Oleh: Lin Yan

Kutub Selatan, apakah hanya sebidang tanah tandus berupa sehamparan salju yang tak berujung? Bukan. Di bawah lapisan tebal es Antartika, tampaknya ada sebuah dunia yang penuh pesona, ada lembah, saluran air, danau dan berbagai organisme di sana.

Berdasarkan metode pemetaan satelit, para ilmuwan menegaskan bahwa di dalam lapisan es beberapa kilometer di bawah es Antartika itu, sebenarnya terdapat lembah, saluran air, danau dan struktur geologi yang kompleks, demikian dilansir dari theconversation, Senin (18/7/2016).

Di bawah lapisan es Antartika, terdapat sekitar 400 danau di bawah tanah. Air danau yang mengalir ini berfungsi sebagai pelumas gletser dan pembatas batuan beku, sekaligus mengontrol aliran es. Karena tekanan yang kuat di bawah es, sehingga air di bawah gletser tidak membeku, tetapi berupa cairan air yang mengalir.

Danau dan lembah

Para ilmuwan menduga bahwa energi panas di internal bumi dan aliran panas yang disebabkan gesekan dari aliran es di batuan beku itu mendorong es menjadi air, dan membentuk daerah aliran danau di bawah gletser.

Dengan metode pemetaan satelit, dan menduga karakteristik gerakan danau di bawah lapisan es, para ilmuwan menemukan setidaknya 130 danau dalam kondisi aktif.

Sistem saluran air di bawah glester Antartika (garis biru) dan danau (lingkaran biru muda).  (Wikipedia)
Sistem saluran air di bawah glester Antartika (garis biru) dan danau (lingkaran biru muda). (Wikipedia)

Danau Vostok adalah danau subglasial terbesar dan ter­dalam di Antartika. Berjarak sekitar 1500 km dari garis pantai Antartika, permukaan airnya sekitar 3500 meter di bawah permukaan es, terletak sekitar 4 km di bawah lapisan es. Kedalaman air rata-rata 430 meter.

Menurut ilmuwan, danau ini terkubur di bawah es Benua Antartika selama 15 juta tahun. Selama itulah Vostok menjadi danau purba dan salah satu lingkungan yang paling ekstrem di bumi. Dingin membeku dan gelap gulita.

Di area danau Vostok terdapat ngarai yang besar, dalamnya setara dengan ngarai di Amerika Utara, tapi lebih panjang 100 km dari Grand Canyon.

Kehidupan

Januari 2013 lalu, setelah tim ekspedisi AS mengebor lapisan es dan mengambil sampel air danau. Mereka menemukan komunitas mikroba yang beragam dan sebagian menambang minyak untuk menyerap energi. Ilmuwan menyatakan bahwa meski danau di bawah lapian es itu sangat ekstrim untuk mampu bertahan hidup, tapi tetap ada kehidupan.

Danau ini menjadi rumah bagi sebuah komunitas berisi organisme yang sangat beragam,” kata Scott Rogers, seorang pakar biologi molekuler dari Bowling Green State University di Ohio, Amerika Serikat

Studi terkait menemukan sekitar 4000 jenis organisme bersel tunggal, dan sebagian besar di antaranya itu menjadikan sedimen di dasar danau sebagai makanannya, sedimen-sedimen ini setidaknya telah berusia sekitar 120 ribu tahun. Sementara itu banyak dari mikro-organisme itu mengubah amonia menjadi nitrit, dan beberapa diantaranya menjadikan metana sebagai makanannya.

Sementara itu ada sekitar 800 jenis organisme lain yang belum bisa diklasifikasikan hingga kini. Temuan ini mengkonfirmasikan spekulasi selama beberapa dekade mengenai kehidupan di lingkungan ekstrim seperti ini.

Dalam komentar yang juga dipublikasikan oleh jurnal Nature, Martyn Tranter dari University of Bristol mengatakan hasil temuan para ilmuwan juga membuktikan bahwa gletser dan lapisan es bukan lingkungan yang steril.

“Temuan para penulis juga semakin memperkuat dugaan tentang apakah mikroba juga dapat mengkonsumsi batuan di bawah lapisan es di benda langit seperti Mars.” (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular