Di malam hari sangat gelap seperti tinta, keadaan sekeliling sangat gelap, seekor kunang-kunang dalam bayangan teduh tampaknya diabaikan, akhirnya berhenti di ujung jalan pedesaan, di bawah lampu jalan yang terakhir.

“Abang lampu jalan, aku benar-benar iri kepada Anda, Anda memiliki cahaya yang demikian terang, sebagai penunjuk jalan yang aman bagi orang yang malam pulang ke rumah mereka..”

“Adik kunang-kunang, Anda jangan sedih, Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini memiliki tugas dan kharisma mereka sendiri, meskipun cahaya yang Anda pancarkan tidak sangat terang, tapi berkedap-kedip, sangat menarik, yang merupakan hadiah dari alam untuk kemampuan khusus Anda, dan manusia dengan berbagai puisi memuji kalian melebihi kami yang seringkali tak diperhatikan.”

“Abang lampu jalan, terima kasih atas hiburan Anda, saya akan bersemangat, berusaha berkontribusi sedikit untuk malam yang gelap,” ujar kunang-kunang sedikit terhibur, sambil melanjutkan perjalanan pulang menuju kawanannya.

Tak lama kemudian..

“Wow! Coba kalian lihat, di sana ada banyak kunang-kunang, mari kita lihat, cahaya yang paling alami dalam pelukan malam, peri malam yang bersinar!”

Saat itu ada kelompok demi kelompok orang mendekati habitat kunang-kunang, menikmati kelap-kelip di langit seperti meteor yang jatuh dari langit. Membawa kebahagiaan dan ketentraman bagi manusia.

“Abang lampu jalan, engkau benar, kami kunang-kunang selain membawa kebahagiaan kepada manusia, juga untuk mengingatkan manusia untuk menghargai alam, terima kasih terhadap pelajaran berharga yang Anda ajarkan kepada saya!”

Sejak saat itu, kunang-kunang dengan penuh kepercayaan diri, berhenti di jalan selalu memberikan perasaan hangat, bersinar untuk manusia, sehingga dingin malam bahkan menjadi lebih hangat.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular