Oleh Chen Juncun

Baru-baru ini ilmuwan Brazil menemukan jenis bakteri super kebal terhadap obat antibiotik di sebagian pantai Rio de Janeiro. Penemuan ini menambah “sakit kepala” pihak berwenang Brazil yang sedang mengalami krisis keuangan dan keamanan menjelang penyelenggaraan Olimpiade musim panas yang akan dimulai pada 5 Agustus 2016 mendatang.

Bakteri super mencemari pantai

CNN mengutip ucapan Pemimpin Investigasi dari Universitas Federal Rio de Janeiro, Profesor Renata Picao melaporkan bahwa air limbah tercemar bakteri super yang dibuang rumah sakit ke laut telah memungkinkan bakteri tersebut masuk ke kota melalui saluran-saluran air.

Kepada CNN, Renata Picao mengatakan bahwa dalam 1 tahun terakhir, mereka telah mencari bakteri super ini di perairan 5 pantai. Mereka menemukan ancaman ini dalam konsentrasi yang berbeda antar satu lokasi dengan lainnya. Tetapi dapat dipastikan bahwa ancaman tersebut sangat erat hubungannya dengan polusi.

Pantai-pantai di Brazil itu termasuk Teluk Guanabara, Pantai Botafogo dan Flamengo, lokasi yang nantinya akan digunakan sebagai tempat perlombaan dayung Olimpiade.

Seorang atlet dayung Paralimpiade warga Jerman yang baru-baru ini mengunjungi Rio de Janeiro mengatakan, lokasi tersebut merupakan tempat yang baik buat perlombaan dayung, tetapi setiap kali mukanya terkena percikan air laut itu, terasa seperti ada sesuatu yang menyerang mukanya. Ia percaya, bakteri super itu mungkin yang menyebabkan rekan setimnya mengalami infeksi cukup serius.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menjelaskan, bakteri super tersebut dapat menyebabkan inffeksi pada sistem pencernaan, paru-paru, saluran kemih dan drah. Bahkan menimbulkan meningitis. Bakteri yang usdah kebal terhadap obat antibiotik inilah yang menyebabkan 50 % kematian penderita.

Buruknya infrastruktur untuk sanitasi umum

Profesor Renata Picao percaya bahwa munculnya bakteri super ini mencerminkan buruknya infrastruktur untuk sanitasi umum di kota Rio de Janeiro. Bakteri parasit yang hidup dalam usus penderita keluar melalui tinja kemudian mencemari air buangan yang disalurkan ke laut atau melalui aliran air sungai menuju ke tepi laut di Teluk Guanabara.

Menurut Perusahaan Air Bersih Rio de Janeiro bahwa tingkat pengolaan air limbah sebelum dibuang ke laut sekarang ini sudah mencapai 51 %, lebih baik daripada 7 tahun lalu yang hanya 11 %.

Meskipun ada pencemaran bakteri super, namun baik Renata Picao maupun panitia lomba dayung tidak merekomendasikan pemindahan lokasi, karena mereka saat ini juga belum jelas sebesar apa resikonya. Renata hanya ingin memperingatkan kepada para atlet tentang adanya ‘ancaman’ ini, meskipun ia percaya bahwa para atlet mungkin sudah mengetahuinya.

Masalah tentang krisis keuangan dan keamanan di Brazil dalam sebulan ini telah membuat “langit Olimpiade Rio” semakin gelap. Sejumlah atlet sudah menyatakan tidak akan mengikuti pertandingan di Olimpiade Rio. Baru-baru ini, seorang atlet Australia mengalami penjarahan sewaktu berada di sekitar hotel penginapannya. Begitu pula, virus Zika yang lagi mengamuk di Brazil juga membuat beberapa atlet mancanegara mengurungkan niatnya untuk datang bertanding.

Walikota Rio de Janeiro Eduardo Paes dalam wawancaranya dengan CNN mengakui bahwa, persiapan untuk pengamanan Olimpiade tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

“Amburadul !” katanya. Polisi tidak dapat memberikn perlindungan keamanan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular