Oleh Zhang Dun

Sidang Paripurna ke 19 Partai Komunis Tiongkok/ PKT (SP.19) sudah mendekat. Otoritas saat ini sedang berkonsentrasi dalam urusan penempatan porsonil tingkat tinggi demi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Akibat pembasmian korupsi yang belum selesai, masih ada tugas ‘perburuan harimau besar’ yang belum dituntaskan, maka dipandang perlu menciptakan dasar hukum untuk mengatasi aturan tak resmi PKT tentang “7 Naik 8 Turun” demi kehadiran pemburu ahli Wang Qishan yang sebenarnya sudah masuk masa pensiun.

Untuk diketahui “7 Naik 8 Turun” adalah satu peraturan tak tertulis PKT yang awalnya dicetuskan oleh Jiang Zemin dan Zeng Qinghong untuk menghalangi terpilihnya kembali Li Ruihuan yang saat itu sudah berusia 68 tahun sebagai Ketua CPPCC. “Usia 67 masih boleh, 68 harus  turun.”

15 bulan menjelang SP.19  PKT dimulai, pertempuran saling menjegal di kalangan pimpinan lapisan menengah dan bawah diam-diam sudah berlangsung sengit.

Otoritas Xi Jinping baru-baru ini telah mengganti para Sekretaris Komite Propinsi Qinghai, Jiangxi, Shanxi, Jiangsu. 3 orang ‘Penguasa Daerah’ pro Jiang Zemin yaitu Sekretaris Komite Propinsi Jiangsu, Luo Zhijun, Sekretaris Komite Propinsi Jiangxi, Qiang Wei dan Sekretaris Komite Propinsi Shanxi Wang Rulin kini sudah dilengserkan.

Sementara itu, mantan anak buah Xi Jinping, Liu Qi sekarang diangkat sebagai Pejabat Sementara Gubernur Jiangxi untuk menggantikan gubernur lamanya yang merupakan orang kepercayaan Zeng Qinghong. Dengan demikian, Zeng Qinghong kehilangan penguasa daerah (Jiangxi) yang merupakan kampung halamannya. Satu propinsi lagi berhasil direbut kembali oleh otoritas Xi Jinping.

Beberapa kritikus mengatakan bahwa perubahan personil itu merupakan tatanan dari Xi Jinping yang dilakukan demi kelancaran SP.19 nanti, dan dapat dipastikan bahwa nama-nama yang baru diangkat ini adalah orang-orang yang diandalkan oleh Xi Jinping.

Sebagai partner yang ahli dalam perburuan ‘harimau,’ Wang Qishan kini sudah berusia lebih dari 68 tahun, sudah masuk pejabat tinggi yang terkena “7 Naik 8 Turun,” peraturan tak resmi PKT yang memang sudah berlaku selama sekian tahun. Hingga kini belum ada kepastian apakah Wang akan mampu dipertahankan.

Laporan dalam majalah Hongkong ‘Sentinel’ edisi Juni 2016 menyebutkan bahwa Konsep Perencanaan, Penyusunan Para Pemimpin Nasional dan Partai untuk 2014 – 2018 yang kemudian disingkat dan disebut ‘Konsep’ itu dikeluarkan oleh otoritas Beijing pada Desember 2014 dengan tujuan untuk menghapus  peraturan PKT tak resmi yang aneh tersebut.

Dalam ‘Konsep’ disebutkan bahwa usia tidak dapat dijadikan sebagai batasan mutlak untuk  memberhentikan seorang pemimpin selama periode ia menjabat, atau sebagai ukuran yang cocok untuk diterapkan kepada semua pejabat.

Sebagai penegasan, otoritas Xi Jinping pada 28 Juli tahun lalu mengeluarkan ‘Ketentuan’ yang berisi sejumlah  tata cara untuk mengangkat atau memberhentikan pejabat negara.  Pasal 5 dalam Ketentuan itu menyebutkan bahwa kepada pejabat PKT yang sudah mencapai usia pensiun, tetapi karena kepentingan tugas sehingga negara membutuhkan penundaan waktu pensiun, maka yang bersangkutan perlu diteliti terlebih dahulu oleh pihak Komite Penelitian PKT untuk kemudian diajukan dan mendapat persetujuan dari pejabat berwenang di jajaran tingkat satu Partai. Mengikuti prosedur sebagaimana yang sudah diatur dalam tata cara pengolaan pejabat negara.

Beberapa komentator beranggapan bahwa dikeluarkannya kedua petunjuk baik itu “Konsep’ maupun ‘Ketentuan’ tak lain adalah ‘penyedot debu’ untuk membersihkan penghalang jalan yang akan dilalui Wang Qishan menuju SP.19.

Karena kemampuannya dalam membasmi korupsi yang tak tergantikan oleh pejabat lainnya,  Xi Jinping sudah menegaskan kepada Wang bahwa ia akan berusaha mengatasi semua halangan yang muncul dalam perpanjangan penempatannya.

Media Hongkong pernah memberitakan, Sebelum Kongres Kelima SP.18 diadakan, sudah ada lebih dari 100 orang pejabat senior menandatangani petisi yang berisikan seruan kepada Presiden Xi Jinping agar dalam kepemimpinannya di periode SP.19 nanti bisa ‘membawa serta’ Wang Qishan, dan meminta pihak berwenang untuk memprioritaskan pembahasan topik tersebut dan memrosesnya secepat mungkin. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular