Oleh: Lin Cong Wen

Untuk membangun sebuah bandara dibutuhkan sejumlah besar lahan, namun, karena lahan yang terbatas, sehingga laut pun menjadi sebuah pilihan untuk membangun bandara.

Laman CNN menyebutkan, Hongkong dan Osaka menjalankan proyek reklamasi pantai ketika memperluas kapasitas bandara, namun, dengan demikian sekaligus juga merusak ekosistem laut aslinya. Tetapi ada yang mengusulkan solusi yang sama sekali berbeda, yakni membangun landasan pacu yang mengapung di permukaan laut, tapi apakah juga tidak akan merusak ekosistem yang ada?

Boleh dikata landasan pacu di atas kapal induk itu merupakan landasan terapung, tapi kapal induk itu sendiri termasuk kapal perang yang berlayar. Selain itu, dek kapal induk juga terlalu kecil, tidak mungkin digunakan untuk pesawat penumpang berbadan lebar, meski kapal induk terbesar seklipun juga tidak memenuhi syarat sebagai landasan pesawat jet modern.

Sementara itu, untuk memperluas kapasitas Bandara Internasional San Diego yang sudah tidak memiliki sisa lahan lagi di lokasinya sekarang. Sehingga orang-orang pun memiliki ide menggunakan lahan di laut, membangun Bandara Internasional dengan landasan ganda yang baru. Namun, mungkin karena pertimbangan dana US $ 2 miliar yang terlalu tinggi untuk biaya pembangunanya, dan mempertimbangkan kelayakan teknisnya, sehingga rencana tersebut tidak dilaksanakan.

Pada 1930 silam, sudah ada yang mengusulkan ide yang lebih berani, yakni menggunakan serangkaian bandara terapung untuk melintasi Atlantik. Sampai saat ini, membangun bandara terapung di perairan hangat diyakini lebih realistis. Pemerintah sejumlah negara di Laut Karibia dan provider infrastruktur menilai kelayakan membangun bandara terapung.

Wilayah ini sangat bergantung pada transportasi udara, dan karena kurangnya lahan yang cocok untuk membangun bandara di perbukitan kepulauan atau medan pegunungan. Namun, para ahli tidak optimis terkait proyek konstruksi ini, karena biayanya yang tinggi dan pendapatan realnya yang terbatas.

“Membangun landasan pacu bandara di atas laut, misalnya proyek yang dilakukan di Laut China Selatan saat ini,  karena didorong oleh faktor-faktor non ekonomi,” kata ahli R. W. Mann.

Pembangunan bandara memang benar-benar investasi yang sangat besar, apalagi kalau dibangun di atas air akan semakin tinggi. Jadi tidak heran kalau proyek bandara terapung nantinya tak lebih dari pembahasan di atas kertas. Meskipun beberapa dekade ke depan lalu lintas udara terus bertambah, dan kota-kota di dunia terus berkembang, namun, relokasi bandara masih sangat kecil kemungkinannya.

Tak dapat dipungkiri bahwa Bandara Heathrow yang berada di London merupakan salah stau bandara tersibuk di dunia, perdebatan pembangunannya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Beberapa usulan yang paling signifikan masalah kapasitas lalu lintas udara London di persimpangan Sungai Thames dan Laut Utara.

Perusahaan arsitektur Gensler dan Thames Estuary Research and Development mengusulkan konsep pembangunan 6 landasan pacu bandara terapung di atas muara sungai Thames, Inggris.(Testrad)
Perusahaan arsitektur Gensler dan Thames Estuary Research and Development mengusulkan konsep pembangunan 6 landasan pacu bandara terapung di atas muara sungai Thames, Inggris.(Testrad)

Norman Foster, seorang arsitek terkenal asal Inggris mengusulkan ide pembangunan empat landasan pacu di Isle of Grain sekitar 30 mil dari pusat kota London. Proyek ini dikenal sebagai “Boris Island,” karena mantan walikota London Boris Johnson adalah salah satu pendukungnya yang paling loyal, tapi ditolak oleh Komite Bandara Inggris pada 2014.

Perusahaan arsitektur Gensler dan Thames Estuary Research and Development Company mengusulkan ide pembangunan bandara di tengah muara. Proyek terkait menelan biaya hampir US $ 63 miliar, yang akan membangun enam landasan pacu di muara sungai Thames. Bandara tersebut akan terhubung antara daratan dengan terowongan kereta api di bawah laut.

“Proyek ini untuk menghindarkan pesawat terbang dari kawasan padat penduduk di London dan kawasan tenggara. Hal ini meniadakan gangguan suara yang mengganggu jutaan orang di London selama 40 tahun,” kata Jubir Testrad.

Nantinya bandara juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelas atas seperti kafe, hotel, mall serta taman hijau yang penuh dengan aneka pohon dan rerumputan. Diharapkan dengan pembangunan bandara ini nantinya dapat mengurangi polusi serta kepadatan yang ada di kota London. Selain itu bila pembangunan bandara yang super megah ini benar-benar terwujud pastinya akan menjadi obyek wisata yang diminati di Inggris. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular