Oleh Li Chen

Catatan editor. Pada 22 Juni 2016 di gedung nasional koresponden klub AS, mantan Sekretaris Negara Kanada, David Kilgour, Reporter investigasi senior Ethan Gutmann dan Pengacara HAM Kanada, David Matas melakukan konferensi pers bersama untuk memberikan laporan investigasi  terakhir tentang pengambilan paksa organ hidup manusia yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok/ PKT di Tiongkok.

Melalui investigasi ditemukan sejumlah kasus tersebut terjadi di Daratan Tiongkok.

Seorang pasien memperoleh transplantasi organ yang diambil dari beberapa orang (hidup) meskipun dilakukan dalam waktu yang berbeda.

Ada pasien yang organ transplantasinya perlu ditukar dari sumber yang berbeda sampai 3 kali, 4 kali bahkan ada yang 8 kali.

Laporan investigasi terakhir yang dibuat oleh ketiga orang ahli di atas memperkirakan bahwa Tiongkok sedikitnya melakukan 60.000 hingga 100.000 kali transplantasi organ setiap tahunnya. Bila dihitung mulai tahun 2000 sampai sekarang, maka jumlah transplantasi organ-organ yang sebagian besar diambil paksa dari tubuh para praktisi Falun Gong di Tiongkok itu mungkin sekali sudah mencapai lebih dari 1.5 juta kasus.

Berikut adalah beberapa kasus transplantasi yang diambil dari laporan investigasi terakhir mereka.

Satu pasien dengan beberapa kali transplantasi organ

Banyak kasus muncul fenomena-fenomena. Organ dari sumber yang berbeda ditransplantasikan kepada seorang pasien. Ini bisa terjadi karena entah reaksi penolakan dari tubuh pasien atau organ tersebut merupakan organ simpanan alias kurang segar. Dalam beberapa kasus, dokter melakukan sampai 3 kali atau 4 kali transplantasi jenis organ yang sama kepada seorang pasien. Bahkan ada yang sampai 8 kali baru menemukan organ yang cocok.

Pada 2006, dokter ahli bedah bernama Wang Guangce menerbitkan sebuah makalah medis yang berisi tentang pengalamannya dalam menangani 50 kasus transplantasi ginjal ulangan yang ia lakukan di Rumah Sakit Afiliasi Pertama dengan Universitas Henan.

Dalam kasusnya itu, 46 kasus transplantasi ia lakukan sampai 2 kali. 3 kasus ia lakukan sampai 3 kali dan 1 kasus lainnya ia lakukan sampai 4 kali. 5 kasus transplantasi dilaksanakan dalam 10 hari setelah yang pertama melalui lokasi yang sama. Rentang waktu transplantasi antara yang pertama dengan yang yang akan dilakukan kemudian itu bisa berjarak dari 2 jam hingga 8 tahun. 5 di antara kasus transplantasi ulangan yang pernah ia lakukan itu terjadi dalam waktu 10 hari setelah ginjal yang cocok untuk pasien ditemukan.

Sedikitnya 1 kali pernah terjadi, ginjal yang cocok untuk pasien baru ditemukan dalam waktu 2 jam setelah operasi. Beberapa transplantasi bisa merenggut nyawa 3 hingga 4 orang “donatur organ.”

Di Tiongkok, transplantasi organ berulang terhadap seorang pasien dianggap hal yang biasa. Kalau transplantasi pertama itu gagal, maka pasien akan memperoleh penukaran organ, ada yang sampai 2 kali, 3 kali atau bahkan 4 kali. Setiap tahunnya, sejumlah transplantasi organ di Tiongkok itu dilakukan berulang kali terhadap pasien yang sama.

Sebagai contoh, ahli bedah yang bertugas di Pusat Transplantasi Organ ‘Oriental’ Tianjin bernama Dokter Shen Zhongyang pernah melakukan 2 kali transplantasi organ liver/ hati kepada aktor Daratan Fu Biao.

Dr. Zhu Tongyu dari Rumah Sakit Zhongshan Afiliasi Universitas Fudan pernah melakukan sampai 4 kali transplantasi untuk menukar ginjal seorang pasien.

Dr Shen Zhongyang menjelaskan bahwa 10 – 20 % dari total transplantasi  yang dilaksanakan di Pusat Transplantasi Organ ‘Oriental’  Tianjin itu terpaksa dilakukan berulang akibat penanganan yang kurang tepat atau prosedur operasi yang non standar.

Pada 2004, Wakil Menteri Kesehatan Tiongkok Huang Jiefu dalam simposium nasional tentang transplantasi hati secara terbuka mengatakan, “Jumlah transplantasi berulang organ hati di Tiongkok meningkat cukup tajam yang diakibatkan baik oleh kualitas sumber organ yang kurang baik, salah dalam menafsirkan, menangani gejala-gejala yang timbul saat transplantasi dilakukan serta unsur-unsur lainnya. Maka peningkatan standarisasi pengelolaan transplantasi organ di Tiongkok perlu dijadikan prioritas kerja kita.”

Wakil Ketua Rumah Sakit Fu Zhou Daerah Militer Nanjing bernama Tan Jianming pernah memiliki rekor transplantasi organ ginjal sampai 8 kali kepada seorang pasiennya. Dilaporkan bahwa hingga   2014, Dr. Tan Jianming telah menyelesaikan lebih dari 4.000 kasus transplantasi ginjal.

Pada September 2003 di pusat transplantasi yang berada di Shanghai, Dr Tan Jianming menangani operasi cangkok ginjal seorang pasien lelaki berusia 35 tahun. Dalam waktu 2 minggu itu, ia memperoleh 4 buah ginjal berikut jenis darahnya, tetapi tak satu pun yang cocok untuk ditransplantasikan kepada pasien. Penulis memperkirakan bahwa itu mungkin timbul dari pencocokan silang yang kurang realistis karena perbedaan geografi.

Maret tahun berikutnya (2004), Dr Tan secara berturut-turut menerima lagi 4 buah ginjal, ginjal kedelapan itulah yang paling cocok untuk  pasien tersebut.

Suatu kali, seorang dokter menunjukkan selembar daftar nama yang berisikan lebih dari 20 orang pemilik ginjal kepada seorang calon pasien yang datang berkonsultasi. Ia bahkan menjamin bahwa ginjal-ginjal tersebut cocok untuk dirinya. Dan ia akan memperolehnya asalkan bersedia menunggu.

(Catatan: Survei membuktikan bahwa Tiongkok memiliki segudang organ hidup yang persediaannya itu diambil paksa dari tubuh para praktisi Falun Gong Tiongkok yang ditahan secara ilegal).

2 butir ginjal segar disiapkan untuk sekali transplantasi

Majalah medis “Zhongguo Hushi” (Perawat Tiongkok) melaporkan, pada 28 September 2005, mantan Wakil Menteri Kesehatan Tiongkok Huang Jiefu mendampingi mantan Sekretaris Politbiro Luo Gan untuk berpartisipasi dalam kegiatan untuk memperingati 50 tahun berdirinya Daerah Otonoomi Xinjiang

Di sana, di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Xinjiang, Huang Jiefu melakukan  demo pencangkokan hati kepada seorang kader setempat yang anggota PKT.

Awalnya Huuang Jiefu bermaksud melakukan transplantasi alogenik dan sudah mempersiapkan sebuah organ hati/ liver. Namun pada saat memeriksa perut pasien Huang menemukan bahwa organ dari pasien bersangkutan ini memenuhi syarat untuk menjalani transplantasi autologous.

Kemudian, untuk kepentingan demo transplantasi tersebut Huang Jiefu meminta pihak rumah sakit untuk menyediakan lagi 2 organ hati yang berbeda. Satu buah didatangkan dari Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Sun Yat-sen, Guangzhou dan yang satu lagi dikirim dari Pusat Perawatan Liver Rumah Sakit Barat Laut Chongqing Afiliasi Universitas Kedokteran Ketiga Militer di kota Chongqing.

Hanya dalam beberapa jam kemudian, kedua jenis organ liver sesuai spesifikasi yang diminta Huang sudah bisa disediakan, sehingga Huang Jiefu bisa melakukan transplantasi pada malam itu (29/9) mulai pukul 19 hingga selesai pada sekitar pukul 10 siang keesokan harinya. Huang dengan bangga mengumumkan transplantasi tersebut berlangsung sukses dan kedua organ liver yang dicadangkan itu sudah tidak diperlukan lagi.

Akibat iskemik dingin (CIT) untuk organ liver akan terjadi dalam waktu paling lama 15 jam. Jika kedua organ liver cadangan yang dikirim dari Guangzhou dan Chongqing itu adalah organ ‘simpanan’ (sudah diambil dari tubuh hidup sebelumnya), maka selisih waktu antara pengambilan dan penyelesaian transplantasi sudah melampaui 60 jam. Kuat dugaan bahwa kedua organ liver itu diambil dari orang yang masih hidup lalu langsung dikirim ke Xinjiang. (sinatra/rmat)

(Isi diterjemahkan dari laporan investigasi terakhir tentang pengambilan paksa organ hidup manusia yang dilakukan PKT di Tiongkok, sumber:  http://endorganpillaging.org  halaman 285 – 287)

Share

Video Popular