Opioid dengan waktu kerja yang panjang secara nyata memiliki risiko lebih tinggi mengakibatkan kematian bila dibandingkan dengan obat lain untuk mengobati nyeri kronis sedang sampai parah.

Tidak hanya dengan waktu kerja yang panjang opioid meningkatkan risiko kematian akibat over dosis yang tidak disengaja, tapi juga meningkatkan angka kematian akibat masalah jantung dan pernafasan serta penyebab lainnya.

Pada penelitian baru, peneliti meneliti penderita antara tahun 1999 sampai tahun 2012 dengan nyeri kronis, terutama nyeri punggung dan nyeri muskuloskeletal lainnya, yang tidak menderita kanker atau penyakit serius lainnya dan membandingkan penderita yang mulai mengonsumsinya  dengan penderita yang mengonsumsi obat alternatif.

Kami khawatir akan opioid dengan waktu kerja yang panjang akan meningkatkan risiko kematian kardiovaskular, seperti yang telah kami temukan.

Obat alternatif termasuk anti-kejang —yang biasanya diresepkan untuk mencegah aktivitas kejang di otak, mengobati gangguan bipolar, atau nyeri neuropatik—serta dosis rendah antidepresan siklik, yang biasanya diresepkan untuk mencegah depresi, nyeri, dan migrain.

“Kami menemukan bahwa penderita yang mengonsumsinya memiliki 64 persen peningkatan risiko kematian karena sebab apa pun dan 65 persen peningkatan risiko kematian akibat masalah kardiovaskular,” kata Wayne Ray, profesor kebijakan kesehatan di Vanderbilt University School of Medicine.

Jika opioid dengan waktu kerja yang panjang adalah satu-satunya pilihan untuk menghilangkan nyeri secara efektif, penderita harus mulai dengan dosis terendah dan secara bertahap meningkatkan dosis, katanya.

Kelompok penelitian memiliki 22.912 episode baru dari pemberian resep, dengan 185 kematian pada kelompok opioid dengan waktu kerja yang panjang dan 87 kematian pada kelompok kontrol. Pengguna opioid dengan waktu kerja yang panjang mengalami 69 lebih kematian per 10.000 pengguna. Dengan kata lain, untuk setiap 145 penderita yang mulai menggunakan opioid dengan waktu kerja yang panjang, maka ada lebih dari satu kematian.

“Kami tahu opioid meningkatkan risiko kelebihan dosis. Dapat mengganggu pernapasan saat malam hari, yang menyebabkan irama jantung yang tidak beraturan, “kata Ray.

Kami khawatir akan opioid dengan waktu kerja yang panjang akan meningkatkan risiko kematian kardiovaskular, seperti yang telah kami temukan. Karena sebagian besar populasi penderita cenderung meninggal karena kematian kardiovaskular daripada kematian akibat kelebihan dosis, temuan kami menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya ini telah meremehkan bahayanya. “

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Assocation, menambahkan perlunya langkah-langkah segera untuk membatasi penggunaannya sehingga manfaatnya lebih besar daripada efek buruknya.

“Walaupun data terbatas untuk mengetahui obat terbaik untuk jenis nyeri yang kami teliti, seperti nyeri punggung, masih lebih baik menggunakan obat non-opioid untuk nyeri yang melibatkan saraf,” kata Ray. “Untuk nyeri yang kurang parah, dapat menggunakan obat yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau naproxen, yang efeknya sama.”(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular