Oleh: Zheng Xingzhi

FIFA pada tahun 2004 pernah mengakui secara terbuka bahwa sepak bola paling awal sebenarnya berasal dari Tiongkok, tepatnya dari daerah Linzi Negara Qi (臨淄齊國) pada sekitar 2.300 tahun silam, olah raga ini pada zaman itu disebut “Cu Ju (dibaca: Ju Cü, 蹴鞠).

”Daftar pemain sepak bola” pertama dalam sejarah

Berdasarkan kitab dari zaman Song Selatan (1127 – 1279) “Wu Lin Jiu Shi (Kisah Lama dari Dunia Persilatan)” pernah terdapat daftar nama dan posisi dua tim yang sedang bertanding ‘Team Bola 32 orang’:

Ini mungkin adalah “daftar susunan pemain sepak bola” pertama kali dalam sejarah.

Bintang bola profesional paling awal

Di zaman dinasti Song (960 – 1279) pernah muncul banyak sekali pesepak bola handal bahkan mereka juga terorganisir dalam perkumpulan, seperti “Yuan She (Klub Bulat),” merupakan klub sepak bola yang paling awal di dunia. Kelompok klub-klub sepak bola yang terkenal ini menitikberatkan pada keterampilan yang luar biasa, belajar berbagai macam cara menendang yang sangat rumit serta berkomitmen dalam mempromosikan kegiatan Cu Ju.

Kitab “Hui Chen Hou Lu (Catatan Setelah Permainan Berdebu)” karangan Wang Mingqing mencatat, Gao Qiu, peran gembong antagonis dalam kisah klasik “Shui Hu Chuan (Batas Air atau ‘108 Pendekar Liang Shan’ adalah sebuah roman terkenal dari zaman Dinasti Ming)” adalah salah seorang anggota dalam “Qi Yun She (Klub Qi Yun),” konon keberuntungan Gao Qiu justru mengandalkan teknik bola yang luar biasa yakni “bola laksana menempel ditubuhnya.” Ia lantas diangkat oleh kaisar kala itu sebagai komandan pasukan istana. Gao Qiu boleh dibilang merupakan bintang bola yang muncul paling dini dalam sejarah.

Di zaman dinasti Song ada tim Cu Ju pria juga ada tim Cu Ju wanita. Buku “Wen Xian Tong Kao” yang ditulis oleh ilmuwan terkenal Ma Duanlin di zaman peralihan antara dinasti Song dan Yuan, diantaranya menuliskan kemegahan pertandingan Cu Ju wanita di zaman dinasti Song: “Tim wanita Song terdiri dari 153 personil, mengenakan pakaian empat warna, lengan baju bergaya lebar, pinggang terikat sabuk prada, kaki menyepak bola sulam, bola seolah tidak lepas dari kaki mereka, ada puluhan ribu penonton yang memadati lapangan, menonton di tempat yang luas dan megah.”  Suasananya megah dan bergairah.

Selamat tinggal sepak bola

Seiring dengan berdirinya dinasti Yuan pada 1271, Cu Ju pun mengiringi pasukan ekspedisi barat Mongolia masuk ke Eropa. Setelah dinasti Ming ada banyak pejabat dan keturunan bangsawan hanyut dalam Cu Ju, Ming Tai Zu (Kaisar pendiri dinasti Ming) Zhu Yuanzhang pernah melarang untuk beberapa saat, namun tetap tidak bisa melarang wanita penghibur beratraksi memainkan Cu Ju untuk menarik pelanggan hidung belang.

Orang Mancuria pendiri dinasti Qing, setelah berkuasa di Tiongkok, agar tidak mengulangi keruntuhan dinasti Ming maka pemerintahan dinasti Qing melarang total Cu Ju. Di belakang hari sepak bola modern seiring dengan tren meniru negara-negara Barat tersebar masuk ke Tiongkok, Cu Ju yang pernah sangat jaya dimasa lalu itu lantas punah. 

Pemain sepak bola dalam sejarah

Kaisar Han Cheng, Liu Ao (51SM – 7SM) sangat menggemari Cu Ju, setiap kali bisa mengikuti pertandingan Cu Ju ia merasa amat senang, para menterinya berharap kaisar tidak mengikuti olah fisik yang cukup berat itu, namun nasehat mereka pun tidak digubris. Seorang menteri bernama Liu Xiang lantas berdasarkan cara pertandingan Cu Ju  menemukan sebuah permainan yang diberi nama “Dan Qi.”

”Dan Qi” menggunakan anak catur berbentuk bulat dan papan catur persegi, di kedua sisinya terdapat masing-masing 12 buah anak catur yang saling berhadapan, sama persis dengan Cu Ju yang bisa menyerang dan bertahan, hanya saja tidak ditendang dengan kaki melainkan menggunakan jari untuk menyentil anak catur. Diluar dugaan kaisar Han Cheng juga kecanduan dengan permainan baru ini. “Dan Qi” yang ini disebut “Cu Ju di atas meja”, yang kelak permainan ini sempat populer di zaman Wei Jin (220 – 589) dan Sui Tang (581 – 907).  

Nyonya Hua Rui pelatih sepak bola wanita

Percaya tidak? Di masa Wu Dai Shi Guo (Lima Dinasti Sepuluh Kerajaan, 907 – 979) sudah ada pelatih sepak bola wanita, dia adalah seorang penyair wanita terkenal masa itu bernama Nyonya Hua Rui. Dalam karya syair Nyonya Hua Rui mengungkapkan bahwa dia pernah menjadi pelatih Cu Ju bagi para dayang istana.

Nyonya Hua Rui adalah selir utama raja yang berparas rupawan dan anggun, juga adalah seorang penyair wanita terkenal di zamannya. Dia berbakat susastra, terdapat 100 lebih karya dari “Cerita Nyonya Hua Rui dari lingkungan istana” yang berhasil diwariskan. Dia juga seorang penggemar sepak bola, dalam salah satu puisinya  tertulis demikian:

“Sejak mengajarkan para dayang bermain bola, pelana giok yang baru ditunggangi pinggang rampingnya sangat lentur.Para tamu terhormat mengetahui itu tim istana, justru kebobolan bola pertama.”

Melukiskan bagaimana dia mengajarkan Cu Ju pada para dayang. Dia bukan hanya gemar Cu Ju, juga mengajarkan pada para dayang bagaimana bermain. 

“Jendral Cu Ju” Huo Qubing

Ada sebuah ucapan jendral Huo Qubing yang sangat terkenal yakni “Sebelum Suku Xiongnu dimusnahkan, bagaimana bisa berkeluarga?”

Ia seorang jendral dinasti Han Barat yang sangat populer, juga seorang ahli strategi militer, walaupun hidupnya sangat singkat yakni hanya mencapai 23 tahun, namun ia pernah bertugas di berbagai jabatan penting dan berkali-kali berhasil mengalahkan tentara agresor Xiongnu, diberi gelar kehormatan sebagai Jendral Aristokrat (Guanjun He) Penunggang Kuda yang Gagah Berani (Piao Qi), juga karena gemar bermain Cu Ju itu sebabnya dijuluki sebagai “Jendral Cu Ju.”

Huo Qubing dilahirkan di keluarga miskin, di masa mudanya sempat tergila-gila dengan Cu Ju jalanan, walaupun memimpin ekspedisi militer di luar tembok besar, jika dirinya sedang berada di garis belakang pasukan musuh, ia secara konsisten tetap memimpin prajuritnya untuk mendirikan pintu bola (gawang) di lapangan rumput dan bertanding Cu Ju, sekaligus digunakan untuk melatih mental dan fisik prajurit. Hal-hal seperti ini tercatat dalam kitab dinasti Han “Biografi jendral Wei Qing dan jendral Huo Qubing”.  (lin/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular