Tahi lalat bisa jadi sebagai pertanda kanker kulit. (Kiri) Zheng Bai-shan, spesialis kulit dari Chi Mei Medical Center, Tainan, (Central News Agency-Taiwan)

Di bawah paparan jangka waktu lama oleh teriknya sinar Matahari musim panas, rentan menyebabkan lesi kulit, penumpukan keratinosit di usia tua mudah berubah menjadi lesi prekanker. Sementara kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet dianggap sebagai faktor dasar terjadinya kanker kulit. “Karsinoma sel basal”, yakni kanker kulit yang paling umum ditemui pada orang-orang Asia kerap mudah dianggap sebagai “tahi lalat” sehingga menunda pengobatannya.

Kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dalam jangka panjang, secara berangsur-angsur akan menyebabkan lesi kulit yang dapat dilihat secara kasat mata di usia tua. Lesi-lesi ini merupakan lesi prekanker (actinic keratosis-kondisi yang menyebabkan kulit menjadi kasar dan bersisik akibat paparan sinar Matahari dalam jangka panjang) jika ringan, sebaliknya (jika serius) merupakan karsinoma sel skuamosa (kanker mulut), karsinoma sel basal dan semacamnya, kata Zheng Bai-shan, spesialis kulit dari Chi Mei Medical Center, Tainan, Taiwan.

Sebagian besar kanker kulit terjadi pada bagian wajah, leher, lengan dan punggung tangan dan bagian anggota tubuh lainnya yang terpapar oleh sinar Matahari, yang berkembang dari sel abnormal, bahkan kemungkinan juga akan menyerang dan menyebar ke bagian anggota badan lainnya.

Jangan mengabaikan bagian-bagian tersembunyi seperti kulit kepala, sela-sela jari kaki, telapak kaki, paha bagian dalam dan lain sebagainya.

Ketika ada benjolan yang tidak dikenal dan terus membesar di kulit, atau warna tahi lalat tiba-tiba berubah tidak seperti semula atau menjadi lebih besar, dan mulai berdarah, atau luka yang tidak sembuh dalam waktu yang lama, dihimbau sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis.

Tiga jenis kanker kulit yang umum ditemui

Karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma adalah tiga jenis kanker kulit yang paling umum, ketika keratinosit mengalami lesi yang abnormal, akan memicu terjadinya karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa.

Karsinoma sel basal adalah kanker kulit bersifat ganas yang paling umum ditemui, biasanya terlihat terang menonjol di sekitar kulit, disertai dengan adanya benjolan kecil dan terkadang ada luka ulkus ditengahnya, 70%-90% Karsinoma sel basal terjadi pada bagian wajah dan daerah yang terkena paparan sinar Matahari langsung, meskipun karsinoma sel basal umumnya tidak akan menyebar ke bagian tubuh yang lain, namun, lebih sering menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya.

Karsinoma sel skuamosa adalah kanker kulit bersifat ganas kedua yang paling umum. Karsinoma sel skuamosa dapat timbul pada area wajah, telinga, bibir, leher, punggung tangan dan area kelamin. Terkadang dapat timbul di paha atau dinding perut dan bagian anggota tubuh yang terpapar radiasi.

Karsinoma sel melanoma adalah kanker kulit bersifat ganas jenis ketiga yang umum ditemui, tingkat kejadian sekitar seper seratus ribu, dengan tingkat keganasan tertinggi, mudah menyebar dan angka kematian juga sangat tinggi. Sekitar 30% karsinoma sel melanoma ini berkembang dari tahi lalat yang sudah ada, juga sering muncul di bagian ujung anggota tubuh seperti jari kaki, jari tangan, telapak tangan dan telapak kaki, kuku dan anggota tubuh lain, selain itu juga dapat muncul di daerah tubuh bagian manapun, termasuk wajah dan selaput lendir. Menurut statistik, karsinoma sel melanoma lebih sering terjadi pada telapak kaki orang-orang kulit berwarna dan disertai dengan prognosis yang relatif buruk.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular