Memiliki sakit aneh tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan? Jutaan orang kini sedang beralih ke Google ketika mencari informasi tentang gejala yang mereka alami, dan sekarang perusahaan mesin pencari itu akan membuat hal itu menjadi lebih mudah dengan memberikan daftar kondisi yang terkait gejala tersebut.

Jika seseorang mengetikkan kata “sakit kepala sebelah”, Google akan menampilkan kondisi terkait seperti “sakit kepala”, “migrain”, “ sakit kepala tegang”, “sakit kepala cluster”, “sinusitis”, dan “fl u biasa”.

Untuk gejala tunggal, seperti “sakit kepala”, Google akan memberikan deskripsi bersama dengan informasi tentang pilihan pengobatan mandiri, dan apakah kondisi tersebut mungkin membutuhkan kunjungan ke penyedia layanan kesehatan.

“Dengan melakukan ini, tujuan kami adalah untuk membantu Anda dalam menavigasi dan mengeksplorasi kondisi kesehatan yang berhubungan dengan gejala penyakit Anda, dan cepat sampai ke titik di mana Anda dapat melakukan penelitian lebih mendalam di website atau berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan”, menurut pernyataan resmi perusahaan itu.

Google mengatakan bahwa mereka meningkatkan informasi yang terkait dengan gejala penyakit berkat bantuan dari tim dokter medis dan ahli dari Mayo Clinic dan Harvard Medical School, AS.

Perusahaan mesin pencari itu mengatakan bahwa sekitar 1 persen dari pencarian di Google, yang mana mencapai angka jutaan, terkait dengan gejala penyakit. Google akan menggunakan fitur Grafik Pengetahuan, yang diluncurkan tahun lalu, untuk memperkuat hasil pencarian bagi pengguna.

“Jika saya adalah seorang anak muda dan tidak terlatih dalam bidang kedokteran, saya tentunya akan menemukan bahwa sumber daya ini sangat berguna,” kata Dr. Nicholas Genes, profesor di Departemen of Emergency Medicine di Mount Sinai School of Medicine di New York City, AS.

Menurut Genes, alat Google ini akan lebih ramah dan lebih efisien untuk pasien. Pencarian gejala penyakit mungkin juga menjadi cara yang baik untuk membuat orang lebih terlibat dalam perawatan kesehatan mereka.

“Saya berpikir bahwa pasien yang ingin tahu tentang kondisinya adalah pasien yang termotivasi,” kata Genes. “Saya selalu senang melihat pasien yang berminat dalam kesehatan mereka sendiri dengan menelitinya terlebih dahulu,” tambahnya.

Meski demikian, Google masih tidak siap untuk menjadi “dokter pribadi” Anda.

“Gejala pencarian (seperti semua informasi medis di Google) dimaksudkan untuk tujuan informasi saja, dan Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan nasihat medis,” kata perusahaan itu dalam sebuah rilis mereka.

“Sudah jelas bahwa Google bukan penghasil nasihat medis,” kata Genes. “Hal-hal yang mereka katakan adalah tentang pengobatan sendiri, atau hal-hal yang dapat diobati dengan obat-obatan biasa dan istirahat yang cukup.”

Dalam beberapa hari, fitur untuk gejala penyakit itu akan tersedia untuk pertama kalinya pada perangkat mobile dalam bahasa Inggris di Amerika Serikat, dan kemudian akan diperluas ke bahasa dan negara-negara lain.

“Ini tidak akan mengejutkan saya jika lembaga-lembaga kesehatan masa depan mengambil berbagai materi dari sini,” kata Genes.

“Di masa depan tentunya kita akan melihat sesuatu yang lebih dari ini,” pungkasnya. (Epochtimes/Osc/Yant)

Share

Video Popular