu berada dalam air hanya selama beberapa hari. Hal ini juga berlaku dari kasus di taman dan area hutan belantara.

Kasus serupa juga telah muncul di tempat- tempat lain di seluruh dunia, meskipun Paulides belum menyelidiki seluruhnya secara mendalam.

Baru-baru ini, “kanal kematian Manchester” tengah mendapatkan perhatian. Koran-koran Inggris telah berspekulasi bahwa puluhan mayat, kebanyakan laki-laki, ditemukan di sebuah kanal di Manchester selama beberapa tahun terakhir yang mungkin merupakan buah karya seorang pembunuh berantai yang dijuluki “The Pusher”.

Namun Paulides mengatakan bahwa kanal itu dangkal, sehingga terasa aneh jika orang-orang itu tenggelam di dalamnya. Dia bertanya-tanya, tentunya ada lebih banyak cerita di balik misteri tersebut.

Penjelasan

Sementara banyak orang telah memasang dugaan mereka sendiri untuk temuan Paulides itu, di antaranya Bigfoot atau Alien, namun Paulides masih menyimpan penilaiannya sendiri tentang masalah ini.

“Saya tidak pernah memberikan Anda teori. Saya hanya memberikan serangkaian fakta,” katanya. “Apa yang terjadi jika saya keluar dan saya memberitahu Anda tentang ‘apa itu’, dan kemudian di hari berikutnya seseorang lain keluar dan membuktikan alasan kuat yang dapat menyangkalnya. Tentunya kredibilitas saya yang sedang dipertaruhkan.”

Tapi ia mengisyaratkan bahwa sesuatu yang luar biasa mungkin berada di balik peristiwa ini.

Ia menulis kepada Epoch Times dalam email tentang tindak lanjut setelah temuannya itu: “Akan mudah untuk memberikan penjelasan yang rasional pada banyak kasus tersebut. Namun dengan latar belakang ratusan kasus yang sama persis seperti ini, tentunya perspektif kita juga harus mulai mengalami perubahan.” (Epochtimes/Osc/Yant)

Share

Video Popular