Oleh: Chen Gang

Cerita tentang mermaid atau putri duyung dikenal luas masyarakt dunia dari generasi ke generasi. Dulu mungkin pernah mendengar cerita itu dari ibu atau guru kita semasa kanak-kanak, atau mungkin  akhir dari cerita itu meninggalkan kesan dan penyesalan yang sama pada kita, atau bisa kita katakan kisah itu menyisakan tanda tanya pada kita terkait benarkah ada putri duyung, apa putri duyung itu memang benar-benar ada dan nyata?

Merman (jantan) bersisik ikan bukan legenda

Belum lama berselang beredar sejumlah foto yang diduga sebagai mayat mermaid. Kita tahu bagian pinggang mermaid atau putri duyung dalam legenda itu sebagai garis batasnya, sementara fisik bagian atas berwujud perempuan, sedangkan di bagian bawah badannya ditumbuhi dengan ekor ikan bersisik yang indah, secara keseluruhan, selain estetis juga mampu berenang (melarikan diri) dengan cepat.

Merman (jenis jantan) bersisik hitam bukan sekadar legenda, juga bukan pertama kalinya ditemukan, banyak orang di belahan dunia menemukan kerangka makhluk setengah manusia separuh ikan. Angkatan Laut AS bahkan pernah menangkap sesosok merman (jantan) hidup, dan konon katanya titik nyala dari minyak merman laut itu tidak hanya rendah, tapi juga mampu terbakar sangat lama meski hanya setetes.

Di dalam makam para kaum bangsawan zaman dulu sering menggunakan minyak merman sebagai cahaya (penerangan), merman di Timur Laut Tiongkok adalah yang paling ganas, selalu haus akan darah, mereka menetap di dalam sebuah pulau karang, gua-gua yang sangat dalam di dalam pulau karang ini berselang-seling, dan itu adalah sarang dari merman.

Mereka selalu mengeluarkan suara di perairan sekitar untuk menarik para saudagar kapal laut yang hilir mudik, para korban semuanya disantap dan digerogoti tulangnya hingga tak tersisa. Ada yang berhasil menangkap merman bersisik hitam, kemudian disembelih lalu dikeringkan, dan diolah menjadi krim minyak, lalu dibuat lilin yang dapat menyala abadi, dengan nilai (harga) yang tinggi.

Nelayan menemukan manusia ikan

Pada Agustus 1991 silam, dua nelayan Amerika menemukan makhluk air setengah manusia setengah ikan, isi laporan ketika itu seperti berikut ini.

“Ini adalah temuan arkeologi yang paling menakjubkan, ia (mermaid) terlihat seperti seorang putri jelita berkulit gelap, di ujung bawahnya terdapat ekor ikan. Sosok makhkluk yang menakjubkan ini ditumbuhi dengan ekor, panjangnya sekitar 173 cm. Bagian pinggang ke atas tampak seperti kepala manusia, kepalanya menonjol dengan volume otak yang sangat besar, sementara sepasang tangannya bercakar tajam, matanya terlihat sama dengan mata ikan lainnya, para ilmuwan percaya makhluk ini telah berusia lebih dari 100 tahun saat tewas.”

Catatan dokumenter, seorang veteran dan ahli ilmu pengetahuan alam Prinny menceritakan tentang makhluk hidup yang dipercaya sebagai “manusia ikan.” Dalam karya abadinya yang berjudul “Natural History” disebutkan “Mengenai manusia ikan, ini sama sekali tidak sulit untuk dipercaya.  Mereka itu ada dan nyata, hanya saja badannya kasar, sekujur badannya dipenuhi dengan sisik, bahkan beberapa bagian wanita itu juga terdapat sisik.

Ditilik dari bukti yang mereka miliki, manusia ikan bukanlah sekadar legenda atau makhluk khayalan, namun, memang ada spesies makhluk terkait di dunia. Dengan kata lain memang ada putri duyung di dunia ini, hanya saja karena perbedaan besar dari kebiasaan hidup kita sehari-hari, atau karena perbedaan besar dalam jaringan tubuh kita dengan spesies mereka. Selain itu, putri duyung juga relatif jarang terlihat dalam lingkaran hidup kita.

Catatan tentang mermaid atau manusia ikan

Pada 1755, Erik Pontoppidan, uskup Bergen yang juga seorang naturalis, menerbitkan sebuah buku yang berjudul “New natural History of Norway” yang di dalamnya menceritakan mengenai beberapa peristiwa penampakan merman yang disaksikan langsung oleh 3 pelaut dari atas kapal di pantai Denmark, dekat Landscrona.

Bagian fisik atas tubuhnya menyerupai tubuh seorang bocah berusia sekitar 3 atau 4 tahun. Namun bagian dadanya besar seperti dada wanita dewasa. Rambutnya lurus panjang dan mengkilap sementara kulitnya putih dan halus. Tubuh bagian bawahnya hampir menyerupai ikan salmon, namun ia tidak memiliki sisik.

Sementara itu, menurut sebuah catatan Carmina Gadelica, makhluk itu sebenarnya masih hidup ketika saat pertama kali ditemukan, namun ulah para penduduk desa yang berusaha menangkapnya dengan cara melemparinya dengan batu sehingga membuat ,makhluk itu tewas karenanya.

Menurut antropolog dari Universitas Norwegia, Dr. Lyle Wagner (terjemahan-red), bahwa baik dari catatan sejarah atau yang diceritakan oleh saksi mata sekarang, mermaid alias makhluk setengah manusia setengah ikan itu memang eksis. Mermaid memiliki ciri yang umum, yakni kepala dan tubuh bagian atas seperti sosok manusia, sementara tubuh bagian bawah memiliki ekor seperti lumba-lumba.

Selain itu, menurut gambaran penduduk New Guinea, kesamaan manusia ikan yang paling mirip dengan manusia adalah mereka juga memiliki rambut yang tebal, kulit yang sangat halus lembut, dan payudara mermaid betinanya juga sama seperti manusia, memeluk mermaid kecil sambil menyusui.

Bisa jadi Mermaid itu merupakan varian dari anthropoide (Kera manusia), sebelum lahir, bayi itu hidup dalam kantung ketuban, jadi begitu dilahirkan bisa berenang dalam air, sehingga eksistensi sejenis kera manusia yang mampu hidup di dalam air itu bukan hal yang sangat aneh.

“Beberapa sarjana asal Amerika juga setuju dengan pandangan ini, dan mengatakan bahwa ini adalah suatu spesies makhluk dasar laut yang belum dilaporkan,” kata Aristin Either, pakar biologi laut di British Academy, Inggris. (Secretchina/joni/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular