Di era digital sekarang, dimana karena penggunaan mouse komputer dalam jangka waktu yang panjang, sehingga menyebabkan orang-orang yang menderita “Carpal Tunnel Syndrome-CTS” atau “sindrom lorong karpal” itu meningkat. Penyakit yang disebut “Carpal Tunnel Syndrome” ini tidak hanya terjadi pada pengguna produk 3C, tapi mereka yang setiap hari menggunakan pergelangan tangan secara berulang dalam jangka panjang juga rentan dihinggapi sindrom ini karena posisi yang tidak benar.

Adapun yang dimaksud dengan “Carpal Tunnel Syndrome” disini adalah mengacu pada gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar) di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan. Gejalanya akan meningkat pada malam hari, penderita kerap terjaga (bangun) karena mati rasa pada tangan. Dampak paling serius adalah penyusutan otot, sulit merenggangkan tangan, dan mati rasa di sekitar tangan.

Karena memotong, mengiris sayur, membuat omelet, turnip cake dan rutinitas pekerjaan lainnya setiap hari, seorang kepala kedai sarapan pagi di Taiwan bernama Qiu Yanjing (29), merasa sakit dan nyeri bukan main pada tangannya, setelah diperiksa oleh dokter setempat, ia didiagnosis menderita “Carpal Tunnel Syndrome”, dan baru terasa relatif nyaman setelah operasi.

Carpal tunnel syndrome adalah sebuah penyakit yang disebabkan terganggunya saraf tengah akibat tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan, hal ini menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot otot pada bagian pergelangan tangan. Penyakit ini biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse, walaupun banyak penyebab lainnya tetapi pemakaian komputer yang terlalu sering menjadi salah satu penyebab yang paling banyak terjadi untuk penyakit persendian pergelangan tangan ini, kata Lian Gong Yin, spesialis saraf di Rumah Sakit Changhua, Taiwan.

Gejala utama CTS ialah mati rasa yang kadang-kadang timbul pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah lingkaran jari manis. Mati rasa ini sering kali terjadi pada malam hari, dan diduga terjadi berkaitan dengan pergelangan tangan yang tertekuk pada saat tidur. Posisi tidur, seperti tidur miring, dapat menjadi faktor terkait. CTS yang berkepanjangan dapat mengakibatkan kerusakan permanen saraf dengan gejala mati rasa yang terus-menerus, atropi otot di pangkal ibu jari, dan kesulitan menggerakkan ibu jari

Jika Anda pernah mengalami kesemutan atau mati rasa khususnya pada ibu jari, tengah, telunjuk, dan separuh sisi luar jari manis, bisa jadi itu tanda dari penyakit carpal tunnel syndrome (CTS). Penyakit ini memang kurang begitu terkenal, tetapi sesungguhnya kasusnya cukup banyak dan sering terjadi pada pekerja kantoran yang dalam kesehariannya terlalu sering menggunakan tangan untuk melakukan tugas tertentu secara berulang-ulang (perangkat elektrinik ; computer, handphone dan sejenisnya) .

Pencegahan

Penggunaan keyboard komputer yang tidak benar menimbulkan carpal tunnel syndrome. Untuk menghindari gejala tersebut, pengguna harus menjaga pergelangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. tangan boleh lebih rendah daripada bahu. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi, dan pergelangan tidak boleh menggantung. Keyboard letaknya harus selalu rendah, tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. Penyangga pergelangan tangan dipergunakan untuk menopang pergelangan tangan.

  1. Beristirahat secara teratur setiap 15-20 menit dengan melekukkan dan meluruskan pergelangan tangan.
  2. Jangan menempatkan keyboard pada posisi lebih tinggi atau lebih rendah daripada siku tangan.
  3. Duduklah dengan tegak.
  4. Jagalah agar tangan Anda selalu hangat.

Jangan menggunakan komputer tanpa henti (lebih dari 2 jam), berdiri, sedikit olahraga (strecthing) dan berjalanlah sebentar (1 menit) secara periodik sebelum melanjutkan pekerjaan Anda.

Tanda-tanda

Antara lain seperti sering pegal dan atau nyeri pada bagian pergelangan tangan maupun juga jari tangan, terutama pada bagian ibu jari, telunjuk dan jari tengah.

Hal terburuk yang mungkin terjadi? Jangan dianggap enteng dengan masalah CTS ini karena bisa saja CTS mengakibatkan putusnya sendi pergelangan tangan sehingga tangan tidak dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya bahkan mungkin tidak dapat digerakkan sama sekali.( Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular