Malware yang dirilis sebuah industri periklanan mobile dari Tiongkok telah menyerang puluhan juta pengguna Android di seluruh dunia.

Malware bernama HummingBad ini dikembangkan oleh Yingmob, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang analitik iklan yang berbasis di Beijing, Tiongkok. Malware ini telah menyerang setidaknya 10 juta perangkat Android di seluruh dunia, sebagian besar korban berada di India dan Tiongkok sendiri, demikian dilansir dari CNET, Selasa (5/7/2016).

Perusahaan keamanan software, Check Point menyatakan telah melacak keberadaan malware ini sejak ditemukan pada Februari. Dan menurut hasil analisisnya, jumlah perangkat Android yang terinfeksi terus melonjak. Selain itu, Check Point juga menemukan pengguna yang terinfeksi HummingBad juga melonjak tajam pada pertengahan Mei lalu.

Dalam laporannya, Check Point menyebutkan HummingBad dibuat oleh Development Team for Overseas Platform bernama Yingmob, sebuah industri periklanan mobile yang berbasis di Beijing, Tiongkok.

“Perusahaan Yingmob ini memiliki 25 orang karyawan,” ungkap Check Point.

HummingBad melancarkan aksinya dengan berkedok sebagai situs iklan palsu atau apa yang disebut serangan drive-by-Download. Ponsel atau tablet Android akan terinfeksi ketika orang-orang mengunjungi situs palsu tersebut. Setelah berhasil menguasai perangkat, malware akan melakukan klik pada iklan atau mengunduh aplikasi tanpa sepengetahuan pemilik perangkat. Dengan begitu, hacker diperkirakan dapat mengeruk pendapatan dari aksinya hingga USD 300.000 per bulan.

Check Point menyebutkan, selain mengeruk keuntungan ilegal, Yingmob juga memanfaatkan HummingBad mencuri dan menjual identitas yang berhasil dikumpulkan. Check Point memperkirakan saat ini ada sekitar 85 juta smartphone yang memiliki aplikasi Yingmob, meski tak semua terserang malware HummingBad.

Sebagian besar korban berada di Tiongkok dan India, dengan perkiraan sekitar 1,6 juta perangkat yang telah terinfeksi ada di Tiongkok sendiri dan 1,35 juta di India. Sementara di Amerika Serikat ada sekitar 288 ribu perangkat terinfeksi. Di Inggris sekitar 100 ribu yang terinfeksi. Selain negara-negara tersebut, malware ini juga terlacak ada Filipina, Indonesia dan Turki. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular