Dalam kunjungannya di Australia pada Rabu (20/7/2016), Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS  akan terus memastikan adanya kebebasan navigasi laut dan udara di Laut Tiongkok Selatan. Dalam masalah pembangunan ekonomi ia secara yakin menyebutkan bahwa AS masih akan terus menjadi pemimpin.

“Bagi yang menentang atau tidak mau mengakui hal ini, ia pasti bukan seorang petaruh yang baik,” katanya.

Biden mengunjungi Australia setelah putusan arbitrase Laut Tiongkok Selatan dikeluarkan mahkamah. Gedung Putih mengumumkan bahwa Biden di Sydney menguraikan hubungan kedua negara. Terlihat dengan jelas bahwa ucapan Biden itu bertujuan untuk menentang Tiongkok.

Biden sering berbicara tentang karir di bidang politiknya pada masa lalu, termasuk pengalamannya ketika untuk pertama kalinya ia mengunjungi Tiongkok pada 1979 dan bertemu pemimpin Tiongkok, Teng Xiaoping (alm).

Di Australia ia mengatakan bahwa ketika bertemu Xi Pingping dalam kunjungan 5 harinya di Tiongkok, Xi pernah menanyakan soal alasan AS mau terlibat dalam urusan di Lautan Pasifik. Ia kemudian menjelaskan, “Sebab kita (AS) termasuk negara Pasifik, inilah Amerika, selama AS masih eksis, maka sikap tersebut akan tetap dipertahankan.”

Biden juga mengutip ucapan Obama bahwa AS akan berpartisipasi penuh dalam urusan di wilayah Asia-Pasifik yang memasuki abad ke 21.

Ia menegaskan bahwa AS sejak 2010 sudah menginvestasikan dana USD. 4 miliar untuk membantu negara-negara ASEAN, selain itu, total dana yang diinvestasikan dalam anggaran pertahanan AS sudah melebihi jumlah investasi dalam bidang yang sama dari kedelapan negara besar. Hingga tahun 2010 nanti, 60 % dari keseluruhan perlengkapan militer AS yang canggih akan disediakan untuk kawasan Pasifik ini, AS akan terus memenuhi komitmen yang sudah disampaikan kepada sekutu regionalnya.

Biden mengatakan bahwa AS tidak akan meninggalkan kawasan Asia Pasifik, fokus AS terhadap Asia Pasifik juga terkait dengan kepentingan AS sendiri, sementara kehadiran AS adalah penting demi keamanan dan pemeliharaan perdamaian, bila tidak, maka pembangunan ekonomi dan kesejahteraan  kawasan akan terpengaruh, dan karena itu pula, AS harus memastikan adanya kelancaran dan kebebasan navigasi di Laut Tiongkok Selatan

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama AS- Australia. Kedua negara akan saling bergantung dan mendukung satu sama lain, kemakmuran dan pertumbuhan Australia yang berkelanjutan  itu sejalan dengan kepentingan AS, sedangkan AS memiliki kerjasama yang erat dengan negara mitra demokrasi lainnya di kawasan tersebut. Ia menyebut Jepang, Korea Selatan dan Filipina, mengajak mereka bersama-sama untuk meningkatkan kekuatan dalam rangka mengatasi tantangan yang semakin kompleks dari situasi keamanan.

Kalau ada yang ingin bertaruh soal negara mana yang akan memimpin perkembangan ekonomi pada abad 21 ini, maka Biden akan memilih AS. Ia mengatakan, “Dengan kata lain, bagi yang menentang atau tidak mau mengakui hal ini, ia pasti bukan petaruh yang baik.” (Central News Agency/sinatra/rmat)   .

Share

Video Popular