Saya telah mendapatkan selulit dan tetap mencintai tubuh saya. Dapatkah Anda membayangkannya?! Mencintai tubuh meskipun ia tidak sempurna bukankah sangat umum dan normal? Berikan penghargaan pada diri sendiri bukannya malah menempatkan diri ke bawah. Berbicara kepada diri sendiri dengan kebaikan dan kasih sayang bukannya dengan rasa jijik dan kekecewaan.

Untungnya bagi saya, ini adalah kenyataan. Saya mencintai tubuhku pada setiap tahap eksistensinya; Saya masih tetap merasa percaya diri pada tubuh saya meskipun telah muncul selulit, rambut beruban, dan keriput; Saya percaya bahwa saya bisa mencintai diri sendiri dan terus berusaha untuk perasaan nyaman yang lebih tinggi pada diri saya.

Sejujurnya, beberapa tahun yang lalu saya tidak bisa membayangkan kemungkinan seperti ini. Ide bahwa saya tidak akan pernah menyebut diri sebagai “sedang berjalan” benar-benar hanya di luar jangkauan; konsep bahwa saya akan merasa nyaman pada tubuh saya sepertinya sangat asing.

Dan apa yang paling menyedihkan dari problema ini adalah, saya tidak sendirian dalam garis pemikiran ini. Wanita yang terlibat dalam pembicaraan diri yang negatif dan menyerah pada tekanan sosial akan kesempurnaan adalah mayoritas, bukan minoritas. Bahkan, sebagian besar wanita yang saya kenal, merasa malu pada tubuh mereka atau merasa malu pada beberapa titik dalam hidup mereka.

Ini adalah perjuangan fundamental wanita modern dan itu sungguh tidak masuk akal.

Sungguh konyol bahwa kita harus pernah merasakan tidak layak dengan berdasarkan pada apakah kita memiliki “perut langsing” atau media menganggap tubuh kita “siap untuk berbikini”. Sungguh konyol bahwa wanita di seluruh dunia merasa kurang layak dengan berdasarkan lemak tubuh, berat badan, atau kehadiran selulit. Sungguh konyol bahwa kita tidak dapat berdiri kuat dan tidak bisa menerimanya di kulit kita sendiri, padahal sesungguhnya inilah lingkungan alami kita.

Kita semua kuat dan unik dalam diri sendiri, dan kelayakan kita tidak bisa diperdebatkan. Hal ini tidak ditentukan oleh tubuh kita, karier, ataupun jumlah “suka” yang kita dapatkan di dalam akun Instagram. Ini tidak akan menurun seiring dengan lemak tubuh dan usia kita bertambah. Hal ini tidak dapat dilawan kecuali kita membiarkannya terjadi.

Jadi apa yang menyebabkannya? Mengapa begitu banyak dari kita yang membolehkan kelayakan kita ditantang oleh tubuh, status dan usia kita? Mengapa kita perdagangkan kekuatan feminin kita untuk perasaan “tidak pernah cukup baik”? Saya percaya itu kombinasi dari trauma masa kecil, tekanan eksternal, dan pengaruh keadaan masyarakat – akan tetapi pertanyaan yang lebih relevan adalah, bagaimana kita menghentikan kegilaan ini?

Hentikan kegilaan dengan berkomitmen untuk bergerak

Saya tidak akan mengatakan pada Anda bahwa hal itu semudah membuat pilihan untuk mencintai tubuh dan memiliki kekuatan Anda. Saya tidak akan berbohong dan memberitahu Anda bahwa semua yang harus Anda lakukan adalah melihat pada cermin dan berkata, “Aku mencintaimu.” Karena satu-satunya hal yang lebih fiktif daripada kerugian kelayakan kita adalah gagasan bahwa Anda hanya dapat meraihnya kembali dengan catatan usang dan “berpikir positif”.

Meraih kembali kelayakan Anda adalah sulit, menyakitkan, pekerjaan yang penuh komitmen. Tentu, Anda harus terlebih dahulu membuat keputusan untuk mencintai tubuh dan merebut kembali kekuatan Anda, dan ya, membalikkan cara Anda berbicara kepada diri sendiri dan menyambut ekspresi cinta diri merupakan strategi berharga. Akan tetapi karya nyata yang terjadi ketika kita menyentuh tempat-tempat yang menyakitkan yang membawa kita keluar dari kelayakan kita di tempat pertama.

Jika kita benar-benar ingin melangkah kembali pada kekuatan feminin dan mengambil kembali nilai-nilai kita, maka kita harus bersedia membuka luka, bersandar ke dalam nyeri, dan mengajukan pertanyaan yang sulit. Saya percaya, banyak orang yang mendorong kita untuk “mencintai diri sendiri” mengabaikan untuk memberitahu kita bahwa belajar mencintai diri sendiri benar-benar dapat menyakiti dan kita harus mengalami sedikit rasa tidak nyaman sehingga kita benar-benar dapat sembuh.

Kita harus mengembangkan keberanian untuk melihat secara mendalam ke dalam jurang dan membingkai seluruh kisah yang membawa kita pada ketidaklayakan. Kita harus melepaskan peran kita sebagai korban dalam cerita itu, dan bahkan melucuti mereka yang menyakiti kita dari peran penjahat. Kita harus bersedia untuk bertelanjang diri dan menghadapi semua yang menyakitkan, begitu banyak kewenangan yang telah kita diberikan kepada pikiran negatif.

Meraih kembali kelayakan kita adalah pekerjaan, akan tetapi itulah pekerjaan paling berharga yang bisa kita lakukan.

Bagaimana memulai

Pilih cinta kasih

Saya tahu saat mengatakan hal itu tidaklah sesederhana memilih semata, tetapi memilih merupakan langkah penting dalam proses tersebut. Ya, ada pekerjaan yang harus dilakukan (dan menyenangkan juga!). Namun, tidak satu pun dari pekerjaan ini dapat dimulai sampai kita membuat pilihan untuk berhenti menjadi korban masa lalu kita, cerita kita, atau lingkungan eksternal kita.

Sebuah cara yang ampuh untuk berkomitmen pilihan ini adalah membuat mantra pribadi Anda. Mantra Anda harus mencerminkan perasaan cinta, kekuasaan, kelayakan, dan kasih sayang, akan tetapi bisa saja dalam bentuk sederhana seperti, “Aku memilih untuk berdiri dalam kekuasaan saya”. Mantra adalah sangat kuat pengaruhnya karena mereka memberikan alat sederhana untuk membawa kita kembali pada ruang kelayakan.

Menghadapi akar luka

Ingat pekerjaan yang saya bicarakan tadi? Bagi sebagian besar orang, luka dari masa kecil telah membuat kita menjauh dari perasaan sebenarnya pertalian, rasa memiliki, dan penerimaan diri. Trauma masa kecil datang dalam segala bentuk dan ukuran, mulai dari kekejaman yang jelas seperti kekerasan fisik dan seksual, hingga yang tersamar seperti keterperangkapan, kelalaian, pengabaian, dan perfeksionisme.

Pergi ke masa lalu untuk menghadapi akar luka kita adalah hal yang menyakitkan, menakutkan, dan sangat kuat pengaruhnya. Hal ini memberi suatu kesempatan untuk membingkai ulang kisah kita, melepaskan peran korban dan penjahat, dan benar-benar memegang ruang bagi diri-anak kita sendiri. Namun, selama pengalaman saya sebagai pelatih, membuka luka ini dapat membawa kita kembali ke saat ketika kita merasa ditinggalkan, disalahgunakan, dan diabaikan, jadi penting bahwa kita siap untuk bersandar dan tidak lari ke arah lain.

Melatih belas kasih

Dalam setiap kesempatan yang memungkinkan, berlatihlah berbelas kasih. Ini berarti bahwa terkadang Anda harus meninggalkan piring di wastafel, melewatkan latihan, atau makan cheeseburger-dan tidak menyiksa diri tiada henti karenanya. Hal ini membutuhkan kepercayaan pada kemampuan Anda untuk merawat diri sendiri dan suatu penegasan yang konstan bahwa rasa malu dan jijik bukanlah alat yang efektif untuk perubahan.

Belas kasih adalah komitmen setiap hari, dan salah satu alat yang paling kuat yang dapat digunakan untuk menggeser pola pikir Anda, terutama ketika menyangkut masalah tubuh. Salah satu cara termudah untuk melakukannya adalah menulis 3 hal dalam jurnal setiap pagi, di mana Anda benar-benar bangga karenanya; hal ini akan menggeser fokus Anda dari masalah yang menyalahkan diri sendiri menjadi hal-hal yang membuat Anda merasa berhasil dan hidup.

Salurkan energi ke hal yang membuat merasa kuat

Menyalurkan energi kepada bagaimana penampilan tubuh Anda adalah niatan yang ditakdirkan untuk gagal. Semua yang dilakukan adalah membuat tubuh menjadi fokus utama, dan membuat Anda tidak dapat melihat seberapa banyak yang bisa Anda tawarkan pada dunia. Pendekatan yang lebih menguntungkan adalah mengarahkan energi terhadap hal-hal yang membuat Anda merasa kuat, hal yang sama sekali tidak dipengaruhi oleh selulit, lemak tubuh, atau ketidaksempurnaan jasmani Anda.

Saya menyalurkan energi saya ke dalam tulisan, serta tujuan kekuatan tertentu yang tidak ada hubungannya dengan selulit ataupun lemak tubuh. Melalui kegiatan ini saya memanfaatkan energi dengan cara yang membuat saya merasa terpenuhi, bukan cara yang menjatuhkan saya. Fakta bahwa saya dapat menggunakan tulisan dan berdiri pada kekuatan fisik untuk membantu memberdayakan perempuan di seluruh dunia, jauh lebih berarti bagi saya daripada sejumlah angka yang tertera di timbangan. (Epochtimes/Neghar Fonoone/Ajg/Yant)

Share

Video Popular