Hukum keadilan langit (Tuhan) adalah prinsip keadilan atas hukum antara langit dan Bumi dalam aktivitas kehidupan manusia, setiap individu harus mengikuti aturan hukum kebenaran bersama, jika ada yang melanggar, menyalahi hukum langit, maka langit (Tuhan) akan memimpin keadilan itu, dan balasan atas karma baik maupun jahat itu teratur dengan jelas dan tegas.

Sedangkan karma balasan sebab-akibat adalah hubungan antara satu hal dengan perihal kedua, perihal pertama itu menimbulkan sebab, sementara perihal kedua dianggap sebagai akibat dari perihal pertama, adapun yang dimaksud dengan balasan karma itu adalah menuntut balas berupa karma balasan atas utang atau membalas budi.

Jadi karma sebab akibat itu masih bisa dibayar, tidak akan meninggalkan utang (karma) pada anak cucu, adalah pembalasan atas tuntutan karma utang atau membalas budi terhadap mereka yang berbudi atau sebaliknya ; sedangkan balasan atas hukum keadilan langit adalah kesalahan yang melanggar asas/hukum keadilan langit, dan karma ini tidak dapat dibayar, bahkan balasan karmanya akan diturunkan pada anak cucu keturunannya.

Karma balasan baik dan jahat itu jelas dan tegas—jika berbuat baik balasannya pasti baik, namun, sebaliknya pasti akan mendapat karma buruk jika berbuat jahat, berbuat baik bisa mengumpulkan amal perbuatan baik, sementara jika berbuat jahat dipastikan moralnya juga akan rusak, antara berbuat baik dan jahat, tidak ada istilah bisa saling menetralkan/meniadakan [pernah berbuat salah tapi juga berjasa (berbuat baik) ], suatu perbuatan baik atau jahat, masing-masing individu harus membayarnya sendiri atas segala perbuatan yang dilakukan, apakah harus berkorban akibat dari perbuatan jahat atau sebaliknya mendapatkan pahala baik, semuanya itu akan dibalas berdasarkan perbuatan baik atau jahat dari masing-masing individu.

Ada banyak kondisi balasan dari hukum keadilan langit, tapi yang utama, oknum-oknum yang berwenang memutuskan hukum pidana atau menjatuhkan hukum administrativ, dimana dalam kehidupan sekarang Anda diberi jabatan itu haruslah bertindak arif sesuai dengan hukum keadilan, untuk menangangi korban ketidakadilan, melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan, menangani sesuatu tidak berdasarkan hukum keadilan, tapi bertindak atas keinginan pribadi, atau membuat keputusan yang melanggar hukum keadilan.Karena menggunakan kekuasaan yang diberikan negara untuk menangani sesuatu, tidak dengan posisi yang adil untuk menyelidiki suatu kebenaran, tapi justru memutarbalikkan sesuai dengan kehendak pribadi, membuat penilaian yang tidak adil dan bertentangan dengan fakta sebenarnya, sehingga rakyat jelata hanya bisa pasrah dipaksa mengakui dan menerima putusan yang tidak benar karena ketidak berdayaan mereka, tindakan yang melanggar hukum keadilan langit seperti ini, tidak hanya akan mendapatkan balasan dari hukum keadilan langit, tetapi juga akan mendapatkan karma kutukan akibat dendam, benci karena ketidakadilan. Selain itu, mereka yang mengatasnamakan kebebasan berekspresi, dimana demi mencapai maksud tujuannya (baik politik atau reputasi), menyebarkan opini yang melanggar kebenaran, untuk menghasut massa ini juga bertentangan dengan hukum keadilan langit yang tidak bisa ditolerir.

Bersyukurlah dalam kehidupan sekarang masih diciptakan sebagai manusia, dan sebaiknya bertindaklah sesuai dengan hukum keadilan langit, jangan sampai melanggarnya, jika tidak, maka meskipun Anda tidak mendapatkan balasannya dalam kehidupan sekarang, maka dalam kehidupan yang akan datang dipastikan akan mendapatkan balasannya atau mewariskan utang itu pada keturunan Anda, dan anak cucu Anda akan menanggung karma balasan atas pelangaran keadilan Anda itu dalam kehidupannya sekarang ; yakinlah, karma balasan itu memang benar-benar ada, jika sudah terlahir kembali dalam dunia sekarang, sebaiknya perbanyaklah berbuat amal kebaikan sebagai bekal di akhirat dan dalam kehidupan yang akan datang. (Epochtimes/ Pan Jing Xiang /Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular