JAKARTA – Yayasan Lembaga konsumen Indonesia (YLKI) menilai permasalahan vaksin palsu yang berujung pada imunisasi abal-abal merupakan momentum kepada aparat negara untuk membongkar obat palsu yang terjadi di Indonesia.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan masalah vaksin palsu hanyalah satu titik masalah dari fenomena pemalsuan produk-produk farmasi (obat palsu) di Indonesia yang sebenarnya masih sangat marak.

“Oleh karena itu, masalah vaksin palsu harus menjadi titik pijak untuk membongkar adanya fenomena obat palsu di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Langkah yang harus dilakukan pemerintah bagi YLKI adalah penguatan kelembagaan/institusi untuk melakukan pengungkapan praktek obat palsu di seluruh wilayah Indonesia, termasuk dalam pengawasan reguler harus dilakukan.

Menurut Tulus, jika pihak Istana mengatakan bahwa Badan POM harus direstrukturisasi, maka semestinya peran Badan POM yang selama ini justru diamputasi oleh Kementerian Kesehatan RI. Apalagi dalam praktenya,  Kemenkes dan Dinkes tidak melakukan pengawasan.

Kasus penyebaran vaksin palsu sebelumnya sudah menyebar ke sejumlah provinsi dan Bareskrim Mabes Polri sudah menangkap sejumlah tersangka pemalsuan vaksin. Badan POM atas kasus ini menyebut bahwa kasus  vaksin palsu sudah ditemukan sejak 2008 silam. Sementara temuan kepolisian menyebutkan bahwa penggunaan vaksin sudah dilakukan sejak 13 tahun silam.

Dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek membeberkan  14 Rumah Sakit penerima vaksin palsu dari dari CV Azka Media, dan M. Syahrul.

Berikut daftar RS penerima vaksi palsu :

1.RS. DR. Sander Cikarang,
2. RS. Bhakti Husada teminal Cikarang,
3. RS. Sentra Medika Jalan Industri Pasir Gombong,
4. RSIA Puspa Husada,
5. RS. Karya Medika Tambun Bekasi,
6. RS. Kartika Husada Jalan MT. Haryono Setu Bekasi,
7. RS. Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi,
8. RS. Multazam Bekasi,
9. RS. Permata Bekasi,
10. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang,
11. RS. Elisabeth Narogong Bekasi,
12. RS. Hosana Lippo Cikarang dan
13. RS. Hosana Bekasi Jalan Pramuka.
14. RS Harapan Bunda, Jakarta Timur. (asr)

Share

Video Popular