Bagi Anda yang suka selfie, dihimbau sebaiknya hati-hati, sebuah studi di Inggris menyebutkan, bahwa wajah yang kerap tersingkap di bawah paparan radiasi ponsel, akan mempercepat penuaan kulit. Selain itu, dokter mata di London, Inggris juga memperingatkan bahwa hati-hatilah dengan mata Anda, karena tidak tertutup kemungkinan akan mengalami kebutaan sementara apabila selalu mengutak-atik layar ponsel dalam kegelapan di tempat tidur.

Menurut penelitian yang dipublikasikan London Facial Cosmetic Surgeon, bahwa wajah yang kerap tersingkap di bawah paparan radiasi optik dan radiasi elektromagnetik dari ponsel atau perangkat elektronik modern dapat merusak dan mempercepat penuaan kulit, kata dokter spesialis kulit seperti dikutip harian sore Epaper Cnwest.

Laporan terkait menyebutkan, bahwa beberapa dokter bahkan dapat menyimpulkan kebiasaan seseorang menggunakan ponsel berdasarkan kondisi kulit di sekitar wajahnya, kulit bagian sebelah yang sering dekat dengan ponsel itu akan tampak jauh lebih gelap dan memiliki lebih banyak kerutan dibanding dengan kulit sebelahnya. Selain itu, hasil penelitian ini juga mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik ponsel dapat memicu penuaan kulit dari kerusakan DNA, menyebabkan putusnya untai DNA, sehingga menghambat perbaikan kulit, dan meningkatkan tekanan pada sel-sel kulit.

Sementara itu, “ Selfie Global ”-nya Amerika yang dirilis perusahaan Meitu menyebutkan, bahwa lebih dari 50 persen masyarakat Taiwan berselfiee ria setidaknya sekali setiap 2-3 hari, frekuensi selfiee yang tergolong sangat tinggi.

Selain itu, dalam surat yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine (NEJM), dokter spesialis mata di London, Inggris, juga memperingatkan pada masyarakat yang sering mengutak-atik layar ponsel dalam kegelapan di tempat tidur. Dalam isi surat tersebut secara rinci menggambarkan tentang dua pasien yang mengeluhkan kebutaan sementara yang berlangsung sekitar 15 menit dalam waktu berulang, dan karena gangguan ini mereka lalu menjalani bberbagai pemeriksaan medis, termasuk pemeriksaan jantung dan Magnetic Resonance Imagingp-MRI (Pencitraan resonansi magnetik), namun, dokter tidak dapat menemukan sebab yang bisa menjelaskan fenomena ini.

Namun, Dr Gordon Plant dari moorfields eye hospital, London, Inggris berhasil memecahkan misteri itu. Dari hasil diagnosisnya, Dr. Plant menemukan bahwa dua wanita itu sudah terbiasa mengutak-atik ponsel dengan mata sebelah dalam kegelapan begitu berbaring di atas kasur, sementara mata satunya lagi ditutupi dengan bantal. Perpaduan yang salah ini merepresentatifkan mata mereka yang telah beradaptasi dengan cahaya itu perlu menyusul mata yang telah terbiasa dengan kegelapan, sehingga mengakibatkan kebutaan sementara.(Epochtimes

Share

Video Popular