Erabaru.net. Karena kesibukan, umumnya orang-orang makan seadanya saat sarapan maupun makan siang. Kemudian, secara tidak sadar, muncul keinginan mengompensasinya pada saat makan malam.

Namun, tahukah Anda ada beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari saat makan malam? Seperti makan yang berlebihan. Akan berakibat sangat fatal bagi tubuh, jika Anda makan malam berlebihan sekaligus tidak ada waktu untuk berolahraga. Lalu bagaimana makan malam yang baik? Hal-hal apa saja yang perlu dihindari? Berikut tiga pantangan utama yang sebaiknya dihindari saat makan malam.

Makan  berlebihan

Malam hari, umumnya orang-orang tidak melakukan aktivitas yang berarti. Jika makan  terlalu larut, mengonsumsi makanan yang berlebihan akan memicu peningkatan kolesterol, merangsang produksi protein kadar rendah dan kadar sangat rendah oleh hati yang dapat memicu pengerasan pembuluh darah atau disebut arteriosclerosis. Makan malam berlebihan dalam jangka panjang juga dapat merangsang hormon insulin bekerja berlebihan yang mengakibatkan penuaan dini pada sel ß insulin, sehingga menyebabkan seseorang berisiko menderita diabetes.

Makan malam terlalu kenyang juga menyebabkan lambung membengkak, yang kemudian menekan berbagai organ tubuh lain yang berdekatan, seperti usus, hati, empedu, pankreas dan lain-lain. Organ-organ yang berdekatan ini kemudian mengirimkan sinyal ‘bekerja keras’ ke otak besar, yang mengakibatkan otak bekerja lebih aktif sehingga menyebabkan insomnia.

Konsumsi daging berlebihan

Saat makan malam sebaiknya memperbanyak menu sayuran. Utamakan konsumsi menu makanan yang kaya akan karbohidrat dan kurangi menu makanan berprotein dan berlemak.

Namun pada prakteknya, dalam kehidupan sehari-hari, umumnya banyak keluarga memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan makan malam, sehingga menu makan  pun menjadi sangat bervariasi.

Kenyataan ini sangat tidak baik bagi kesehatan. Menurut hasil penelitian ilmiah, konsumsi berlebihan saat makan malam dari daging, telur, susu, dan makanan berprotein tinggi lainnya akan menyebabkan kandungan kalsium di dalam air seni meningkat drastis.

Di satu sisi, kondisi ini menandakan penyerapan kalsium tubuh merosot tajam, sehingga dapat memicu rakhitis (kekurangan vitamin D) pada anak-anak, rabun dekat pada remaja, serta osteoporosis bagi kalangan usia paruh baya. Di sisi lain, tingkat kepekatan kalsium yang tinggi pada air seni juga menyebabkan peningkatan risiko mengidap penyakit batu ginjal. Di samping itu, jika tubuh tidak dapat menyerap seluruh asupan protein yang masuk, protein akan mengendap pada saluran usus. Endapan ini kemudian bermetamorfosa menjadi substansi beracun seperti amonia, hidrogen sulfida, dan lain-lain yang berisiko mengakibatkan kanker pada dinding usus.

Jika mengonsumsi lemak berlebihan akan menyebabkan lemak darah (lipid) meningkat. Riset menunjukkan kandungan lemak darah pada orang yang banyak mengonsumsi daging saat makan malam mencapai 2-3 kali lipat lebih tinggi daripada vegetarian. Karbohidrat dapat menghasilkan lebih banyak zat serotonin dalam tubuh manusia, yang dapat menenangkan saraf secara alami. Hal ini sangat berguna bagi penderita insomnia.

Makan terlalu larut

Makan malam lebih awal merupakan salah satu metode menjaga kesehatan yang direkomendasikan oleh pakar kedokteran kepada masyarakat luas. Riset menunjukkan, makan malam lebih awal dapat menurunkan risiko batu ginjal secara drastis.

Waktu paling optimum bagi tubuh untuk mengeluarkan kelebihan kalsium kira-kira 4-5 jam setelah makan. Jika makan  terlalu larut, umumnya seseorang sudah jatuh tertidur sebelum tiba saat mengeluarkannya. Akibatnya cairan seni akan tertinggal di saluran pembuangan air seni atau ureter, prostat, urethra, dan saluran seni lainnya, karena tidak dapat segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan kalsium dalam air seni terus menumpuk lalu mengendap menjadi butiran kristal kecil. Lama kelamaan butiran kecil tersebut akan terus membesar dan menjadi batu ginjal. Oleh karena itu, waktu makan  yang terbaik adalah sekitar pukul 6 malam. (Epochtimes/Lie/Yant)

Share

Video Popular