Oleh CNA

Terkait isu kudeta yang dilakukan oleh militer Turki tadi malam, Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk mengetahui situasi yang sedang terjadi dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, bisa menghormati lembaga-lembaga domokrasi.

Militer Turki pada (15/7/2016) malam berusaha untuk mengambil alih pemerintahan dengan melakukan serangan tembakan ke ibukota Ankara dan Istanbul. Selain itu mengklaim telah berhasil mengambil alih kekuasaan. Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui media mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi aman dan meminta rakyat turun ke jalan untuk mengambil kembali inisiatif.

Turki adalah negara anggota NATO setelah usai Perang Dingin. Ia menjadi negara anggota pertama yang mengalami kudeta militer.

Komisioner Tinggi UE untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan, Federica Mogherini yang sedang menghadiri KTT ASEM di Mongolia melalui Twitter resmi menyebutkan bahwa ia sedang berusaha untuk mengontak perwakilan Ankara yang berada di Brussel untuk mengetahui situasi terakhir di Turki. Ia meminta semua pihak yang berkepentingan untuk menahan diri dan menghormati lembaga-lembaga demokrasi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular