Sebuah lembaga penelitian klinis saat ini menunjukkan bahwa obat statin yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol telah mengakibatkan lebih dari 300 efek yang merugikan kesehatan — penelitian ini berani menantang kebijakan kesehatan nasional, pedoman premi asuransi kesehatan, tuntutan pabrik obat statin, dan sentimen umum masyarakat, karena sekitar 1 dari setiap 4 orang dewasa yang berusia lebih dari 45 tahun di Amerika Serikat saat ini menggunakan obat ini untuk “mencegah penyakit jantung”.

Mitos kolesterol

Selama lebih dari 40 tahun, obat statin berhasil melestarikan mitos kuno bahwa penyebab utama penyakit jantung: adalah kolesterol “si penyebab” plak (timbunan kolesterol) di dinding arteri, yang akan menghalangi aliran darah, sehingga menimbulkan penyakit dan kematian.

Memang benar pernyataan dari kalangan medis bersama dengan perusahaan obat telah menyanyikan lagu pujian “mitos kolesterol”, di mana setiap tahunnya penjualan obat statin menghasilkan 25 miliar dollar Amerika Serikat.

Meskipun benar bahwa lipoprotein densitas-rendah yang teroksidasi ditemukan dalam timbunan kolesterol dalam arteri jantung yang rusak, tetapi sangat kecil kemungkinan lipoprotein densitas-rendah yang teroksidasi sebagai penyebab penyakit jantung dibanding sebagai efek dari penyakit jantung. Kerusakan yang terjadi pada lapisan arteri, dikaitkan dengan infeksi, zat kimia, stres dan atau gizi, datang sebelum respons imun menghasilkan penimbunan kolesterol di arteri. Kolesterol LDL dituduh sebagai penyebab penyakit jantung, sama seperti kita menyalahkan keropeng yang timbul akibat cedera yang menyebabkan keropeng itu timbul, atau seperti menyalahkan plester luka yang menutupi keropeng—seharusnya obat berguna untuk benar-benar menyembuhkan penyebab penyakit, bukan hanya mengobati gejala penyakit, yang dengan bodoh berusaha menekan zat kimia yang diperlukan tubuh.

Kematian akibat statin?

Tidak disangkal lagi bahwa statin melakukan apa yang seharusnya dilakukannya, yaitu: menekan produksi kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol serum darah yang dapat diukur. Pertanyaannya adalah berapa biaya yang dikeluarkan untuk mencapai hasil ini, dan apa tujuan akhirnya?

Berdasarkan Pedoman Program Pendidikan Kolesterol Nasional,Amerika Serikat, yang telah dirancang oleh “ahli” terhadap pengeluaran uang dari produsen obat, dibutuhkan biaya yang sangat rendah untuk mendapatkan definisi “kesehatan” secara teoritis dan numerik untuk obat statin yang dijamin menjadi obat pilihan untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung dengan cara menekan lemak (lipid).

Pada dasarnya, obat statin merusak otot dan saraf dalam tubuh. Mengkonsumsi statin 5 mg sehari dapat membunuh manusia (kasus yang jarang terjadi). Ada lebih dari 100 penelitian menunjukkan bahwa obat statin meracuni otot, dan ada lebih dari 80 penelitian menunjukkan obat statin merusak saraf. Jika Anda menganggap bahwa sebagian besar tubuh kita terdiri dari otot dan sistem saraf yang saling berkoordinasi, obat statin memiliki potensi untuk mengakibatkan kerusakan pada seluruh tubuh dengan tingkat kerusakan yang berbeda, di mana tidak ada gejala pada awal kerusakan, tetapi kerusakan berlangsung cepat dan akhirnya membahayakan jiwa.

Diperlukan lebih dari 40 tahun sebelum penelitian dan penerbitan bidang biomedis mampu mengenali fungsi tubuh manusia. Namun, semua ini terganggu untuk sementara waktu karena masalah akibat penggunaan obat statin yang terkenal, yaitu obat statin menghambat jalur mevalonat yang diperlukan untuk menghasilkan koenzim Q10, suatu zat gizi yang penting untuk hati. Kekurangan koenzim Q10 itu sendiri menjadi penyebab utama penyakit jantung. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa obat statin menguras mineral seng dan selenium yang berfungsi melindungi jantung (yang terkait dengan kompleks mineral-protein). Temuan ini menjelaskan mengapa terjadi peningkatan kasus gagal jantung pada populasi umum yang mengonsumsi obat ini.

Adalah mengejutkan bahwa statin, bukannya mencegah penyakit jantung, tetapi cenderung menyebabkan terjadinya penyakit jantung karena penemuan menunjukkan obat statin mengakibatkan lebih dari 300 penyakit atau efek kesehatan yang merugikan.

Jutaan pengguna obat statin di seluruh dunia mempertaruhkan hidupnya pada taruhan yang buruk. Mereka pikir dengan mengonsumsi obat statin akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung. Padahal mengurangi dosis statin tidak akan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Namun, yang cenderung terjadi adalah bahwa kualitas dan lama hidup mereka akan berkurang, bersamaan dengan habisnya uang tunai miliaran dolar Amerika Serikat yang secara sia-sia untuk membeli obat asli dan makanan, zat gizi, mineral dan vitamin untuk kesehatan jantung.

Mengingat adanya temuan ini, maka timbul pertanyaan yang sangat serius: pihak manakah yang melanggar prinsip etika medis mengenai persetujuan tindakan medik: pabrik obat, perusahaan promosi obat, administrasi obat atau penulis resep obat statin? Dan apakah pelanggaran etika sejauh ini yang mengakibatkan cedera pada orang yang telah disesatkan atau dipaksa untuk mengonsumsi obat statin adalah dianggap tidak melanggar hukum atau merupakan tindakan kriminal? (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular