Jakarta – Pemerintah RI dan Malaysia menyepakati agar working group Border Trade Agreement (BTA)/perdagangan lintas batas kembali diaktifkan. Hal tersebut disepakati kedua negara dalam pertemuan The 2nd Indonesia-Malaysia Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Ministerial Meeting di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Menteri Perdagangan, Thomas Lembong mengatakan malaysia merupakan mitra dagang terbesar ke-2 dan mitra investasi potensial di ASEAN bagi Indonesia. Mendag menambahkan, banyak sekali peluang yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perdagangan di antara kedua negara s etelah lama vakum. Thomas menerangkan reaktivasi Working Group BTA ini merupakan salah satu hasil positif yang disepakati Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong memimpin pertemuan tersebut bersama Menteri Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) Malaysia, Dato’ Sri Mustapa Mohamed. Pertemuan JTIC pertama dilangsungkan pada 2008 lalu.

Mendag Tom menjelaskan pertemuan JTIC secara keseluruhan membahas berbagai isu bilateral di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia. Tahun 2015, total perdagangan kedua negara sebesar USD 16 miliar atau turun sebanyak 21,5 % dibanding tahun sebelumnya.

“Kedua negara menginginkan agar nilai perdagangan Indonesia dan Malaysia yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo dan PM Najib sebesar USD 30 miliar bisa benar-benar terwujud di masa mendatang,” tuturnya.

Mendag mengatakan Indonesia mendorong agar pada pertemuan JTIC ke-3 yang akan datang bisa dilakukan business engagement di antara kedua negara yang sifatnya government to business (G to B) sehingga apabila ada persoalan yang dihadapi pihak swasta dapat segera dicarikan jalan keluar.

Selain reaktivasi BTA, Pemerintah Indonesia juga membahas isu pemalsuan produk Indonesia di Malaysia. Tom mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia sangat mendukung penyelesaian kasus pemalsuan produk Indonesia.

“Malaysia juga setuju dilakukan investigasi lanjutan terhadap beberapa perusahaan Malaysia yang terlibat dalam kasus pemalsuan produk tersebut,” ungkap Tom.

Capaian USD 8,9 Miliar Pada 2010-2015, tercatat total nilai investasi Malaysia di Indonesia mencapai USD 8,9 miliar dan menduduki peringkat 5 berdasarkan negara asal investasi. Top 5 investasi Malaysia di Indonesia ialah di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi (USD 2,2 miliar), konstruksi (USD 1,7 miliar), tanaman pangan dan perkebunan (USD 1,6 miliar), industri makanan (USD 616,5 juta), dan industri kimia dasar atau produk farmasi (USD 267,1 juta). (asr)

Share

Video Popular