Lubang ozon pada lapisan ozon di Antartika mulai menutup kembali, berdasarkan temuan sebuah studi terbaru.

Siaran pers yang dirilis MIT News tentang penelitian itu: “Tim peneliti menemukan bahwa pada September 2015 lubang ozon telah menyusut lebih dari 4 juta kilometer persegi, sekitar setengah wilayah daratan Amerika Serikat. Lubang itu mencapai puncaknya sejak tahun 2000, ketika penipisan ozon mencapai puncaknya.”

Lapisan ozon yang terletak di atas atmosfer Bumi dapat membantu untuk melindungi planet ini dari kerusakan sinar ultraviolet, namun lubang dalam sistem lapisan itu diidentifikasi pada 1950-an.

Para ilmuwan telah mengukur kesenjangan pada bulan Oktober 2015 adalah yang terbesar, namun tim ini memutuskan untuk berfokus pada September. Menurut mereka, tingkat kerusakan dari klor yang dipancarkan oleh chlorofl uorocarbons, atau CFC, sudah diatur dalam rentang waktu ini.

Setelah menganalisis data dari tahun 2000-2015, tim peneliti mampu menentukan bahwa lubang lapisan ozon itu telah menjadi jauh lebih kecil dan bahwa “lebih dari setengah penyusutan itu karena semata-mata untuk pengurangan klorin atmosfer.”

Penulis Susan Solomon mengatakan bahwa dia bisa membayangkan lubang itu akan terus menyusut dan menghilang pada pertengahan abad ini. (Epochtimes/Zzr/Yant)

Share

Video Popular