Presiden Filipina Rodrigo Duterte menjadwalkan pertemuan dengan Menlu John Kerry yang akan datang berkunjung pekan depan dalam rangka mempererat hubungan kedua negara.

Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Mark Toner dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa Kerry akan berkunjung ke Filipina pada 26 – 27 Juli 2016 dan akan menemui Presiden Duterte dan Menlu. Perfecto Yasay Jr. untuk mendiskusikan kemungkinan kerjasama penuh dengan pemerintahan baru Filipina.

Sebelum mengunjungi Filipina, Kerry akan terbang terlebih dulu ke Paris untuk bertemu dengan Presiden Otoritas Nasional Palestina, Mahmoud Abbas. Setelah itu menghadiri serangkaian pertemuan regional di Vientiane, Laos untuk membahas soal tantangan transnasional termasuk keamanan maritim.

Politik luar negeri pemerintahan baru Filipina yang cenderung ingin berbaik dengan Tiongkok dan menjauhi AS rupanya mengundang perhatian pemerintah AS. Beberapa pengamat percaya bahwa kedatangan John Kerry tampaknya bertalian dengan hal itu, dan mungkin saja menggunakan kunjungan untuk mencoba memahami ide-ide Duterte.

Di era pemerintahan Presiden Aquino III, Manila jelas bersikap pro AS. Berharap menggunakan kekuatan AL AS untuk menghambat ekspansi yang cepat dari AL Tiongkok.

Satu delegasi dari Kongres AS pada Selasa (19/7/2016) datang ke Manila untuk menemui Presiden Duterte yang ditemani menteri pertahanan beserta penasihat keamanan Filipina. Menurut berita yang disampaikan oleh Senator AS, Christopher Murphy melalui Twitter bahwa Presiden Duterte telah membuat komitmen untuk tidak melakukan negosiasi atas isu Laut Tiongkok Selatan. (CNA/sinatra/rmat)

Share

Video Popular