Erabaru.net. Shen Yun adalah sebuah perusahaan pertunjukkan seni papan atas yang berbasis di New York yang memiliki misi untuk menghidupkan kembali kebudayaan tradisional Tiongkok.

Untuk menghormati Hari Ibu, website Shen Yun menceritakan kisah ibu-ibu luar biasa dari sejarah Tiongkok. Kisah bagaimana terbentuknya filsuf besar Mencius, dan peran yang dimainkan ibunya, benar-benar membuat kita takjub.

Ayahnya meninggal ketika ia masih sangat muda, dan ibunyalah yang merawatnya. Mereka tinggal di dekat kuburan dan Mencius mulai meniru prosesi pemakaman.

Melihat hal ini, ibunya kemudian pindah ke dekat pasar. Tapi dengan segera Mencius mulai berbicara cara tawar-menawar layaknya seorang pedagang berbicara. Akibatnya, ibu Mencius memutuskan untuk pindah lagi.

Kali ini mereka pindah ke sebelah sekolah, dan Mencius mulai meniru kebiasaan belajar siswa di sana. Senang tentang hal ini, ibu Mencius tidak pindah lagi, dan Mencius tumbuh menjadi salah satu filsuf terbesar dalam sejarah Tiongkok.

Hanya dengan memberinya lingkungan untuk berkembang seperti seorang pelajar seperti ibu Mencius, kita dapat menciptakan pengaruh yang sama pada anak-anak kita untuk mendapatkan kebiasaan sehat mereka. Kita bisa memerhatikan bahwa anak-anak sangat meniru dengan kebiasan kita. Dengan cara ini mereka belajar untuk berbicara, menggunakan bahasa tubuh, dan bereaksi terhadap suatu hal.

Saya mempunyai banyak masalah seputar citra tubuh dan hubungan saya dengan makanan, dan saya tidak ingin meneruskan kebiasaan ini pada anak saya. Saya telah bertemu banyak wanita yang menyalahkan kebiasaan makan mereka yang buruk (baik itu makan sebanyak-banyaknya atau kelaparan) pada ibu mereka.

Saya memiliki lebih dari satu saudara yang menderita gangguan makan, dan saya tidak ingin anak saya melakukan hal yang sama. Saya harus mengetahui dengan jelas tentang nilai-nilai makanan sehingga saya bisa memberi contoh pada mereka.

Ini menjadi hal yang lebih penting bagi saya karena saya harus makan dengan mudah, nikmat, dan rasa hormat terhadap kesehatan saya karena hal itulah yang ingin saya mengajar pada anak-anak saya.

Saya berhenti mengeluhkan tentang perasaan gemuk atau menyesali pilihan makanan jika apa yang saya pilih tidak optimal. Benar-benar sangat sulit untuk melakukannya. Saya sudah terbiasa menyamakan lemak tubuh saya dengan harga diri saya, dan membuat diri saya sedikit menarik kritik diri.

Sama seperti ibu Mencius melihat Mencius meniru orang-orang di sekelilingnya, saya melihat putri saya meniru saya. Saya melihat putri klien saya meniru mereka, dan saya melihat putri teman-teman saya meniru mereka. Saya ingin anak saya belajar kepercayaan diri, kebiasaan hidup sehat, dan rasa hormat.

Lalau bagaimana untuk membantu anak mengembangkan kebiasaan sehat?

• Anak-anak sangat suka bermain

Anak-anak adalah mesin pencetak permainan. Mereka suka bereksplorasi dengan tangan dan mulut mereka, maka ambil kesempatan dari hal ini, dan berilah mereka makanan yang dapat berinteraksi dengan tangan dan mulutnya. Misalnya, biarkan mereka menambahkan krim dan peterseli ke dalam sup kacang hitam mereka sendiri atau membubuhkan kismis mereka sendiri pada stick seledri dengan mentega kacang untuk kue ants on a log.

Saya jauhkan anak-anak saya dari es krim dengan membiarkan mereka menyiapkan smoothie mereka sendiri yang sangat tebal dalam blender. Mereka menjulukinya “ es krim smoothie.”

• Anak-anak adalah pelahap yang terbaik

Karena kebanyakan anak-anak melakukan pendekatan terhadap hal-hal dengan sangat sederhana, mereka membutuhkan perhatian yang sangat besar untuk fokus. Saya ingat ketika putri saya baru saja belajar bagaimana mengikat tali sepatu sendiri. Dia akan bernapas berat saat dengan hati-hati dia mengikatnya. Butuh fokus yang sangat serius.

Anak-anak membutuhkan banyak perhatian untuk semua pengalaman yang mereka alami. Pernahkah Anda melihat seorang anak tersesat saat main game? Mereka tidak hanya berpura-pura bermain, karena mereka benar-benar mengalaminya. Dengan sedikit bimbingan, akan lebih mudah mengajari mereka mengenai apa saja yang mereka makan.

Apa tekstur rasa dari makanan ini? Apakah halus atau kasar di mulut? Apakah rasanya berubah saat dikunyah? Berapa lama perlu mengunyah sebelum menelan makanan?

• Anak-anak belajar mengenai hal apa pun

Anak-anak sangat penasaran. Mereka suka belajar. Ingat saat mereka menanyakan “mengapa?” tanpa berhenti. Ambil kesempatan ini dengan mengajarkan mereka tentang makanan dan kesehatan. Semakin banyak Anda mendidik anak-anak tentang apa yang mereka makan, mereka akan semakin memilih makanan sehat.

Buatlah mereka bersemangat menanam sayuran organik, dan jelaskan apa yang terjadi pada tanah ketika kita menggunakan pestisida. Ajarkan mereka tentang dari mana susu berasal, dan bagaimana makan terlalu banyak gula akan mempengaruhi mereka.

Catatan: Buatlah sesederhana mungkin. Jika Anda mengajarkannya terlalu teknis, anak-anak akan merasa bosan, salah mengerti maksud Anda, atau justru takut makan makanan tertentu karena takut akan timbulnya penyakit atau yang lebih fatal. Buatlah menjadi sederhana dan ringan! Mereka akan membuatnya menjadi lebih menyenangkan.

Perhatikan bagaimana sekolah menghiasi ruangannya dengan berbagai macam warna, tekstur, dan bentuk. Semua ini akan membuat anak-anak tetap tertarik, terangsang, dan merasa terlibat. Lakukan hal yang sama dengan makanan. Buatlah makanan dengan berbagai macam warna, rasa, tekstur, dan bentuk.

Ketika Anda mengikuti tips ini, secara alami anak Anda akan belajar untuk memiliki hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Ini akan menjadi bagian dari cara hidup mereka dan bukan melarikan diri dari kehidupan.

Beri mereka cukup banyak bimbingan dan batas-batas mengenai makanan agar aman, namun tetap cukup memiliki kebebasan untuk bereksplorasi, membuat mereka tertarik, dan berani.

Para ibu, kita memiliki peran besar untuk bermain. Mari kita bertanggung jawab kepada anak-anak kita untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik dan lebih percaya diri. (Tysan Lerner / Epochtimes/Feb)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular