Kesuksesan besar Pokemon GO mungkin melegakan orang tua yang ingin anaknya beraktivitas di luar ruangan. Tapi permainan ini bukanlah permainan yang paling aman untuk menghabiskan waktu.

Banyak pemain yang telah tersandung, terjatuh, terperosok dalam lubang, menerobos masuk wilayah orang lain tanpa izin, menabrakkan mobilnya, dan dirampok akibat bermain Pokemon Go.

Pihak kepolisian dari Australia hingga Virginia memperingatkan pemain untuk memerhatikan dan menahan diri terhadap pelanggaran hukum. Permainan ini sendiri berisi peringatan terhadap perilaku yang berbahaya.

Masalahnya adalah keasyikan bermain video game menjadi sulit menyesuaikan dengan kondisi dunia nyata.

Pokemon GO dikembangkan oleh Niantic dan dirilis pada tanggal 6 Juli 2016 oleh The Pokemon Company. Permainan ini menyebarkan monster maya yang berukuran kecil bernama Pokemon di peta lokasi dunia nyata. Sama seperti mencari harta karun tersembunyi, pemain secara fisik harus mencapai lokasi tertentu yang ditunjukkan oleh GPS telepon genggamnya untuk mengumpulkan monster dalam permainan ini.

Selain itu, Pokemon hanya muncul di peta permainan jika posisi pemain dekat dengannya, sehingga membuat pemain berjalan kaki berkeliling dan menjelajahi tempat-tempat untuk menemukannya.

Perpustakaan, taman, air mancur, dan kantor polisi, dapat ditandai sebagai Pokesto dan Gym di mana pemain dapat mengumpulkan tambahan Pokemon atau menggunakan Pokemon miliknya untuk melawan Pokemon lain.

Dari laporan perilaku pemain secara online, permainan ini memang membuat orang melakukan perjalanan demi memiliki Pokemon yang diinginkannya, karena Pokemon memang memicu pemain untuk bermain, mengunjungi tempat terkenal setempat, dan lebih bersosialisasi karena merasa senang bertemu dengan sesama pemburu Pokemon di sepanjang jalan.

Permainan Pokemon Go yang sangat terkenal ini telah diunduh lebih dari 15 juta kali pengguna Android maupun iOS, demikian USA Today melaporkan dan mengutip perkiraan perusahaan riset SensorTower pada 13 Juli 2016.

Sekitar 21 juta orang bermain Pokemon Go secara bersamaan, sehingga permainan ini merupakan video game terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, menurut SurveyMonkey.

Saham Nintendo, si pemilik waralaba Pokemon, telah melonjak hampir 60 persen sejak permainan ini dirilis pada 6 Juli 2016 lalu, sehingga menambah pundi-pundi perusahaan hampir 10 miliar dollar AS, menurut CNN Money.

Tapi beberapa orang mengatakan permainan ini sangat mengganggu dan lebih berbahaya dari permainan yang lain.

Bingung

Pokemon Go adalah permainan yang berbahaya karena pemain mengalami kesulitan konsentrasi akibat bermain sambil menyusuri jalan, karena dunia nyata akan terus mengganggu konsentrasi si pemain.

Di sisi lain, Pokemon GO memaksa pemain untuk bermain sambil menyusuri jalan, sehingga sangat mengganggu konsentrasi si pemain.

Laporan datang dari seluruh penjuru negeri mengenai pemain yang mengalami cedera saat bermain.

Mike Schultz, 21 tahun, lulusan fakultas komunikasi di Long Island, New York, jatuh jungkir balik karena menatap telepon genggamnya untuk mencari makhluk Pokemon sambil bermain skateboard sampai akhirnya menghantam sebuah lubang di jalan. Tangannya mengalami luka terbuka akibat bergesekan dengan trotoar. Ia menyalahkan dirinya karena terlalu lambat menghindari lubang tersebut.

“Saya hanya ingin berhenti sejenak jika ada Pokemon terdekat untuk saya tangkap,” katanya.

Kyrie Tompkins, 22 tahun, seorang wanita perancang web dan pekerja lepas, terjatuh di trotoar dan terkilir pergelangan kakinya karena berkeliaran di pusat Kota Waterville, Maine akibat bermain Pokemon Go.

“Telepon genggam bergetar memberitahu saya bahwa ada Pokemon di dekat saya dan saya langsung melihat ke atas dan terjatuh dalam lubang di depan saya,” katanya.

Banyak cerita serupa telah muncul di Twitter. Ada pemain tersandung batu bata. Ada pemain yang jatuh ke dalam sungai. Ada kulit pemain yang terbakar Matahari. Semuanya terjadi pada saat pemain mengejar monster Pokemon.

NBC San Diego melaporkan kasus yang lebih serius di mana setelah memanjat pagar untuk menangkap Pokemon, dua orang pria terjatuh puluhan meter dari tebing di San Diego dan dibawa ke rumah sakit.

FOX 5 melaporkan seorang pria di New York, karena terkonsentrasi pada permainan ini, menabrakkan mobilnya ke pohon, namun ia tidak menderita luka yang serius.

Yang pasti, insiden serupa juga terjadi pada orang yang mengetik pesan singkat atau menelepon sambil berjalan atau mengemudi. Tetapi ada perbedaannya: video game Pokemon secara khusus dirancang supaya pemain asyik bermain dan lupa diri.

Menyedot perhatian

Dr. Chris Ferguson, asisten profesor psikologi di Stetson University di Florida dan ahli efek psikologis terhadap video game, menjelaskan bahwa video game ini mengakibatkan “beban kognitif” yang tinggi.

Ferguson menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan perhatian dan konsentrasi. Suatu tugas yang menyedot sangat banyak energi otak dan perhatian akan mencegah seorang manusia memusatkan perhatian terhadap hal lain.

Berjalan atau mengemudi dapat diambil alih oleh bagian otak yang mengendalikan tugas otomatis.

“Semua fungsi otak akan bekerja dengan baik “selama tidak ada hal buruk yang mengganggu,” kata Ferguson.

Tetapi “Jika ada situasi yang mengharuskan Anda untuk kembali waspada dan dengan sengaja mengendalikan tugas tersebut, maka Anda akan mengalami kesulitan, karena daerah otak tersebut sudah sibuk bermain Pokemon,” katanya dalam sebuah wawancara telepon.

Pokemon GO memang sangat menguras perhatian, menurut Paul Tassi, seorang kontributor Forbes di bidang video game, teknologi, dan internet.

“Karena permainan ini pada dasarnya memaksa Anda untuk menjaga aplikasi supaya tetap terbuka dan memeriksanya terus-menerus, sehingga Anda tidak memerhatikan apakah sebenarnya Anda punya waktu untuk hal ini atau tidak. Apalagi dengan memasang headphone pada telinga Anda, dan permainan ini menjadi sangat berbahaya karena sangat memikat Anda,” tulisnya dalam sebuah artikel untuk Forbes.

Tassi menghabiskan waktu seharian untuk bermain Pokemon Go dan hampir dua kali nyaris tertabrak sepeda dan hampir satu kali nyaris tertabrak mobil. “Saya benar-benar kuatir akan anak-anak yang bermain Pokemon Go dan tidak memperhatikan di mana mereka berada,” tulisnya.

Penjahat telah menemukan cara untuk mengeksploitasi permainan ini demi mendapatkan keuntungan.

Permainan ini memungkinkan pemain untuk membeli Pokecoin, yang digunakan untuk membeli tambahan Pokemon. Dengan membayar 100 Pokecoin atau sekitar 1 dollar AS, pemain dapat membeli “Lure Modul,” suatu fitur untuk menarik Pokemon ke Pokestop yang telah dipilih selama 30 menit. Tempat ini akan disorot di peta dalam telepon genggam setiap pemain, sehingga menarik pemain terdekat untuk datang dan mencoba mengumpulkan tambahan monster.

Departemen Kepolisian O’Fallon menemukan empat orang penjahat, di mana seorang di antaranya bersenjata, yang menggunakan fungsi “Lure Modul” untuk memikat pemain untuk memarkirkan mobilnya (juga pada lokasi lain) untuk merampok si pemain.

“Tersangka ini diduga anggota kelompok perampokan bersenjata yang terdapat di St Loui County maupun St. Charles County,” tulis polisi di halaman Facebook. “Jika Anda menggunakan aplikasi ini (atau jenis aplikasi serupa lainnya) atau memiliki anak yang menggunakan aplikasi ini, kami mengingatkan Anda untuk berhati-hati terhadap orang asing di lokasi Anda.”

Berita juga melaporkan pemain yang dirampok di California, Texas, Maryland, dan New York.

Penyusup

Ada beberapa laporan mengenai pemain pergi mencari Pokemon di tempat yang tidak seharusnya dimasuki.

Polisi dari Pflugerville, Texas, melihat seorang pria bermain Pokemon Go di tempat parkir polisi yang tidak boleh digunakan oleh masyarakat umum. Pria tersebut telah mengabaikan tanda larangan dan menyusup di bawah pagar untuk mencapai daerah di mana Pokemon berada.

Di Utah, Ethan Goodwin, 17 tahun, dari Tremonton, didenda 200 dollar AS, karena ia dan beberapa teman masuk tanpa izin ke dalam tempat penyimpanan gandum untuk mengejar Pokemon pada dini hari. Ia berhasil menangkap tiga monster.

“Saya tidak mengatakan bahwa hal ini layak dilakukan, tetapi saya merasa senang dengan Pokemon yang saya memiliki sekarang ini,” candanya. Dia menambahkan: “Ini permainan yang sungguh bodoh.”

NBC 4i melaporkan pasangan di Ohio 14 Juli lalu ditangkap setelah mereka melompat pagar di kebun binatang Toledo untuk berburu Pokemon.

The Times-Tribune melaporkan tiga orang terkunci di sebuah pemakaman di Dunmore, Pennsylvania, pada 12 Juli 2016. Mereka mencari Pokemon dan tidak menyadari bahwa pemakaman ditutup pada sore hari. Mereka harus menunggu sampai polisi mengeluarkan mereka dari situ.

Dari komentar pemain secara online, tampaknya tidak semua orang berani keluar dan berburu Pokemon di tengah malam. Harus memiliki keberanian untuk menangkap beberapa monster. Pemain melaporkan bahwa Pokemon air ditemukan di sekitar danau, Pokemon api ditemukan di sekitar pom bensin, dan “hantu” Pokemon ditemukan di malam hari.

“Polisi di Colorado telah menghentikan kami semalam untuk bertanya mengenai permainan ini, dan mengingatkan kami bahwa taman ini telah ditutup. Ada sekitar 30 pemain berkeliaran di sekitar taman di tengah malam. Saya menyadari betapa bodohnya saya, “komentar Trisha Abney si pemain di Facebook.

Beberapa pemain telah menyatakan kekuatirannya di media sosial bahwa permainan ini dapat mengakibatkan pemilik properti ketakutan dan menarik pelatuk pistolnya karena hadirnya orang asing di wilayahnya. Skenario ini berada di wilayah abu-abu hukum di hampir 24 negara bagian Amerika Serikat di mana berlaku undang-undang yang memperbolehkan seseorang membunuh orang lain jika ia yakin berada dalam bahaya.

Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai kejadian tersebut.

Masalah Pokestop

Beberapa tempat tidak memperbolehkan Pokestop dan Gym untuk berkeliaran.

Gedung Putih maupun Pentagon telah ditunjuk sebagai Gym dalam permainan ini, yang menyebabkan pemain akan berhadapan dengan petugas keamanan.

Kantor Polisi di Darwin , Australia telah ditunjuk sebagai Pokestop, mendorong polisi untuk merilis pernyataan untuk mengingatkan pemain tidak boleh masuk kantor polisi untuk mengumpulkan monster Pokemon dan tidak boleh menatap telepon genggamnya ketika menyeberang jalan.

Beberapa departemen polisi juga telah memperingatkan pemain untuk memerhatikan lingkungan sekitarnya dan tidak boleh menerobos ke daerah terlarang ketika bermain.

Situs resmi permainan Pokemon memperingatkan beberapa bahaya.

“Demi keamanan, jangan pernah bermain Pokemon GO ketika sedang bersepeda, mengendarai mobil, bermain hoverboard (papan luncur melayang), atau di mana pun Anda berada harus tetap memperhatikan lingkungan sekitar, dan tentu saja jangan pernah berkeliaran jauh dari orang tua atau kelompok Anda untuk menangkap Pokemon, “pernyataan dari situs.

Tapi banyak laporan menunjukkan banyak orang telah mengabaikan peringatan ini.

Alasannya adalah bahwa video game atau kegiatan menyenangkan lainnya dapat memudarkan ketakutan seseorang terhadap bahaya. Jika pemain melihat Pokemon di balik pagar, dorongan emosi untuk menangkap monster tersebut jauh lebih besar daripada ketakutannya karena melanggar hukum akibat menerobos masuk wilayah terlarang.

“Manfaat untuk mendapat Pokemon dirasakan jauh lebih besar sehingga memudarkan ketakutan akan bahaya, “kata Ferguson.

Dia mengatakan beberapa risiko dapat dikurangi dari waktu ke waktu. Beban kognitif terutama sangat tinggi untuk tugas baru, tetapi setelah pemain sudah terbiasa bermain Pokemon, maka permainan ini akan kurang mengganggu konsentrasinya.

Hal ini hanya mengurangi masalah, tetapi tidak memecahkan masalah.(Epochtimes /Petr Svab /Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular