Dalam 2 jam setelah Theresa Mary May dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru. Ia langsung mengumumkan nama-nama para kandidat yang akan didudukkan dalam kabinet barunya. Para pejabat pengusung Brexit kini menempati posisi penting dan bakal memainkan peran tidak kecil dalam perkembangan Inggris di kemudian hari.

Pergantian kepala suatu kerajaan umumnya juga akan mengakibatkan digantinya para abdi dalamnya. Anggota kabinet David Cameron nyaris seluruhnya terkena reshuffle. Philip Hammond  yang pada kabinet Cameron menjabat sebagai Menlu Inggris kini didudukkan sebagai Menkeu menggantikan George Osborne yang memilih mengundurkan diri.

George menulis dalam akun Twitter-nya bahwa ia merasa bangga dan terhormat pernah menjabat menteri keuangan di Inggris.

“Ekonomi Inggris mengalami pertumbuhan cukup baik sekarang bila dibandingkan pada saat sebelum saya menjabat, tentu masyarakat sendiri bisa menilainya,” katanya.

Mantan Walikota London yang getol dalam mengusung  Brexit, Boris Johnson kini ditunjuk sebagai Menlu Inggris menggantikan kedudukan Philip Hammond. Boris pernah tiba-tiba menyatakan tidak akan terlibat dalam kompetisi untuk jabatan perdana menteri tak lama setelah perhitungan suara hasil referendum dikeluarkan. Boris dikenal sebagai individu yang suka mengeluarkan kata-kata yang mengejutkan orang lain.

Ketua Partai Demokrat Liberal Inggris Timothy Farron secara bercanda pernah mengatakan, “Jangan-jangan Boris akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk meminta maaf kepada negara yang ia sakiti.”

Tantangan pertama yang dihadapi Theresa May adalah menyelesaikan masalah-masalah yang terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Untuk itu, May membentuk team task force yang diketuai oleh David Michael Davis seorang politisi golongan skeptis terhadap Uni Eropa.

Mantan Menteri Energi Inggris Amber Rudd kini diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri. Dan Michael Cathel Fallon tetap menjabat sebagai Menteri Pertahanan, sedangkan Liam Fox menjabat sebagai Menteri Perdagangan Internasional. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular